Fenomena Jokowi Ada di Dahlan Iskan

Figur Joko Widodo (Jokowi), memang fenomenal! Kemenangannya di ajang Pilkada DKI Jakarta setelah melawan patahana Fauzi Bowo alias Foke, bisa mungkin terjadi pada ajang Pemilu Presiden pada 2014. Salah satu tokoh yang bisa mengikuti jejak Jokowi di pentas demokrasi adalah Dahlan Iskan, Pak Menteri BUMN saat ini.

 

Ini dia alasan saya menganggap ketokohan Dahlan Iskan yang mirip dengan Jokowi.

 

Di tulisan saya berjudul Seandainya Dahlan Iskan Presiden RI 2014-2019, mantan wartawan Jawa Post ini sempat digadang-gadang menjadi calon presiden (capres) mendatang. Pemilu 2014 memang masih lama, tapi pemanasan menjelang Pemilu tampaknya sudah dilakukan oleh sejumlah partai politik (parpol). Apalagi, konon, dukungan ini terlontar oleh boss Kompas Gramedia, Jacob Oetama. Sejarah pemimpin dunia membuktikan, dukungan media menjadi kekuatan besar dalam memenangkan pertarungan suksesi.

 

Sama seperti Jokowi di Pilkada Jakarta, sosok Dahlan Iskan yang juga sangat dekat dengan rakyat seperti Jokowi, bisa berpeluang menjadi kuda hitam di pilpres 2014. Sejumlah survei menunjukkan Dahlan Iskan berada jauh di bawah popularitas Megawati Sukarnoputri, Prabowo Subianto dan Aburizal Bakri. Kondisi Dalan saat ini, mirip sekali dengan Jokowi sekitar tahun lalu, yang posisi surveinya jauh di bawah Foke dan kandidat dari unsur independen yang sudah lama berkampanye.

Inilah maksud saya, Dahlan Iskan merupakan sosok yang tidak diunggulkan, tapi memiliki kekuatan luar biasa bahkan meledak (seperti Jokowi) menjelang pemilihan. Memang, ‘kuda hitam’ itu sulit diprediksi, tapi bisa dirasakan.

 

Sama seperti Jokowi, Dahlan Iskan selalu tampil (fisik) secara sederhana. Tampaknya, Jokowi dan Dahlan Iskan tahu betul karakter masyarakat yang ingin adanya pemimpin di sekitarnya. Pemimpin yang datang langsung ke ruang-ruang public seperti kereta api, busway, ojek dan pasar-pasar tradisional tanpa menggunakan pengawalan berlebihan, akan menjadi gossip hot di kalangan menengah ke bawah. Apalagi, kini banyak masyarakat menggunakan fasilitas sosial media gratis (facebook dan twitter), untuk menyampaikan apa saja yang ada di benaknya.

 

Jokowi dan Dahlan Iskan sama-sama pengusaha yang memiliki modal untuk ongkos politik. Jokowi adalah pengusaha mebel, sedangkan Dahlan adalah kontraktor sebelum ditarik pemerintah menjadi Dirut PT PLN. Bahkan, kelebihan Dahlan adalah menciptakan iklim kerja luar biasa di jajaran direksi hingga karyawan di daerah.

 

Salah satu yang menjadi sorotan media dalam konteks nasionalisme adalah kedekatan Jokowi dan Dahlan Iskan terhadap produk lokal. Kedua tokoh ini sangat mencintai mobil rakitan anak SMK. Malah, mereka berdua enggan menggunakan mobil impor yang menjadi mobil dinas mereka. Gaya ‘nyentrik’ ini mampu menjadi perbincangan menarik dari kalangan warung kopi hingga kantin di lingkungan Istana Negara.

Posted via email from Jackson Kumaat

Demam Baju Kotak-kotak Kian Tak Terbendung

Baru-baru ini, seorang manajer di kantor saya sedang kebingungan membeli baju kotak-kotak, untuk dikirimkan ke sanak keluarganya di Pekanbaru Riau. Ia bingung, karena baju kemeja yang dicari bermotif kotak-kotak ala atribut kampanye Jokowi-Basuki di Pilkada DKI Jakarta.

Padahal, aura penonton di Pekanbaru sedang ramai-ramainya atribut dan ornament oleh-oleh PON. Tapi anehnya bagi saya, justru ada juga warga daerah yang berminat memiliki baju kotak-kotak.

 

Bu Euis Darmaya, begitu ia disapa rekan se-kantor. Di kantor kami terbagi tiga lantai, yakni lantai satu ruang meeting, lantai dua untuk urusan politik dan lantai tiga untuk kepentingan bisnis. Nah, Bu Euis ini berada di lantai dua, sebagai Kepala Sekretariat Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan). Meski secara politik kami memberikan dukungan kepada Foke-Nara, tetapi secara individu kami bebas memilih sesuai hati nurani.

 

Setelah cek sana-sini di www.google .com, ia langsung mulai memburu baju kotak-kotak. Konon, baju kotak-kotak tersebut banyak tersedia di Pasar Tanah Abang. Lantaran kuatir macet di siang hari, ia mampir di Jalan Surabaya, kawasan Menteng Jakarta Pusat.

 

Kemudian dibelinya 5 baju pesanan tersebut, masing-masing Rp 75 ribu untuk kemeja tangan pendek dan Rp 110 ribu untuk tangan panjang. Tak itu saja, ia juga membeli sepasang boneka lucu Jokowi-Ahok seharga Rp 30 ribu.

