<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586</id><updated>2012-01-16T16:13:53.979+07:00</updated><category term='Politik'/><title type='text'>JACKSON KUMAAT</title><subtitle type='html'>Anak muda biasa yang selalu berharap ada perbaikan hidup bangsa dan negara, melalui dunia politik dan tulisan-tulisan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>172</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7208618795433703098</id><published>2012-01-16T16:13:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:13:53.990+07:00</updated><title type='text'>Satu Jam di Markas FIFA</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;SEBUAH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;kehormatan dalam hidup saya, Presiden FIFA&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.fifa.com/aboutfifa/federation/president/biography.html" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Joseph S Blatter&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menerima&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/258443/fifa-berharap-sepak-bola-indonesia-tak-kisruh" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;kunjungan rombongan asal Sulawesi Utara&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Sulut), Kamis jam 15.30 waktu setempat. Berlokasi di markas FIFA di Zurich Swiss, Blatter dan Wakil Presiden FIFA Michel Platini, menerima kedatangan kami dengan ramah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya saya tak ingin menulis tentang kegiatan kami di markas FIFA. Tapi lantaran sejumlah kawan dan jurnalis di Jakarta mendorong saya untuk menulis laporan perjalanan kami, maka akhirnya saya turuti. Apalagi mereka setengah mengancam akan menyamai saya seperti&amp;nbsp;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/05/2301-orang-pintar-dan-16-orang-tolol/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Anggota Dewan yang doyan studi banding&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tapi okelah, lagipula saat ini saya sedang dalam suasana santai di lobi sebuah hotel yang menyuguhkan panorama alam.&amp;nbsp;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, keinginan untuk menulis pun muncul.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya dan beberapa pengurus PSSI Pengda Sulut, memang sudah merencanakan pertemuan tersebut. Target kami sebenarnya menawarkan kerja sama dengan FIFA untuk menyediakan tenaga terlatih dan fasilitas olah raga. Kebetulan, saya ditugasi oleh Gubernur Sulawesi Utara Pak Sinyo Sarundajang, untuk membantu pembangunan infrastruktur &amp;lsquo;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/05/13/satu-jam-di-markas-fifa/www.sulut.go.id" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Bumi Nyiur Melambai&lt;/a&gt;&amp;rsquo;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya, tak akan sulit menemui Pak Blatter. Apalagi sebelumnya, kami sudah mengirim surat via email, tentang rencana kunjungan rombongan dari Sulut. Singkat cerita, menjelang sore, sekretaris Pak Blatter mempersilakan kami menunggu di ruang tamu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tak sampai 10 menit, Pak Sepp Blatter datang, diikuti di belakangnya Pak Michel Platini. Kami semua tersenyum sumringah. Apalagi sahabat saya Fabian, merupakan penggemar Platini, yang pernah menjadi pemain sepakbola asal Prancis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pembicaraan kami berlangsung secara informal, jadi tak ada seremoni. Pihak FIFA juga sebelumnya telah menerima laporan tentang maksud kunjungan kami, sebagai Staf Khusus bindang Investasi Gubernur Sulawesi Utara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pak Blatter tampaknya sudah mengetahui kondisi sepakbola di Tanah Air. Di mulai dari polemik di tubuh PSSI sejak dipimpin Nurdin Halid, hingga belum jelasnya status kepemimpinan PSSI saat ini. Beliau juga bercerita tentang kemajuan sepakbola di negara-negara berkembang, hingga kasus korupsi di club sepak bola di Eropa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam paparannya, Pak Blatter menyambut baik setiap upaya memajukan sepakbola. Baginya, sepakbola adalah sebuah industri ekonomi yang harus ditangani dengan baik. &amp;rdquo;Mau tak mau, sepak bola itu adalah industri karena membutuhkan pihak-pihak terkait,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Organisasi sepakbola dunia ini berharap Indonesia segera mengembangkan industri sepakbola, karena sepakola di Tanah Air dinilai memiliki potensi yang sangat besar. FIFA juga menjanjikan pengembangan pemain-pemain muda Indonesia, apabila Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bisa stabil dan lepas dari kekisruhan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Menurut Blatter, potensi industri sepakbola Indonesia sangat besar, jika dapat dijalankan dengan baik.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Namun demikian, untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan industri sepakbola di Indonesia harus ada syaratnya. Salah satunya adalah kondisi sepakbola nasional harus stabil, sehingga program-program pengembangan bisa dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Presiden FIFA kepada kami mengaku sangat memperhatikan perkembangan sepakbola di Indonesia. Karena itu mereka sangat menyayangkan PSSI tidak kunjung menyelesaikan masalahnya. &amp;rdquo;Kuncinya: jangan sampai kisruh lagi,&amp;rdquo; kata Blatter, dengan nada sedih.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Memang dalam beberapa bulan terakhir, masalah di PSSI belum juga kunjung selesai. Meski sudah dibentuk Badan Normalisasi PSSI, pergantian pengurus sampai saat ini belum menemui titik terang.&lt;/p&gt;  &lt;div class="img310" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;img class="alignright" title="Komite Normalisasi (Foto: Kompas)" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/13/0718353p.JPG" height="191" alt="" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 2px; margin-left: 7px; display: inline; padding: 4px;" width="373" /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tapi yang jelas, pembicaraan kami tak masuk ke &amp;lsquo;ranah politik&amp;rsquo;. Akhir-akhir ini memang masalah PSSI sedang disorot publik Tanah Air, setelah FIFA memutuskan untuk&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2011/05/12/22320842/FIFA.Rombak.Komite.Normalisasi." style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;merombak susunan Komite Normalisasi dengan mengganti lima anggotanya&lt;/a&gt;. Perombakan ini terjadi karena FIFA menilai lima anggota Komite Normalisasi berafiliasi kepada Liga Primer Indonesia. Surat yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke tersebut kabarnya ditujukan kepada Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar. Komite Normalisasi yang diketuai Agum Gumelar terdiri dari tujuh anggota, yakni Djoko Driyono, Dityo Pramono, Siti Nurzanah, Sukawi Sutarip, Samsulashar, FX Hadi Rudyatmo, dan Satim Sofyan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Ini sekaligus menjawab pertanyaan teman jurnalis di Jakarta yang beberapa jam lalu genjar mengirim pesan singkat SMS, tentang kehadiran saya di markas FIFA. &amp;rdquo;Tenang aja Mas. Saya saat ini gak ada niat masuk bursa Ketua Umum PSSI kok. Btw, lebih baik BBM-an aja, SMS kan kena roaming. Hehehe,&amp;rdquo; begitu SMS saya terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dan yang teringat dalam pertemuan tersebut, tentang komitmen FIFA dalam mengembangkan masa depan sepakbola nasional, termasuk di Sulut. Pak Blatter pun tampaknya mengamini. Pihak FIFA dan beberapa club raksasa seperti Barcelona dan Chelsea, memiliki agenda kerja mengunjungi Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Terakhir, sebelum sesi foto bersama dengan Pak Blatter dan Pak Platini, kami mempersilakan FIFA menjalin kerja sama yang lebih khusus, seperti mendirikan sekolah sepakbola dan membantu penyediaan sarana olah raga sepakbola. &amp;rdquo;Jangan lupa memasukkan Indonesia dalam agenda tuan rumah Piala Dunia ya Pak,&amp;rdquo; begitu kira-kira canda saya menutup diskusi yang diiringi derai tawa&lt;em&gt;&lt;strong&gt;.