Posted via email from Jackson Kumaat

Suasana kota Solo yang selama ini dikenal tenteram, tiba-tiba menjadi mencekam akibat aksi teroris bersenjata api dan berbekal bom. Hanya dalam waktu beberapa pekan menjelang Lebaran, telah terjadi aksi peledakan dan penembakan yang dilakukan orang tak di

Suasana kota Solo yang selama ini dikenal tenteram, tiba-tiba menjadi mencekam akibat aksi teroris bersenjata api dan berbekal bom. Hanya dalam waktu beberapa pekan menjelang Lebaran, telah terjadi aksi peledakan dan penembakan yang dilakukan orang tak dikenal di pos polisi.

Setelah korban kedua Bripka Dwi Data tewas ditembus empat peluru dari jarak dekat oleh orang tak dikenal di Pos Polisi Jalan Rajiman, aparat penegak hukum langsung meningkatkan kinerjanya. Dan pagi tadi, salah satu pelaku teror yang ‘melarikan diri’ dari Solo berhasil ditangkap Tim Densus 88 di kawasan Depok Jawa Barat.

 

Di tulisan ini saya tidak ingin mengait-ngaitkan kasus teror Solo dengan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung di bulan September ini. Meski calon gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berasal dari Solo, tapi lebih ingin menggunakan kacamata intelijen daripada politik.

 

Aksi teror di Solo tersebut, tampaknya ingin menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat. Mereka (teroris) itu berupaya membuat chaos, supaya terjadi saling curiga, benci dan dendam. Nah, inilah embrio teroris yang bisa menular ke generasi muda masa depan.

 

Berdasarkan sejarah terorisme di Indonesia, khusus kasus Solo merupakan peristiwa yang langka namun umum. Langka yang saya maksud karena pelaku teroris ini menargetkan korban baru, yakni petugas kepolisian. Biasanya, terorisme mengincar korban warga asing dalam jumlah besar atau instalasi-instalasi penting, seperti kantor pemerintah, kantor perwakilan negara sahabat dan sektor bisnis.

 

Aksi teror ini berlaku umum, karena media massa menjadi sarana publikasi kegiatan mereka. Selain itu, (dalam pandangan saya) para pelaku tidak menyampaikan tuntutan ke pemerintah sebelum menjalankan aksinya.

 

Beruntung, ada beberapa pelaku yang berhasil ditangkap oleh Tim Densus 88 dalam keadaan hidup. Saya salut, Tim Densus masih bisa menahan diri untuk tidak mengeksekusi mati pelaku teror di lapangan, karena mengedepankan strategi menguasai musuh. Meski bagi saya, jika dalam keadaan terdesak, pelaku teror boleh ditembak mati jika membahayakan aparat dan orang sekitar.

 

Nah, inilah tugas selanjutnya yang diemban aparat penegak hukum. Sejumlah pelaku yang berhasil ditangkap harus segera diinterogasi agar bisa mengungkap otak di balik teror Solo. Apalagi, konon, masih ada pelaku yang berkeliaran dan bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk itu, kegiatan aparat penegak hukum dalam memberantas terorisme, harus didukung semua pihak.

Posted via email from Jackson Kumaat

Orang Kristen Pernah Jadi Gubernur Jakarta

Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) kini dipakai untuk kampanye politik pemilihan (Pilkada) gubernur DKI Jakarta. Padahal sejarah mencatat, putra asal Minahasa beragama Kristen, pernah menjadi wakil gubernur sekaligus gubernur di periode 1960-1965.

 

Saya sengaja menulis ini, untuk menepis anggapan seniman Rhoma Irama pendukung Foke-Nara, yang menyatakan pemimpin daerah harus beragama Islam. Kita semua tahu, bahwa pernyataan Bang Haji itu ditujukan ke Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang merupakan cawagub pendamping Jokowi. Ahok adalah pria asal Bangka-Belitung keturunan Tionghoa yang beragama Kristen.

 

Gubernur yang saya bahas adalah Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau biasa disebut Henk Ngantung. Presiden Soekarno mengangkat Henk Ngantung menjadi Gubernur DKI Jakarta karena ingin Jakarta menjadi kota yang berbudaya. Saat itu, memang calon gubernur tidak mengikuti Pilkada, karena ditunjuk langsung oleh presiden.

 

Di saat Henk Ngantung menjadi wakil gubernur Jakarta, di tempat asalnya Sulawesi Utara (Sulut), AA Baramuli menjadi gubernur. Bahkan, provinsi Sulut yang kala itu mayoritas beragama Kristen pun, pernah dipimpin oleh gubernur beragama Islam, yakni Abdullah Amu yang menjabat pada periode 1966-1967. Sulut memang hingga kini dikenal sebagai provinsi yang pluralis, sehingga nyaman bagi setiap pendatang dan kalangan investor dari manapun.

 

Terlepas dari pro-kontra prestasi Henk Ngantung sebagai gubernur di waktu menjabat, saya ingin memberi apresiasi kepadanya, karena mampu menjadikan Jakarta sebagai daerah yang pluralis. Sayangnya, beliau ‘terjebak’ pada krisis ekonomi negara dan konflik politik yang melibatkan PKI.

 

Bagi saya, Henk Ngantung telah mencatat sejarah di negeri ini, bahwa pemimpin itu tak harus hadir dari kelompok mayoritas. Ia berhasil mewujudkan sosok gubernur yang berwibawa tanpa harus melakukan korupsi. Henk Ngantung yang pernah dituduh PKI dan dijebloskan ke penjara, tidak pernah menggugatnya ke pengadilan di masa orde baru dan reformasi.