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile4.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/vCfyJiftqxIjgAvkwxEvwvghotBeivpABAuHaEAscDisuAFbpzFEbwCjJyrl/1305280473542964569.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="1305280473542964569" height="250" src="http://getfile2.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/vCfyJiftqxIjgAvkwxEvwvghotBeivpABAuHaEAscDisuAFbpzFEbwCjJyrl/1305280473542964569.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/satu-jam-di-markas-fifa"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7208618795433703098?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7208618795433703098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7208618795433703098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7208618795433703098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7208618795433703098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/satu-jam-di-markas-fifa.html' title='Satu Jam di Markas FIFA'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4814360995207951691</id><published>2012-01-16T16:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:12:39.990+07:00</updated><title type='text'>Ternyata, Website Termahal di Dunia Ada di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;SAYA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;terkejut bukan kepalang, setelah mengetahui adanya anggaran sebesar Rp 8,4 miliar per tahun untuk pemeliharaan website DPR RI. Malah, ada biaya sebesar Rp 1,3 miliar pada tahun 2010 yang ditujukan untuk biaya pemeliharaan situs&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dpr.go.id/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;www.dpr.go.id&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Lho, apa bedanya website dan situs DPR? Memangnya ada dua website DPR?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pertanyaan tersebut muncul dipikiran saya setelah membaca berita &amp;lsquo;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/11/09455277/Miliaran.Rupiah.untuk.IT.DPR" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Miliaran Rupiah untuk IT DPR&lt;/a&gt;&amp;rsquo;. Isinya adalah komentar dari Mas Roy. Tapi ini bukan Mas&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/11/08444211/Roy.Siap.Buka-bukaan.soal.Proyek.IT.DPR" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Roy Suryo yang ngumbar janji bakal bongkar data IT DPR&lt;/a&gt;. Di tulisan yang saya ulas ini adalah berita Mas Roy Salam, Peneliti dari Indonesia Budget Centre (IBC), konon punya data dari Sekretariat Jenderal DPR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Menurut Roy Salam, terdapat pula pos anggaran pengembangan sistem informasi (IT) dengan total anggaran Rp 9,35 miliar. Pecahan dari anggaran ini adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;1. Pembangunan dan pengembangan IT:&lt;br /&gt;- belanja honor Rp 491,73 juta&lt;br /&gt;- belanja barang operasional Rp 206,25 juta&lt;br /&gt;- belanja bahan Rp 174,24 juta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;2. Seminar dan lokakarya:&lt;br /&gt;- anggaran biaya perjalanan dinas dalam negeri Rp 35,38 juta&lt;br /&gt;- perjalanan dinas luar negeri Rp 226,35 juta&lt;br /&gt;- belanja jasa Rp 207 juta&lt;br /&gt;- belanja barang Rp 7,92 juta&lt;br /&gt;- belanja modal, peralatan, dan mesin Rp 6,6 miliar&lt;br /&gt;- belanja modal fisik lainnya Rp 1,34 miliar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Wow, ini angka fantastis untuk pengembangan IT parlemen di dunia! Mungkin baru di Indonesia yang memiliki anggaran demikian besar. Yang saya tahu, pengembangan IT dan website di luar negeri tak memakan biaya yang besar. Kecuali IT militer dan lingkungan istana yang bisa jadi membutuhkan penanganan khusus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bisa jadi, data ini tak terbongkar jika tak ada insiden&amp;nbsp;&lt;a href="mailto:komisi8@yahoo.com" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;komisi8@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;saat studi banding rombongan Anggota DPR di Australia beberapa waktu lalu. Di tulisan saya sebelumnya, saya menyebut &amp;lsquo;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/05/2301-orang-pintar-dan-16-orang-tolol/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;2.301 Orang Pintar dan 16 Orang Tolol&lt;/a&gt;&amp;rsquo;. Ternyata,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/10/14573397/.E-Mail.Resmi.DPR.Belum.Banyak.Digunakan" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;banyak anggota Dewan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/05/17593665/Anggota.DPR.Tak.Punya.Akun.dpr.go.id." style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;tak memiliki surat elektronik email resmi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari DPR. Yang jelas, mata publik kini terbuka lebar, betapa borosnya dana yang dikelola dan dimainkan oleh Anggota Dewan Yang Terhormat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya pernah berurusan dengan penanganan website kantor, dan biayanya ternyata tak mencapai puluhan juta. Apalagi di zaman canggih begini, perusahaan di Jakarta tak perlu membeli perangkat komputer server yang harganya termurah mencapai Rp 15 juta. Cukup dengan sewa server yang ditanani oleh perusahaan IT dan sewa tenaga operasional IT, website tetap aman. Email pun terjamin aman kerahasiaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Entah karena tak paham IT atau justru malah terlalu pintar terhadap manfaat IT, angka fantastis itu muncul dalam anggaran DPR tahun 2010. Mudah-mudahan, kalangan DPR bisa sadar jika mengetahui adanya kekeliruan tersebut. Dan untuk tim audit BPK, semoga di masa yang akan datang lebih teliti lagi memeriksa alokasi keuangan dan mengecek langsung keberadaan barang atau jasa dimaksud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dan terakhir, semoga kasus dana anggaran IT DPR ini bisa dituntaskan secara proporsional. Jika ada yang bermain, silakan aparat penegak hukum bertindak. Dan jika memang karena keluguan kalangan DPR mengelola IT, ada baiknya mengaku saja. Tak perlu malu-malu belajar membuka website DPR dan mengirim email ke konstituen. Malah kalau boleh, sewaktu-waktu silakan&amp;nbsp;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2011/05/09/ganti-studi-banding-jadi-teleconference/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;teleconference saja ke luar negeri&lt;/a&gt;, tanpa harus studi banding yang biayanya lumayan mahal.