 

Dan terakhir, sebagai uji objektifitas tulisan saya ini, saya mendukung sepenuhnya kandidat mana pun yang berlaga di Pilkada Jakarta. Meskipun secara garis instruksi partai politik tempat aktifitas saya mendukung kandidat Foke-Nara, tapi ijinkan saya memberikan apresiasi luar biasa kepada sosok Ahok.

 

Saya yakin, meski hatinya gundah dengan isu SARA, tapi ia tetap bersikap sabar dan mengutamakan ‘hukum kasih’ sebagai seorang penganut Kristen. Sama seperti Henk Ngantung, Ahok berhasil menunjukkan kualitas kepemimpinan dan bukan sebatas ingin diakui sebagai pemimpin.

 

Salam Kompasiana!

Posted via email from Jackson Kumaat

Perwira Muda Polri yang Idealis, Gigih, dan Berani

KPK dan Polri kembali berseteru. Peristiwa ini muncul lagi, setelah setumlah penyidik KPK ‘ditahan’ oleh polisi karena melakukan penggeledahan di Gedung Korlantas Polri Jakarta. Akibatnya, kedua pimpinan harus turun tangan untuk melindungi anak buahnya.

Ingatan saya tentang konflik KPK versus Polri kembali muncul. Kondisi ini mirip kasus yang melibatkan mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji. Saat itu, muncul istilah cicak versus buaya. Bedanya, kasus terbaru ini melibatkan mantan Kaorpslantas Djoko Susilo, yang kini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang.

 

Dalam kasus ini, Djoko ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM). Djoko dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU 31/1999 tentang pemberantasan korupsi terkait penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri sendiri. Aksi polisi muda yang bertugas di institusi KPK ini, sungguh di luar dugaan kita semua. Berbeda dengan Sisno Duadji, baru kali ini KPK langsung menetapkan pejabat kepolisian berpangkat bintang dua (inspektur jenderal). Bagi saya, inilah kemajuan pemberantasan korupsi dan layak mendapat apresiasi dari masyarakat.

 

Nah, persoalan yang tak kalah penting adalah kemauan Polri untuk membersihkan diri dari tikus-tikus kantor. Bersediakah para petinggi Polri mendukung upaya KPK untuk mengusut kasus-kasus korupsi di intenal Polri? Impian yang kita tunggu saat ini adalah keberanian pihak kepolisian untuk mengungkap dan mendukung KPK. Terlebih lagi implementasi janji Kapolri Timur Pradopo dalam melaksanakan pemberantasan tindak kejahatan korupsi, khususnya yang ada di lembaganya. Mari kita bersabar menunggu.

 

Bagi saya, konflik antara KPK dengan Polri dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Konflik antara KPK dengan Polri hanya merupakan kontradiksi turunan dari buruknya sistem hukum di Indonesia yang pada dasarnya menjadi kontradiksi pokok. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama saat ini adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Jadi, taka ada gunanya apabila konflik KPK dengan Polri selesai, tapi di sisi lain, mafia peradilan masih terus berkembang.

 

Oleh sebab itu, saya yakin sistem hukum kita nantinya akan semakin baik, jika aparat penegak hukum dan masyarakat lebih memfokuskan diri pada upaya penegakan supremasi hukum, daripada hanya terlarut pada konflik tersebut. Apalagi, publik dihadapkan pada begitu banyak contoh bagaimana lembaga yang menjalankan hukum secara formal begitu kebal terhadap suara-suara rakyat yang ada di sekitarnya.

 

Dan terakhir, saya beranggapan, langkah perwira-perwira muda Polri yang ditugaskan di institusi KPK, merupakan bukti semangat baru dalam memberantas korupsi. Mereka inilah yang menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia dalam memberantas korupsi, sekaligus menjaga supremasi hokum.

Posted via email from Jackson Kumaat

Jelang Pemilu 2014, SBY Minta Pakar Pangan Bantu Demokrat

Jakarta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta Pakar Pangan untuk membantu Demokrat dalam strategi pemenangan pemilu 2014. SBY meminta agar Pakar Pangan 'menggarap' wilayah petani, buruh dan nelayan.

"Kami mendapat arahan dari Pak SBY untuk membantu Demokrat dalam menangani petani, buruh dan nelayan. Ini adalah strategi pemenangan pemilu 2014," kata Ketua Umum Pakar Pangan Letjen (Purn) M Yasin lewat rilisnya kepada detikcom, Jumat (31/8/2012).

M Yasin diterima oleh SBY di kediamannya di Cikeas, Jawa Barat, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Pada kesempatan itu, SBY menugaskan Pakar Pangan untuk mengelola para pendukung PD dari unsur petani, buruh dan nelayan. 

"Jadi sebenarnya ini bukan tugas baru kami. Kami cuma berganti seragam saja dan dibawah koordinasi Demokrat," kata Yasin.

Nantinya, Pakar Pangan akan menjadi sayap gerakan dari Demokrat bernama menjadi Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD). Penggabungan Pakar Pangan ke partai berlambang mercy itu diputuskan pada Rapat Kerja Nasional Pakar Pangan 2011 di Bali. Padahal pada pemilu 2009 lalu, Pakar Pangan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra untuk mendukung Megawati dan Prabowo.

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

Merapat ke Partai Demokrat, Pakar Pangan Akan Minta Restu SBY

"Restu dari Pak SBY kami perlukan sebagai bentuk komitmen Pakar Pangan untuk mendukung Partai Demokrat pada Pemilu 2014," kata Ketua Umum Pakar Pangan, Letjen (Purn) M. Yasin dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (30/8/2012).

Sebelumnya Pakar Pangan sudah memutuskan bergabung ke PD pada acara Rapat Kerja Nasional Pakar Pangan 2011 di Bali. Dalam acara itu, perwakilan Pakar Pangan di 22 Provinsi menyetujui koalisi dengan PD. 

Pada pemilu 2009 lalu, Pakar Pangan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra untuk mendukung Megawati dan Prabowo. Namun demikian Yasin menepis anggapan, bahwa pihaknya hanya sebatas mencari keuntungan politik dengan berkoalisi ke PD. 

"Kami bergabung dengan PD karena adanya kesamaan program kerja jangka panjang," kata M Yasin.

Ia juga membantah bergabungnya Pakar Pangan menjadi organasasi sayap PD, dikhawatirkan akan menganggu suhu politik di internal masing-masing partai. "Koalisi itu justru akan memperkuat basis massa pendukung. Jadi, ini adalah simbolis mutualisme (saling menguntungkan)," imbuhnya.

Sebelumnya, Yasin juga pernah menjadi trainer para kader dan calon legeslatif DPR RI, menjelang digelarnya Pemilu Legeslatif 2009. Sejak awal berdirinya PD, Yasin memang dikenal dekat dengan SBY, karena perannya membesarkan partai mercy ini di tahun 2002-2008.

Sementara itu, Sekjen Pakar Pangan, Jackson Kumaat mengatakan, koalisi PD dengan Pakar Pangan terjalin melalui komunikasi petinggi partai. Menurutnya, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum telah menyetujui koalisi tersebut, sehingga tinggal menunggu restu dari SBY. 

"Deklarasi koalisi Pakar Pangan dan Demokrat tinggal menunggu waktu saja. Kami tentunya berharap restu dari Pak Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat," ungkapnya.

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

Partai Karya Perjuangan Berasimilasi ke Partai Demokrat

Jakarta: Partai Karya Perjuangan (PKP) yang telah berasimilasi ke dalam Partai Demokrat (PD) sebagai organisasi sayap dengan nama Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD) bersilaturahmi ke kantor DPP-PD, Graha Kramat VII, Jakarta, 1 September 2012. PKP berasimilasi ke dalam Partai Demokrat berdasarkan hasil Rapimnas PKP di Bali tahun 2011

Ketua Umum BKPD Letjen (Purn) H. Muhammad Yasin didampingi Sekjen BKPD Jackson Kumaat beserta jajaran pengurus BKPD diterima Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto yang didampingi Wakil Direktur Eksekutif DPP-PD Bambang Soesanto.

Muhammad Yasin menyampaikan kegembiraannya karena telah diterima dengan sangat terbuka oleh Partai Demokrat. Ia juga menyatakan telah bersilaturahmi ke kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Doktor Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, 31 Agutus 2012.

“Beliau (SBY) menyampaikan kepada kami bahwa Partai Demokrat adalah partai terbuka. Artinya Partai Demokrat menerima siapa saja yang mau bergabung sebagai kader Partai Demokrat, baik itu perorangan atau organisasi politik yang ingin berasimilasi,” Muhammad Yasin menerangkan.

Dalam kesempatan silaturahmi ini, Toto Riyanto mempresentasikan kepada jajaran pengurus BKPD tentang pentingnya aplikasi teknologi informasi ke dalam partai politik supaya dapat menuju partai politik yang modern.

“Kita tidak bisa menghindar dari kemajuan teknologi dunia khususnya di bidang komunikasi dan informasi. Walaupun masyarakat Indonesia masih menjadikan dunia televisi sebagai salah satu media informasi yang utama, tapi dalam beberapa tahun terakhir kecenderungan konsumsi informasi publik di dunia media sosial (internet) cukup meningkat.  Kenyataan ini kami sikapi dengan serius,” kata Toto Riyanto.

Dalam wawancara kepada redaksi web demokrat, Sekjen BKPD Jackson Kumaat menyampaikan bahwa program-program kerja yang akan dilaksanakan BKPD terfokus pada pemenuhan aspirasi,  dan peningkatan kesejahteraan kaum buruh, petani dan nelayan.

“Segmentasi program-program kerja yang akan kami lakukan dalam jangka pendek ini sesuai arahan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Doktor Susilo Bambang Yudhoyono kepada kami,” kata Jackson Kumaat. (omar tara/dik)

 

SUMBER

 

Posted via email from Jackson Kumaat

BKPD Siap Garap Buruh, Tani dan Nelayan untuk Menangkan Demokrat

RMOL. Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD), reinkarnasi dari Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) akan fokus untuk menggarap para buruh, tani dan nelayan. Ini dilakukan agar Partai Demokrat (PD) bisa meraup suara yang signifikan dalam Pemilu 2014. 

BKPD sendiri sudah memutuskan bergabung ke PD pada acara Rapat Kerja Nasional Pakar Pangan 2011 di Bali. Dalam acara itu, perwakilan Pakar Pangan di 22 Propinsi menyetujui koalisi dengan PD. 

Menurut Ketua Umum Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD), Letjen (Purn) M. Yasin di kantornya, Jalan Warung Buncit 9B Jakarta Selatan, untuk memperkuat keyakinan dan kerja-kerja politik, BKPD akan meminta restu dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kami memerlukan restu dari Pak SBY sebagai bentuk komitmen Pakar Pangan untuk mendukung Partai Demokrat pada Pemilu 2014," ungkapnya, hari ini 

Selain itu, Yasin pun menepis anggapan, bahwa pihaknya hanya sebatas mencari keuntungan politik dengan berkoalisi ke PD. 