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile6.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/pCxoljqumjFfuEmwmuymGDDroEnwIJkihbjnJFJIgEtGvfDulqjhaixCezzd/1305107480341710956.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="1305107480341710956" height="250" src="http://getfile4.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/pCxoljqumjFfuEmwmuymGDDroEnwIJkihbjnJFJIgEtGvfDulqjhaixCezzd/1305107480341710956.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ternyata-website-termahal-di-dunia-ada-di-ind"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4814360995207951691?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4814360995207951691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4814360995207951691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4814360995207951691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4814360995207951691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/ternyata-website-termahal-di-dunia-ada.html' title='Ternyata, Website Termahal di Dunia Ada di Indonesia'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8352878941285285190</id><published>2012-01-16T16:09:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:09:54.840+07:00</updated><title type='text'>Promosi Pariwisata sambil Bernyanyi</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;AKHIR&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pekan lalu bertempat di Wisma Duta Besar (Dubes) Indonesia di Tilden Street, 2700, Washington DC, Amerika Serikat, menjadi saksi suka cita Indonesia di Negeri Paman Sam. Malam itu, Dubes Dino Patti Djalal menggelar santap malam bersama warga Sulawesi Utara (Sulut) yang dihadiri oleh sejumlah perusahaan ternama di AS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Adalah Dino Patti Djalal bertindak sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator acara ramah-tamah Indonesia-AS. Sebelumnya memang sudah direncanakan, kami rombongan dari Sulut mengadakan pertemuan informal, dalam rangkaian forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Montana, AS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Gubernur Sulawesi Utara DR SH Sarundajang yang ditugaskan sebagai utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Forum APEC itu, berupaya mempromosikan daerahnya, meski acara belum dimulai. Gubernur duduk di deretan depan didampingi Menteri Perdagangan&amp;nbsp;Mari Pangestu, Dubes RI Dino Patti Djalal dan Istri Rosa Rai Djalal. Di antara para tamu penting Dubes Dino Djalal, hadir juga mantan Dubes AS di Indonesia Cameron Humme, sejumlah duta besar asing di AS, dan berbagai perwakilan perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia, seperti Connoco Philips dan Freeport. Selain itu, juga hadir puluhan pengusaha dan diplomat di Washington DC.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Ternyata Dino Patti Djalal sudah tahu &amp;lsquo;serangan fajar&amp;rsquo; tersebut. Dalam kata sambutannya, Dino buru-buru memperkenalkan Sulut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;rdquo;Keindahan taman laut Bunaken, kata Dubes Dino, merupakan warisan terbaik dunia yang ada di Sulawesi Utara. Malam ini kita akan menyaksikan keindahan lain Sulut dalam kemasan lagu-lagu yang akan dibawakan Paduan Suara Gema Sangkakala yang telah memenangkan medali emas pada Olympic Choir di Reno, Amerika Serikat,&amp;rdquo; kata Dino Pati Djalal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya dan mungkin seluruh undangan yang hadir, dibuat kagum oleh penampilan paduan suara &amp;lsquo;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Gema-Sangkakala-Choir-USA-Worship-Concert-2011/204747489536423" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Gema Sangkakala Choir&lt;/a&gt;&amp;rsquo; dengan berbagai kombinasi lagu. Setiap lagu dibawakan membuat hadirin&amp;nbsp;terkesima. Mereka tampak serius menyaksikan kemampuan olah vocal Gema Sangkakala yang sudah memiliki rekor dunia.Salah satu cuplikan lagu yang dibawakan, ada&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=mU1WttVhvGU&amp;amp;feature=related" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;di sini&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebelumnya pada 5-8 Mei yang lalu di&amp;nbsp;&lt;a href="http://manado.tribunnews.com/2011/05/08/gema-sangkakala-sabet-medali-emas-dan-perak" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Festival The American International Choral Festival Reno Tahoe Nevada&lt;/a&gt;, Amerika Serikat, &amp;lsquo;Gema Sangkakala&amp;rsquo; meraih merail gold medal (emas) pada kategori Mixed Choir&amp;nbsp;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span&gt;dan silver medal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;pada kategori Musica Sacra. Paduan suara ini membawakan empat lagu pada kategori mixed choir, yakni&amp;nbsp; Lux Arumque, Crucifixus, Ubundlied, dan Flight of the Bumblle Bee. Kemudian, pada kategori Musica Sacra, empat lagu yang dipanggungkan, ialah Chistus Factus Esy, Gloria 3, Verlai Uns Friden dan Sanctus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Gubernur mengambil kesempatan dengan tampil&amp;nbsp;ke panggung dan mempersembahkan lagu &amp;lsquo;Sio Mamae&amp;rsquo;.&amp;nbsp;Sebenarnya ini adalah lagu dari Ambon. Tapi karena ada kedekatan bahasa Ambon dan Manado, maka lagu ini cukup familiar di Sulut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;rdquo;Saya berharap hubungan ini akan terus berlanjut, karena kami memiliki lebih banyak keindahan dan keunggulan lainnya yang pasti anda tertarik untuk melihatnya,&amp;rdquo; kata Gubernur. Perkataan ini langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dubes Dino Pati Djalal sepertinya terlihat puas dan menyampaikan apresiasi atas penampilan Sulut. Dalam wawancara dengan beberapa jurnalis usai acara itu, Dubes berjanji akan segera merancang forum bisnis dan investasi bagi Sulut dan dalam waktu dekat akan membawa sejumlah investor langsung ke Sulut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bagi saya, tampaknya nyanyian menjadi salah satu trik baru untuk mempromosikan pariwisata. Dengan bernyanyi, tersirat nilai-nilai kedamaian dan suka cita pada setiap pribadi manusia. Faktor itulah yang bisa meyakinkan para investor bahwa Sulut dan Indonesia ramah terhadap pendatang dan tentunya, investasi.[[posterous-content:pid___0]]&lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/promosi-pariwisata-sambil-bernyanyi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8352878941285285190?