"Kami bergabung dengan PD karena adanya kesamaan program kerja jangka panjang," kata M Yasin yang pernah menjadi think thank pendirian PD pada 2002.

Ia juga membantah bergabungnya Pakar Pangan menjadi organasasi sayap PD, dikawatirkan akan menganggu suhu politik di internal masing-masing partai. 

“Koalisi itu justru akan memperkuat basis massa pendukung. Jadi, ini adalah simbolis mutualisme," kata Yasin.

Sebelumnya, Yasin juga pernah menjadi trainer para kader dan calon legeslatif DPR RI, menjelang digelarnya Pemilu Legislatif 2009. Sejak awal berdirinya PD, Yasin memang dikenal dekat dengan SBY, karena perannya membesarkan partai mercy ini di tahun 2002-2008.[arp]

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

Dapat Restu SBY, Pakar Pangan Ganti Nama Jadi BKPD

JAKARTA - Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) akhirnya mendapatkan restu dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menjadi salah satu organ sayap partai berlambang mercy itu.
 
Setelah mendapat restu dari SBY, Pakar Pangan pun segera berganti nama menjadi Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD).
 
"Kami mendapat arahan dari Pak SBY untuk membantu Demokrat menangani petani, buruh, dan nelayan. Ini adalah strategi pemenangan Pemilu 2014," terang Ketua Pakar Pangan Letjen (Purn) M Yasin dalam keterangannya di Jakarta Jumat (31/8/2012).
 
Yasin menambahkan, tugas dari organisasi sayap Demokrat ini adalah mengakomodir para pendukung Demokrat dari kalangan buruh, nelayan, dan petani. Bukti keseriusan Pakar Pangan dalam menggarap golongan petani, buruh dan nelayan, terbukti pada Pemilu 2009 lalu dengan menempatkan sebanyak 100 anggota DPRD di propinsi dan kabupaten/kota. BKPD nantinya juga akan melibatkan para anggota dewan pakar pangan.
 
"Jadi sebenarnya ini bukan tugas baru kami. Kami cuma berganti seragam saja dan di bawah koordinasi Demokrat," imbuhnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum merasa optimistis dengan kehadiran BKPD bersama Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2014. "Kehadiran BKPD akan memperkuat basis massa pemilih Demokrat. Ini jadi cita-cita kedua belah pihak," tambahnya.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekjen Pakar Pangan, Jackson Kumaat. Jackson mengatakan, berlabuhnya Pakar Pangan ke Demokrat ialah buah dari komunikasi intensif pimpinan Pakar Pangan dengan Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro.
 
Menurutnya, pihaknya tidak ada komitmen apapun dengan PDI Perjuangan maupun Partai Gerindra. Yasin kata Jackson memang telah dekat dengan SBY, sehingga sama seperi pulang ke rumah.
 
Dia pun tidak cemas bila nantinya akan berhadapan dengan strategi Partai Gerindra yang selama ini melekat dengan golongan petani, buruh, dan nelayan. ”Tidak ada bukti kaum buruh, petani dan nelayan itu bukan milik Partai Gerindra dan PDIP. Jadi, tidak ada masalah jika kami berjuang bersama buruh, petani dan nelayan di Pemilu 2014 mendatang,” pungkas Jackson.
 
Seperti diberitakan, Pakar Pangan bergabung dengan Demokrat berdasarkan keputusan bersama dalam Rapat Kerja Nasional Pakar Pangan pada 2011 silam di Bali.
 
Perwakilan Pakar Pangan di 22 provinsi juga telah setuju Pakar Pangan berkoalisi dengan Demokrat. Pada deklarasi nanti, Pakar Pangan akan berganti nama menjadi Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD).

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

Pakar Pangan Jadi Organisasi Sayap Demokrat

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) melebur ke dalam Partai Demokrat. Selanjutnya, Pakar Pangan menjadi organisasi sayap Partai Demokrat (PD) dengan nama Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD). Pilihan ini diambil karena jajaran pengurus partai merasa tak sanggup memenuhi persyaratan administratif di 33 provinsi Indonesia.

"Kami mendapat arahan dari Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk membantu Demokrat dalam menangani petani, buruh, dan nelayan. Ini adalah strategi pemenangan Pemilu 2014," ujar Ketua Umum Pakar Pangan Letjen (Purn) M Yasin dalam siaran pers yang diterima KOMPAS.com, Jumat.

"Kami akan mulai bekerja setelah BKPD dideklarasikan dalam waktu dekat," tambah Yasin.

Menurut dia, peran tersebut tidak membebani organisasinya. Pasalnya, ia menyatakan, Pakar Pangan pada Pemilu 2009 telah menggarap petani, buruh, dan nelayan. Kalangan tersebutlah yang menjadi mayoritas dari 100 anggota DPRD Pakar Pangan saat ini, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Jadi sebenarnya ini bukan tugas baru bagi kami. Kami cuma berganti seragam saja dan di bawah koordinasi Demokrat," kata Yasin.

Sekjen Pakar Pangan Jackson Kumaat menambahkan, koalisi Pakar Pangan ke Demokrat merupakan hasil komunikasi antara pimpinan Pakar Pangan dan Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro.

Posted via email from Jackson Kumaat

SBY restui BKPD organisasi sayap Demokrat

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) sebagai organisasi sayap Partai Demokrat (PD). 