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8352878941285285190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8352878941285285190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8352878941285285190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8352878941285285190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/promosi-pariwisata-sambil-bernyanyi.html' title='Promosi Pariwisata sambil Bernyanyi'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-2030576317559392658</id><published>2012-01-16T16:07:00.003+07:00</published><updated>2012-01-16T16:07:10.708+07:00</updated><title type='text'>Anti-Korupsi, Kunci Kehadiran Investor Asing</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;SULAWESI UTARA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(Sulut) mendapat kehormatan sebagai perwakilan provinsi di Indonesia dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang berlangsung di Montana Amerika Serikat. Salah satu faktor diikut-sertakannya Sulut dalam rombongan delegasi RI di APEC, yakni predikat Sulut sebagai provinsi yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam penyelenggaraan pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/04/05/ketika-sulut-raih-penghargaan-dari-bpk/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;tulisan saya sebelumnya&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;mengutip berita Koran Kompas, hingga saat ini hanya ada&amp;nbsp;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03330233/15.daerah.dapat.opini.wajar.tanpa.pengecualian" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;15 daerah di Indonesia yang laporan keuangannya mendapat opini wajar tanpa pengecualian&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ke-15 daerah itu terdiri atas kabupaten, kota, dan satu provinsi, yaitu Sulut. (Mohon maaf kepada Kompasianer yang ingin membaca berita di Koran Kompas tersebut, sebelumnya harus membayar&amp;nbsp;&lt;a href="http://digital.kompas.com/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Kompas Digital&lt;/a&gt;. Hehehe&amp;hellip;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Itulah yang menjadikan acara ini berharga mahal bagi Sulut. Sebagai daerah yang memiliki predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sulut harus melewati 173 indikator penilaian. BPK juga memberikan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/11130825/BPK.18.Daerah.Peroleh.Opini.Terburuk" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;opini terendah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dalam tingkatan pemberian pendapat hasil audit mereka terhadap 18 dari 151 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Ke-18 daerah itu memperoleh opini tidak wajar, yang artinya, seluruh laporan keuangan tidak memberikan keyakinan kepada auditor BPK dalam pemeriksaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Jadi, ini adalah sebuah &amp;lsquo;tiket&amp;rsquo; bagi Sulut untuk menghadiri APEC di Montana. Tentunya bagi kami rombongan dari Sulut, event ini mampu menjual Sulut untuk dijadikan sasaran investasi jangka panjang. Apalagi posisi geografis Sulut sangat strategis di bibir pasifik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam beberapa kesempatan formal, Gubernur SH Sarundajang dan Duta Besar Dino Patti Djalal menerima apresiasi dari komunitas bisnis Amerika Serikat. Mudah-mudahan pertemuan itu akan mempercepat mimpi besar Sulut menjadi pintu masuk Asia Pasifik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Usai pertemuan ini, kami dari Sulut berencana untuk membangun kantor badan investasi yang diberi nama North Investment Sulawesi Board, yang berlokasi di Manado, Singapura dan Hongkong. Singapura dan Hongkong dipilih menjadi kantor perwakilan karena dua negara ini merupakan pusat ekonomi di kawasan Asean. Meski demikian, pembentukan badan ini dipastikan tak&amp;nbsp;akan bebani APBD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Harus diakui, hingga kini banyak kalangan investor asing melakukan wait and see sebelum menanamkan investasi di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, setiap investor harus mengeluarkan dana siluman, agar bisa mendapatkan izin berbelit-belit dari level pusat hingga daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sudah saatnya, pemerintah mengubah paradigm ini, yakni menyediakan fasilitasi perizinan secara gratis, termasuk tak memungut biaya jasa fasilitasi pengurusan perizinan. Pengurusan izin selama ini ditengarai menjadi masalah lemahnya minat asing menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Slogan anti-korupsi selama ini dikenal publik hanya sebatas kinerja aparat penegak hukum di kepolisian dan KPK. Maka dari itu, kini saatnya pemerintah daerah mendukung anti-korupsi yang dimulai dari dalam, yakni tidak melakukan pungutan liar (pungli) serta mempermudah izin investasi asing. Semoga hal ini bisa diikuti daerah lain, agar investasi asing mengalir ke daerah, demi kesejahteraan&amp;nbsp;&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="246899_226198837391322_100000036224334_1038689_2347482_n" height="282" src="http://getfile5.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/zppCnhBEpsDenvbdqHsmvIgcvHJCobefreBfmowzBquDAmCDvlcetDfFkHnh/246899_226198837391322_100000036224334_1038689_2347482_n.jpg.scaled500.jpg" width="333" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/anti-korupsi-kunci-kehadiran-investor-asing"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-2030576317559392658?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/2030576317559392658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=2030576317559392658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2030576317559392658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2030576317559392658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/anti-korupsi-kunci-kehadiran-investor_16.html' title='Anti-Korupsi, Kunci Kehadiran Investor Asing'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3873465555845678500</id><published>2012-01-16T16:07:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:07:10.185+07:00</updated><title type='text'>Anti-Korupsi, Kunci Kehadiran Investor Asing</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;SULAWESI UTARA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(Sulut) mendapat kehormatan sebagai perwakilan provinsi di Indonesia dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang berlangsung di Montana Amerika Serikat. Salah satu faktor diikut-sertakannya Sulut dalam rombongan delegasi RI di APEC, yakni predikat Sulut sebagai provinsi yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam penyelenggaraan pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/04/05/ketika-sulut-raih-penghargaan-dari-bpk/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;tulisan saya sebelumnya&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;mengutip berita Koran Kompas, hingga saat ini hanya ada&amp;nbsp;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03330233/15.daerah.dapat.opini.wajar.tanpa.pengecualian" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;15 daerah di Indonesia yang laporan keuangannya mendapat opini wajar tanpa pengecualian&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ke-15 daerah itu terdiri atas kabupaten, kota, dan satu provinsi, yaitu Sulut. (Mohon maaf kepada Kompasianer yang ingin membaca berita di Koran Kompas tersebut, sebelumnya harus membayar&amp;nbsp;&lt;a