Ketua Umum Pakar Pangan Letjen (Purn) M Yasin dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat, menyatakan, dengan bergabungnya Pakar Pangan ke Demokrat, maka Pakar Pangan akan mengubah nama menjadi Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD).

"Kami mendapat arahan dari Pak SBY untuk membantu Demokrat dalam menangani petani, buruh dan nelayan. Ini adalah strategi pemenangan pemilu 2014," kata M Yasin kepada pers usai bertemu dengan SBY di kediaman pribadi Puri Cikeas (31/8).

Dia mengatakan, SBY menugaskan BKPD untuk mengelola para pendukung PD dari unsur petani, buruh dan nelayan. "Kami akan mulai bekerja setelah BPKD resmi dideklarasikan dalam waktu dekat ini," katanya.

Menurut Yasin, Pakar Pangan pada Pemilu 2009 serius menggarap petani, buruh dan nelayan, yang memiliki sekitar 100 anggota DPRD di propinsi dan kabupaten/kota. Sehingga sebagai organisasi sayap PD, maka BKPD akan melibatkan para anggota dewan dari Pakar Pangan.

"Jadi sebenarnya ini bukan tugas baru kami. Kami cuma berganti seragam saja dan dibawah koordinasi Demokrat," kata Yasin yang parpolnya pernah mendukung Megawati-Prabowo sebagai capres 2009 lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyambut baik kehadiran Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) ke dalam partai berlambang mercy. 

Dengan penggabungan tersebut, katanya, maka Pakar Pangan akan menjadi organisasi sayap Demokrat, bernama Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD).

"Kami tentunya menyambut baik BKPD sebagai sayap ormas Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2014," ujar Anas.

"Kehadiran BKPD akan memperkuat basis massa pemilih Demokrat. Ini jadi cita-cita kedua belah pihak," katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

Demokrat Jadikan BKPD Organisasi Sayap

VIVAnews - Partai Demokrat resmi menerima Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD) sebagai organisasi sayap. Organisasi yang sebelumnya bernama Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) itu akan ditugasi mengurusi petani.

"Kami mendapat arahan dari Pak SBY untuk membantu Demokrat dalam menangani petani, buruh dan nelayan. Ini adalah strategi pemenangan pemilu 2014," kata Ketua Umum Pakar Pangan, Letjen (Purn) M. Yasin di Jakarta, Jumat 31 Agustus 2012.

Yasin menjelaskan, BKPD ditugaskan mengelola para pendukung Demokrat dari unsur petani, buruh dan nelayan. "Kami akan mulai bekerja setelah BPKD dideklarasikan dalam waktu dekat," kata Yasin.

Menurut Yasin, Pakar Pangan pada Pemilu 2009 serius menggarap petani, buruh dan nelayan, sehingga memiliki sekitar 100 anggota DPRD di provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga sebagai organisasi sayap PD, BKPD akan melibatkan para anggota dewan Pakar Pangan.

"Jadi sebenarnya ini bukan tugas baru kami. Kami cumi berganti seragam saja dan di bawah koordinasi Demokrat," kata Yasin yang parpolnya pernah mendukung Megawati-Prabowo sebagai capres 2009 lalu.

Sementara, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyambut baik kehadiran Pakar Pangan ke dalam Demokrat. Dengan penggabungan tersebut, maka Pakar Pangan akan menjadi organisasi sayap Demokrat, bernama BKPD. 

"Kami tentunya menyambut baik BKPD sebagai sayap ormas Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2014," kata Anas. "Kehadiran BKPD akan memperkuat basis massa pemilih Demokrat. Ini jadi cita-cita kedua belah pihak."

Sebelumnya, Pakar Pangan ini sudah memutuskan bergabung dengan Demokrat pada 2011. Padahal pada pemilu 2009 lalu, Pakar Pangan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra untuk mendukung Megawati dan Prabowo.

Di kesempatan yang sama, Sekjen Pakar Pangan, Jackson Kumaat, mengaku koalisi Pakar Pangan ke Demokrat merupakan hasil komunikasi antara pimpinan Pakar Pangan dan Ketum Demokrat Anas serta Sekjen Edhie Baskoro.

"Selama ini kita tidak ada komitmen apapun dengan PDI Perjuangan dan Gerindra. Pak Yasin juga sejak dulu dekat dengan SBY. Jadi ini seperti pulang ke rumah saja," kata Jackson.

Menurut Jackson, pihaknya tidak mempersoalkan jika koalisi dengan PD akan berhadapan dengan strategi Partai Gerindra yang selama ini sudah menggarap petani, buruh dan nelayan. Ia mengklaim, Pakar Pangan selama ini sudah menjalin komunikasi dengan organisasi-organisasi yang menjadi wadah buruh, petani dan nelayan.
 
"Tidak ada bukti kaum buruh, petani dan nelayan itu milik Partai Gerindra dan PDIP. Jadi, tidak ada malasalah jika kami berjuang bersama buruh, petani dan nelayan di Pemilu 2014 mendatang," tandas dia.

 

SUMBER

Posted via email from Jackson Kumaat

KNPI Safari Ramadan di Ternate Tanjung

Manado-Pengurus DPD I KNPI Sulawesi Utara (sulut) menggelar safari Ramadan di Kelurahan Ternate Tanjung Kelurahan, Kecamatan Singkil, Kamis (16/8) malam.Ketua DPP Ikatan Mahasiswa (IMM), Moch Syahrul HS memberikan apresiasi kegiatan ini.