href="http://digital.kompas.com/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Kompas Digital&lt;/a&gt;. Hehehe&amp;hellip;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Itulah yang menjadikan acara ini berharga mahal bagi Sulut. Sebagai daerah yang memiliki predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sulut harus melewati 173 indikator penilaian. BPK juga memberikan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/11130825/BPK.18.Daerah.Peroleh.Opini.Terburuk" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;opini terendah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dalam tingkatan pemberian pendapat hasil audit mereka terhadap 18 dari 151 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Ke-18 daerah itu memperoleh opini tidak wajar, yang artinya, seluruh laporan keuangan tidak memberikan keyakinan kepada auditor BPK dalam pemeriksaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Jadi, ini adalah sebuah &amp;lsquo;tiket&amp;rsquo; bagi Sulut untuk menghadiri APEC di Montana. Tentunya bagi kami rombongan dari Sulut, event ini mampu menjual Sulut untuk dijadikan sasaran investasi jangka panjang. Apalagi posisi geografis Sulut sangat strategis di bibir pasifik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam beberapa kesempatan formal, Gubernur SH Sarundajang dan Duta Besar Dino Patti Djalal menerima apresiasi dari komunitas bisnis Amerika Serikat. Mudah-mudahan pertemuan itu akan mempercepat mimpi besar Sulut menjadi pintu masuk Asia Pasifik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Usai pertemuan ini, kami dari Sulut berencana untuk membangun kantor badan investasi yang diberi nama North Investment Sulawesi Board, yang berlokasi di Manado, Singapura dan Hongkong. Singapura dan Hongkong dipilih menjadi kantor perwakilan karena dua negara ini merupakan pusat ekonomi di kawasan Asean. Meski demikian, pembentukan badan ini dipastikan tak&amp;nbsp;akan bebani APBD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Harus diakui, hingga kini banyak kalangan investor asing melakukan wait and see sebelum menanamkan investasi di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, setiap investor harus mengeluarkan dana siluman, agar bisa mendapatkan izin berbelit-belit dari level pusat hingga daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sudah saatnya, pemerintah mengubah paradigm ini, yakni menyediakan fasilitasi perizinan secara gratis, termasuk tak memungut biaya jasa fasilitasi pengurusan perizinan. Pengurusan izin selama ini ditengarai menjadi masalah lemahnya minat asing menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Slogan anti-korupsi selama ini dikenal publik hanya sebatas kinerja aparat penegak hukum di kepolisian dan KPK. Maka dari itu, kini saatnya pemerintah daerah mendukung anti-korupsi yang dimulai dari dalam, yakni tidak melakukan pungutan liar (pungli) serta mempermudah izin investasi asing. Semoga hal ini bisa diikuti daerah lain, agar investasi asing mengalir ke daerah, demi kesejahteraan&amp;nbsp;&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="246899_226198837391322_100000036224334_1038689_2347482_n" height="282" src="http://getfile5.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/zppCnhBEpsDenvbdqHsmvIgcvHJCobefreBfmowzBquDAmCDvlcetDfFkHnh/246899_226198837391322_100000036224334_1038689_2347482_n.jpg.scaled500.jpg" width="333" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/anti-korupsi-kunci-kehadiran-investor-asing"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3873465555845678500?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3873465555845678500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3873465555845678500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3873465555845678500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3873465555845678500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/anti-korupsi-kunci-kehadiran-investor.html' title='Anti-Korupsi, Kunci Kehadiran Investor Asing'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7842974878525000210</id><published>2012-01-16T16:04:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:04:25.615+07:00</updated><title type='text'>Bangkit dari Keterpurukan Industri Pariwisata</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Tampaknya&lt;/strong&gt;, Pemerintah perlu meningkatkan kinerjanya di bidang pariwisata. Di Sulawesi Utara (Sulut) misalnya, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut menurun drastis pada tahun 2010 hingga triwulan I tahun 2011.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Menurut&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/05/23/2245484/Kunjungan.Wisman.ke.Sulut.Turun.Drastis" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;berita tersebut&lt;/a&gt;, pada tahun 2010 data kunjungan turis asing hanya 20.045 orang, atau turun dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 51.977 orang. Hingga triwulan I-2011, Januari hingga Maret, kunjungan wisatawan asing baru 4.000 orang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Uniknya menurut data Dinas Pariwisata Sulut, angka kunjungan wisatawan nusantara juga turun tajam dari 1.529.973 orang tahun 2009 menjadi 258.512 orang tahun berikutnya. Saya menduga, tingginya wisatawan pada tahun 2009 itu, karena Sulut memiliki ivent yang digelar bersamaan, yakni konferensi kelautan dunia WOC, pertemuan tingkat tinggi negara terumbu karang dan pelaksanaan Sail Bunaken.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Mudah-mudahan ini tidak menjadi mimpi buruk bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya di Sulut. Data ini juga harus menjadi titik nol perbaikan manajemen dan sistem kepariwisataan. Mau tak mau dan suka tak suka, kita harus mengakui bahwa pariwisata adalah industri yang membutuhkan komitmen dan kerja sama pihak-pihak terkait.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bagi saya, promosi adalah ujung tombak dalam upaya menarik wisatawan mancanegara. Ibarat teknik marketing, Indonesia harus memiliki tim markerter yang andal di luar negeri, untuk mempromosikan pariwisata di negara-negara sahabat. Tentunya, negara-negara ini merupakan calon turis yang &amp;lsquo;royal&amp;rsquo; berpergian ke luar negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Suatu malam ketika mampir di Lomalinda California, saya menghadiri cara bertajuk &amp;lsquo;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/18/menari-maengket-di-california/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Semalam di Minahasa&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;rsquo; yang menyuguhkan tari-tarian dan lagu daerah, khususnya dari Minahasa. Saya masih ingat, kala itu sejumlah warga AS turut serta dalam &amp;lsquo;pesta rakyat&amp;rsquo; tersebut. Nah, persoalannya adalah, event seperti ini belum digarap maksimal untuk menyedot perhatian warga AS secara luas, karena masih terbatas acara &amp;lsquo;kangen-kangenan&amp;rsquo; warga Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Siapa para markerter pariwisata itu? Sebaiknya adalah warga Indonesia yang sudah menetap di luar negeri dengan dukungan kantor-kantor perwakilan Indonesia di sana. Secara formal, mereka harus turut membantu menggairahkan wisata Nusantara. Dan secara informal, promosi wisata ini bisa dalam bentuk pergaulan sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pernah saya mengunjungi Singapura, tepatnya di&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/04/29/bule-lebih-kenal-bali-daripada-indonesia/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Merlion Park&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Patung singa dengan mngeluarkan air mancur dari mulut singa tersebut, sangat terkenal. Biasanya, para wisatawan mancanegara seperti saya ketika itu, memiliki target wisata ke Merlion Park.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Di sanalah saya menemui sejumlah pelancong asing yang lebih mengenal istilah &amp;lsquo;Bali&amp;rsquo; daripada &amp;lsquo;Indonesia&amp;rsquo;. Harus diakui, banyak bule yang kurang familiar dengan nama Indonsia, apalagi Sulut. Mereka lebih mengenal Bali. Sedangkan jika kita sebut Bunaken, Danau Toba, Raja Ampat atau Tanah Toraja, mereka begitu antusias, daripada kita memperjelas asal usul diri kita dari &amp;lsquo;Indonesia&amp;rsquo;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tanpa bermaksud mengecilkan semangat nasionalisme, menurut saya, konsep inilah yang perlu digerakkan. Pariwisata tak boleh terpengaruh oleh iklim politik, meskipun kadangkala kondisi itu tak dapat terhindarkan. Kita harus lebih giat lagi mempromosikan objek-objek wisata selain Bali. Apalagi, saat ini sudah ada rute penerbangan langsung, seperti Manado-Singapura atau Makassar-Singapura. Dengan memperkenalkan objek wisata dan tentunya jaminan keamanan selama berkunjung, saya optimis, tim markerter pariwisata di luar negeri akan terbantu dengan tim bayangan, yakni para turis yang baru saja berkunjung dari Indonesia. Promosi &amp;lsquo;dari mulut ke mulut&amp;rsquo; adalah promosi yang luar biasa dalam dunia marketing.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="1642035620x310" height="310" src="http://getfile7.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/numEjiymqnnjmdBoGhgqyvCpFqdlpqiJoylkAwnCeAaEBCwhFzEyhtbgFhzn/1642035620X310.jpg.scaled500.jpg" width="470" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/bangkit-dari-keterpurukan-industri-pariwisata"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7842974878525000210?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7842974878525000210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7842974878525000210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7842974878525000210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7842974878525000210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/bangkit-dari-keterpurukan-industri.html' title='Bangkit dari Keterpurukan Industri Pariwisata'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6269239530191054811</id><published>2012-01-16T16:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T16:03:09.104+07:00</updated><title type='text'>Menara Eiffel Berdiri di Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;KETIKA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;merindukan istri tercinta dan anak-anak yang saya sayangi ketika saya dinas di Paris, saya dikejutkan penayangan foto teman saya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1736578&amp;amp;id=1627036164#!/profile.php?id=1744287760&amp;amp;sk=info" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Sevry Nelwan&lt;/a&gt;, yang bergaya dengan latar belakang Menara Eiffel. Saya langsung telepon menanyakan keberadaannya, tapi ia menjawab sedang berada di kantor kawasan Warung Buncit Jakarta Selatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Beberapa hari lalu setelah&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/05/13/satu-jam-di-markas-fifa/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;&amp;lsquo;studi banding&amp;rsquo; di Markas FIFA&lt;/a&gt;, saya dan rombongan dari Sulawesi Utara (Sulut) mengunjungi kota Paris, untuk memenuhi undangan calon investor. Usai mengadakan pertemuan maraton berjam-jam tersebut, saya sempat berhenti sejenak di sekitar taman Menara Eiffel, untuk narsis sejenak. Ketika saya masih anak-anak, mengunjungi Eifel adalah sebuah mimpi. Tapi, akhirnya, mimpi yang diiringi dengan doa itu menjadi nyata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sambil terbahak-bahak, kawan saya itu mengaku tak berada di Paris, melainkan di SPBU Total yang berada di Warung Buncit, persis di sebelah kantor saya. Foto yang dipostingnya di Facebook itu merupakan background atau backdrop berukuran sekitar 6X3 meter, yang sengaja dipasang di seluruh SPBU Total di Jakarta dan sekitarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya, bukan bermaksud meremehkan kawan saya, Sevry Nelwan, mampu ke Paris atau ke Negara lainnya. Saya cuma kaget saja, karena beberapa hari sebelum take-off dari Bandara Sukarno-Hatta, saya turut diantar oleh kawan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Inilah sumber &amp;lsquo;kekagetan&amp;rsquo; saya itu. Di situsnya, ternyata SPBU Total sedang mengadakan kontes berfoto-ria dengan latar belakang Paris dan beberapa bangunan ciri khas Perancis. Setiap orang dipersilakan menampilkan ekpresi yang paling seru dan bergaya&lt;em&gt;&amp;nbsp;ala&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Perancis. Bergaya ala Perancis? Wah, kayaknya seru juga ya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Perusahaan pengelola SPBU Total ini adalah investor asal Perancis yang mengembangkan usahanya di Indonesia. Kabarnya, harga BBM yang dijual perusahaan ini, mengikuti harga minyak dunia, dan tidak menjual BBM jenis premium yang disubsidi oleh pemerintah RI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Beberapa foto calon pemenang kontes ini tampil bergaya, dengan menggunakan latar belakang gambar suasana Perancis yang&amp;nbsp;ada di SPBU Total. Ada yang bergaya di&amp;nbsp;&lt;em&gt;Arc de Triomphe&lt;/em&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Palace of Versailles&lt;/em&gt;, Museum Louvre serta Menara Eiffel. Lucunya, ada juga yang bergaya dengan sepeda. Masak sih isi bensin ke SPBU dengan sepeda? Hehehe&amp;hellip;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Lebih unik lagi kawan saya itu, Si Sevry itu. Ia mengaku hanya membeli kopi ekspres seharga Rp 5 ribu usai makan siang di Warung Padang, di dekat kantor. Kata dia, untuk berfoto-ria, idealnya harus mengisi bensin, yang termurahnya sekitar Rp 9 ribu per liter. Karena posisi SPBU di sebelah kantor, maka ia sempatkan berfoto ria dengan modal kopi tersebut.&amp;nbsp;Kalau ada rekan-rekan Kompasianer yang tertarik, silakan klik saja situsnya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://voila-totalcommunity.com/?event" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Oke deh, mudah-mudahan bisa menang ya. Lumayan kan bisa pesbukan dengan Samsung Galaxy Tab. Tapi tetap teruslah bermimpi, berusaha dan berdoa, karena suatu saat nanti, siapa pun bisa berfoto di Menara Eiffel betulan sambil menyeruput kopi khas Bolaang Mongondow. Yang jelas, bukan Menara Eiffel bohongan.