“Kegiatan ini akan makin mempererat kerukunan umat beragama di nyiur melambai. Muhammadiyah terbuka dengan semua organisasi. Dan kami ucapkan terima kasih atas Safari Ramdan,” ucap Syahrul.

Camat Singkil Drs Hery Saptono menuturkan selama periodenya memimpin kecamatan ini, baru pertama kali ada Safari Ramadan yang digagas sebuah organisasi. “Kami inginkan agar kerukunan tetap dijaga dengan kegiatan seperti ini,” katanya.

Ketua DPD I KNPI Sulut,  menuturkan, cara Safari Ramadan sudah dilaksanakan mereka sejak dua minggu lalu. Sudah ada 47 OKP Islam yang ikut dengan KNPI dalam Safari Ramadan.

“KNPI berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan nasional khsusnya di Sulut. Ke depa banyak kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan yang akan kami laksanakan,” ucap Staf Ahli Khusus Bidang Investasi gubernur Sulut ini. (cci)

sumber

Posted via email from Jackson Kumaat

Sutjipto Loho: Pemuda Muslim Apresiasi Jacko

Manado – Adanya Sejumlah tokoh  mengecam sikap kurang bertoleransi dari Ketua , Jackson Kumaat mendapat bantahan tegas dari Wakil Ketua Pemuda Muslim Sulut, . Menurutnya kecaman yang datang tersebut tidak mewakil pemuda Muslim.

“Paling itu hanya satu atau dua orang saja yang berkata demkian, tapi secara organisasi kami tidak. Kami menyatakan tetap mendukung kiprah Jackson Kumaat di KNPI Sulut dan memberikan apresiasi,” ucapnya, Senin (20/8)

Sutjipto Loho mengatakan kegiatan safari Ramadan yang dilaksanakan KNPI Sulut terbukti sudah memupuk persaudaraan diantara warga di nyiur melambai.

“Baru kali ini KNPI menyelenggarakan safari Ramadan. Ini merupakan kegiatan positif dan akan menjaga kerukunan di Sulut,” tambahnya.

Diutarakannya Pemuda Muslim Sulut mendukung penuh kiprah Staf Ahli Khusus Gubernur Sulut ini. “Jacko akan sangat berperan bagi kemajuan pemuda,” katanya.

Apalagi katanya kegiatan safari Ramadan hanya menggunakan dana pribadi. “Ketua KNPI Sulut dan pengurus lainnya sudah berkorban tenaga, waktu, dan uang untuk menjaga kerukunan,” tukas Loho.(cci)

sumber

Posted via email from Jackson Kumaat

Jackson Kumaat Hadiri Upacara di Kantor Gubernur

Manado-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Pemuda Indonesia (KNPI)  hadir dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi  ke 67 di Kantor Gubernur, Jumat (17/8). Jacko datang pukul 8.30 Wita.

Bersamaan dengan itu datang juga pengurus DPD KNPI yang lain diantaranya Benny Tenda, Affan Mokodongan. Semua pengurus memakai seragam kemeja biru.

Selain Jacko, upacara bendera dihadiri juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Meiva Salindeho, mantan Bupati Talaud, Frits Tumimbang. Kemudian Asisten 1 Pemprov Sulut, Mecky Onibala dan sejumlah pejabat eselon lainnya. Dari informasi yang diterima beritamanado.com upacara rencananya akan dimulai pukul 10.00 Wita.(cci)

Posted via email from Jackson Kumaat

Jacko Berikan Bantuan Tiga Panti Asuhan di Bitung

BITUNG (BK): KNPI Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan, Jackson Kumaat (Jacko) selalu mengedepankan kebersamaan dalam setiap momentum. Rabu kemarin, pengurus KNPI melakukan safari ramadan di Kota Bitung. Jacko memberikan bantuan ke tiga panti asuhan di kota Bitung Rp 15 juta.

 

Hadir pada acara buka puasa bersama, yaitu Wakil Walikota Bitung, J Lomban, Kapolresta Bitung, Satake Bayu, Wakil Ketua DPRD Bitung, Maurits Mantiri.

 

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Benny Tenda, mengatakan, Ketua DPD I KNPI Sulut, Jacko lebih memprioritaskan program kemasyarakatan terutama dalam menjaga kerukunan. 

 

Safari ini sudah dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Kota Manado dan beberapa kabupaten dan kota lainnya di Sulut


sumber

Posted via email from Jackson Kumaat

Orang Kristen Pernah Jadi Gubernur Jakarta

Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) kini dipakai untuk kampanye politik pemilihan (Pilkada) gubernur DKI Jakarta. Padahal sejarah mencatat, putra asal Minahasa beragama Kristen, pernah menjadi wakil gubernur sekaligus gubernur di periode 1960-1965.

Saya sengaja menulis ini, untuk menepis anggapan seniman Rhoma Irama pendukung Foke-Nara, yang menyatakan pemimpin daerah harus beragama Islam. Kita semua tahu, bahwa pernyataan Bang Haji itu ditujukan ke Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang merupakan cawagub pendamping Jokowi. Ahok adalah pria asal Bangka-Belitung keturunan Tionghoa yang beragama Kristen.

Gubernur yang saya bahas adalah Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau biasa disebut Henk Ngantung. Presiden Soekarno mengangkat Henk Ngantung menjadi Gubernur DKI Jakarta karena ingin Jakarta menjadi kota yang berbudaya. Saat itu, memang calon gubernur tidak mengikuti Pilkada, karena ditunjuk langsung oleh presiden.