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="X2_60825e0" height="600" src="http://getfile7.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/hvsGcHFngqCyoItqEytgGxzGykjDqyzvbCtGmngHcDxffoyFekABnBAkokeI/x2_60825e0.jpg.scaled500.jpg" width="447" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/menara-eiffel-berdiri-di-jakarta"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6269239530191054811?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6269239530191054811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6269239530191054811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6269239530191054811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6269239530191054811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/menara-eiffel-berdiri-di-jakarta.html' title='Menara Eiffel Berdiri di Jakarta'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8915253865155082687</id><published>2012-01-16T15:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T15:59:39.693+07:00</updated><title type='text'>Berbicara Pemanasan Global di Dinginnya Forum APEC</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;TAMPAKNYA tak banyak media nasional yang tertarik pada pertemuan APEC (Asia Pasific Economic Corporation), di Big Sky Montana Amerika Serikat, pada pertengahan Mei 2011. Saya yang hadir dalam pertemuan itu bisa memaklumi, karena bisa jadi iklim politik dalam negeri yang sedang &amp;lsquo;hot&amp;rsquo; mempengaruhi daya tarik media massa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tanpa bermaksud melangkahi peran pers sebagai pusat informasi, izinkan saa berbagi pengalaman selama berlangsungnya APEC. Sebelumnya,&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;di tulisan &amp;lsquo;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://hiburan.kompasiana.com/musik/2011/05/25/promosi-pariwisata-sambil-bernyanyi/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Promosi Pariwisata sambil Bernyanyi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;lsquo; saya mengungkapkan apresiasi warga AS dan Indonesia saat paduan suara&amp;nbsp;&lt;a href="http://manado.tribunnews.com/2011/05/24/gema-sangkakala-pukau-dino-pati-djalal-mari-pangestu?utm_source=twitterfeed&amp;amp;utm_medium=facebook" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Gema Sangkakala&lt;/a&gt;mengumandangkan sejumlah lagu. Saya yakin, dengan nyanyian dapat mencairkan kebekuan suasana-apalagi di AS sedang musim dingin-sekaligus menyampaikan pesan damai dari Bumi Pertiwi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Salah satu kebanggaan sebagai warga Indonesia di negeri seberang adalah disediakannya tempat dan kesempatan bicara oleh Sang Tuan Rumah. Pemerintah AS dalam hal ini diwakili oleh Ms Giinger Lew, mempersilakan ketua tim rombongan Indonesia, SH Sarundajang yang juga Gubernur Sulawesi Utara itu, untuk&amp;nbsp;&lt;strong&gt;membahas topik&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Small and Medium Entreprise Scale&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;(SME&amp;rsquo;s).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam pertemuan tingkat menteri dan representatif 40 negara anggota APEC itu, Sarundajang menyampaikan pengalaman Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara, yang kini semakin pro-aktif melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan. Ini merupakan jawaban atas tantangan perubahan iklim, menyusul rusaknya sistem lingkungan hidup karena ketidakcerdasan manusia atau negara di dalam pengelolaan lingkungan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Ms Giinger Lew yang juga salah satu eksekutif Gedung Putih (Tim Eksekutif Presiden AS Barack Obama), turut mengapresiasi Indonesia yang tetap mengedepankan kerja sama antar-negara, dalam mempersiapkan strategi bersama dalam menanggulangi problem kemiskinan dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam respon Ms Giinger Lew, untuk menghadapi semakin kompleks tantangan dan kebutuhan manusia seiring dengan bertambahnya populasi penduduk, maka dunia harus mampu menyiapkan strategi baru yang diharapkan bakal semakin terfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Ketimpangan dunia yang ditandai dengan perbedaan taraf hidup antar-bangsa, harus diminimalkan untuk dapat menciptakan dunia yang damai. Di sini persoalan keadilan harus dikedepankan, sebab dengan bertumbuhnya keadilan, maka damai yang menjadi cita-cita bersama bisa dicapai.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal turut merespon positif konsep pemikiran yang disampaikan delegasi Indonesia. Menurut Dubes Dino Patti Djalal, Indonesia telah memberi sumbangsih pemikiran terhadap berbagai kebijakan APEC dan Amerika Serikat selaku penggagas forum ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;ldquo;Indonesia menjadi&amp;nbsp;&lt;em&gt;role model&lt;/em&gt;&amp;nbsp;terkait ekonomi di bidang usaha kecil dan menengah (UKM). Indonesia telah direpresentasikan sebagai bagian penting dalam diplomasi global di bidang iklim. Indonesia juga secara kritis menyampaikan pentingnya perwujudan komitmen pengurangan emisi dalam rangka meredam pemanasan global,&amp;rdquo; kata Dino Patti Djalal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Selama berlangsungnya APEC, saya lihat isu pemanasan global masih menghangat, meskipun isu-isu seperti demokratisasi dan terorisme disorot media massa. Dengan forum APEC itu, kami dari delegasi Indonesia turut mengungkapkan komitmen Indonesia dalam mereduksi emisi dari 26 persen ke 20 persen dari ambang batas pada tahun 2020. Kami mampu merespon dengan baik dan justru meminta agar negara maju seperti Amerika serius dalam mengimplementasikan komitmen mengurangi emisi CO2. Apalagi, Indonesia juga secara kritis menyampaikan pentingnya perwujudan komitmen pengurangan emisi dalam rangka meredam pemanasan global.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile8.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/tylqocirAAxzCjCnlnkqwrAfgcxaGkpmrqhfBEFptuDwrAirmijwrfyppHkB/13068213961352441420.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="13068213961352441420" height="250" src="http://getfile2.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-16/tylqocirAAxzCjCnlnkqwrAfgcxaGkpmrqhfBEFptuDwrAirmijwrfyppHkB/13068213961352441420.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/berbicara-pemanasan-global-di-dinginnya-forum"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8915253865155082687?