Di saat Henk Ngantung menjadi wakil gubernur Jakarta, di tempat asalnya Sulawesi Utara (Sulut), AA Baramuli menjadi gubernur. Bahkan, provinsi Sulut yang kala itu mayoritas beragama Kristen pun, pernah dipimpin oleh gubernur beragama Islam, yakni Abdullah Amu yang menjabat pada periode 1966-1967. Sulut memang hingga kini dikenal sebagai provinsi yang pluralis, sehingga nyaman bagi setiap pendatang dan kalangan investor dari manapun.

Terlepas dari pro-kontra prestasi Henk Ngantung sebagai gubernur di waktu menjabat, saya ingin memberi apresiasi kepadanya, karena mampu menjadikan Jakarta sebagai daerah yang pluralis. Sayangnya, beliau ‘terjebak’ pada krisis ekonomi negara dan konflik politik yang melibatkan PKI.

Bagi saya, Henk Ngantung telah mencatat sejarah di negeri ini, bahwa pemimpin itu tak harus hadir dari kelompok mayoritas. Ia berhasil mewujudkan sosok gubernur yang berwibawa tanpa harus melakukan korupsi. Henk Ngantung yang pernah dituduh PKI dan dijebloskan ke penjara, tidak pernah menggugatnya ke pengadilan di masa orde baru dan reformasi.

Dan terakhir, sebagai uji objektifitas tulisan saya ini, saya mendukung sepenuhnya kandidat mana pun yang berlaga di Pilkada Jakarta. Meskipun secara garis instruksi partai politik tempat aktifitas saya mendukung kandidat Foke-Nara, tapi ijinkan saya memberikan apresiasi luar biasa kepada sosok Ahok.

Saya yakin, meski hatinya gundah dengan isu SARA, tapi ia tetap bersikap sabar dan mengutamakan ‘hukum kasih’ sebagai seorang penganut Kristen. Sama seperti Henk Ngantung, Ahok berhasil menunjukkan kualitas kepemimpinan dan bukan sebatas ingin diakui sebagai pemimpin.

sumber

Posted via email from Jackson Kumaat

Safari Ramadhan KNPI Sulut Ditanggapi Positif OKP Islam

BOLMONG (BK) : DPD KNPI Sulawesi Utara menggelar Safari Ramadhan yang sebagai program silahturahmi antar kader dalam organisasi maupun dengan masyarakat, utamanya dengan masyarakat Muslim yang sementara menjalankan puasa. 

"Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 4 Agustus dan nantinya akan berakhir pada 17 Agustus mendatang sekaligus dengan acara puncak peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI," kata Ketua KNPI Sulut Jackson Kumaat.

Ia menyatakan, Sulut dikenal sebagai daerah yang rukun dan damai sehingga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia, oleh DPD KNPI Sulut dimaksimalkan melalui kegiatan Safari Ramadhan agar semakin nyata kerukunan antar umat beragama.  

Secara terpisah OKP Syarikat Islam yang juga berada dalam naugan KNPI memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan KNPI Sulut ini.

Seperti yang disampakan Husain dari OKP Syarikat Islam. Diutarakannya, Safari Ramadan yang digelar KNPI Sulut akan berdampak kepada perdamaian.

"Ini merupakan kegiatan yang bagus dan kami apresiasi itu," ucapnya, demikian yang dilansir beritakawanua.com melalui tribun manado,  Minggu (18/8/2012).

Ditambahkan Husain, KNPI di bawah kepimimpinan Jackson Kumaat bisa merangkut semua pemuda Sulut. "Ia penuh dengan antusias untuk menjadikan daerah ini khsusunya pemuda Sulut lebih baik," katanya.

Aditya Moha, Tokoh Pemuda Sulut menuturkan kegiatan Safari Ramadan merupakan inisiatif yang bagus untuk terus menjaga kerukunan. "Daerah kita dikenal sebagai daerah yang majemuk. Semoga kerukunan tetap dijaga terus diantaranya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini," tukas pengurus DPP KNPI Pusat ini.

Lebih lanjut, Jackson Kumaat atau akrab disapa Jacko mengutarakan, saat ini Safari Ramadan KNPI Sulut sudah digelar di beberapa kabupaten dan kota. "Di antaranya Bolmong, Kotamobagu, Bitung, dan Bolaang Mongondow Timur," ucap pengusaha muda ini. Saat ini semua OKP muslim yang ikut bersama-sama dalam sarai Ramadan tersebut berjumlah 42 OKP. 

Posted via email from Jackson Kumaat

Pemuda Muslim Sulut Dukung Penuh Jackson Kumaat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Pengurus Pemuda Muslim Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan dukungan penuhnya kepada kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I KNPI Sulut dibawah komando Jackson Kumaat. Melalui wakil ketuanya Sutjipto Loho mengatakan kegiatan safari Ramadan memupuk persaudaraan diantara warga di nyiur melambai.

"Baru kali ini KNPI menyelenggarakan safari Ramadan. Ini merupakan kegiatan positif dan akan menjaga kerukunan di Sulut," ucap Loho kepada Tribun Manado, Senin (20/8).

Diutarakannya Pemuda Muslim Sulut mendukung penuh kiprah Staf Ahli Khusus Gubernur Sulut ini. "Jacko akan sangat berperan bagi kemajuan pemuda," katanya.

Apalagi katanya kegiatan safari Ramadan hanya menggunakan dana pribadi. "Ketua KNPI Sulut dan pengurus lainnya sudah berkorban tenaga, waktu, dan uang untuk menjaga kerukunan," tambah Loho menutup perbincangan.(dru)

Posted via email from Jackson Kumaat