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8915253865155082687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8915253865155082687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8915253865155082687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8915253865155082687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/berbicara-pemanasan-global-di-dinginnya.html' title='Berbicara Pemanasan Global di Dinginnya Forum APEC'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-9213259652413552342</id><published>2012-01-09T09:31:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T09:31:22.690+07:00</updated><title type='text'>Ketika Sulut Raih Penghargaan dari BPK</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;KETIKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;aparat KPK gencar mengkampanyekan anti-korupsi dan memburu para koruptor di daerah, banyak daerah menutup diri terhadap laporan keuangannya. Alhasil, dari sebanyak 33 propinsi di Indonesia, hanya satu yang propinsi yang memiliki laporan keuangan transparan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di berita Koran Kompas, hingga saat ini hanya ada&amp;nbsp;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03330233/15.daerah.dapat.opini.wajar.tanpa.pengecualian" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;15 daerah di Indonesia yang laporan keuangannya mendapat opini wajar tanpa pengecualian&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ke-15 daerah itu terdiri atas kabupaten, kota, dan satu provinsi, yaitu&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.sulut.go.id/new/isi.php?vd=menu&amp;amp;id=9&amp;amp;submenu=2" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Sulawesi Utara (Sulut)&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tampaknya, ini menjadi salah satu perjuangan Sinyo Harry Sarundajang dalam memimpin daerah&lt;em&gt;&amp;lsquo;Bumi Nyiur Melambai&amp;rsquo;&lt;/em&gt;. Tentulah tak mudah meraih gelar WTP untuk kantor pemerintahan. Apalagi, baru saja Sulut menggelar sejumlah Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang berlangsung secara marathon di tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selain penghargaan WTP, BPK juga memberikan opini terendah dalam tingkatan pemberian pendapat hasil audit mereka terhadap 18 dari 151 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah atau LKPD.&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/11130825/BPK.18.Daerah.Peroleh.Opini.Terburuk" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Ke-18 daerah itu memperoleh opini tidak wajar&lt;/a&gt;, yang artinya, seluruh laporan keuangan tidak memberikan keyakinan kepada auditor BPK dalam pemeriksaannya. Sayangnya, BPK tak merilis daerah mana saja yang memiliki laporan buruk itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bagaimana kriteria WTP dan untuk apa gelar ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebenarnya secara awam, setiap kepala daerah harus mampu menjalankan pengelolaan keuangan secara baik dan benar. Setidaknya, di sinilah kunci seorang pemimpin dalam mewujudkan&amp;nbsp;&lt;em&gt;clean government&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt;. Bisa jadi, banyak gubernur di Indonesia yang belum memiliki kemampuan ini, sehingga mereka gagal meraih predikat WTP.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Secara substansial, setiap kepala daerah harus memiliki peningkatan kinerja ekonomi dan kesejateraan warganya. Ini didasarkan pada sejumlah indikator, yakni kemampuan daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, kepala daerah mampu mengurangi tingkat kemiskinan di atas rata-rata pertumbuhan nasional, tindakan kepala derah dalam mengurangi rata-rata pengangguran nasional serta memiliki inflasi di bawah rata-rata inflasi nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selain itu, kepala daerah juga harus berusaha memacu kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas rata-rata kenaikan PAD nasional serta kapasitas fiskal di bawah rata-rata nasional dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas rata-rata nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bisa jadi, tak semua Gubernur di Indonesia memiliki kemampuan seperti Pak Sinyo. Padahal, penghargaan WTP ini adalah barometer kinerja tiap propinsi, kabupaten dan kotamadya. Jadi sudah selayaknya setiap kepala daerah memiliki kemampuan di level terendah yang ditetapkan oleh Negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Malah, kalau perlu BPK menambah kriteria baru, yakni &amp;lsquo;luar biasa&amp;rsquo; atau disingkat LB yang artinya memiliki kemampuan selevel presiden. Bukan mustahil suatu saat nanti akan muncul calon presiden yang memiliki pengalaman sebagai gubernur, seperti di Amerika Serikat. Predikat WTP ini sudah seharusnya menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan kinerjanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jika setiap tahunnya tak ada kemajuan dari propinsi, kabupaten dan kotamaya yang tak berpredikat WTP, maka sudah saatnya aparat KPK bekerja. Bukan mustahil, di daerah tersebut merupakan basis &amp;lsquo;tikus-tikus kantor&amp;rsquo; yang selama ini menggerogoti uang rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lihat saja. BPK telah menemukan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/10493275/BPK.Temukan.Kerugian.Negara.Rp.3.87.T" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;sebanyak 3.760 kasus dengan nilai Rp 3,87 triliun dan 156,43 juta dollar AS&lt;/a&gt;. Temuan itu dihasilkan selama pemeriksaan yang dilakukan sepanjang Semester II 2010. Untuk itu, laporan BPK ini bisa menjadi pintu masuk bagi KPK ke daerah untuk menindak setiap pelanggaran keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Salam Kompasiana!&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile0.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-08/qtkxsvHrgcvscDexICvIEJeAGhwdsEbdhzfqdwGqGtnCrdvxzgcfqIvylhAE/Ilustrasi_kidnesiathumb530.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="Ilustrasi_kidnesiathumb530" height="375" src="http://getfile7.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-08/qtkxsvHrgcvscDexICvIEJeAGhwdsEbdhzfqdwGqGtnCrdvxzgcfqIvylhAE/Ilustrasi_kidnesiathumb530.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ketika-sulut-raih-penghargaan-dari-bpk"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-9213259652413552342?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/9213259652413552342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=9213259652413552342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/9213259652413552342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/9213259652413552342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/ketika-sulut-raih-penghargaan-dari-bpk.html' title='Ketika Sulut Raih Penghargaan dari BPK'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7924655164609344850</id><published>2012-01-09T09:28:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T09:28:37.216+07:00</updated><title type='text'>Bule Lebih Kenal Bali daripada Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;PARA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pelancong asing yang hobi berwisata, lebih mengenal istilah &amp;lsquo;Bali&amp;rsquo; daripada &amp;lsquo;Indonesia&amp;rsquo;. Ini adalah fakta yang saya temui di sejumlah negara, bahwa turis asing belum mengetahui di negara mana keberadaan Pulau Dewata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kenapa hal ini terjadi? Perlukah kita memperdebatkan popularitas Bali dan Indonesia?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pertanyaan ini muncul ketika saya berjumpa dengan seorang turis asal Kanada di Merlion Park Singapura. Kala itu, Sang Bule bernama Miss Yulia mengaku tak mengetahui lokasi Indonesia, setelah saya mengatakan asal negara saya. Meski saya berusaha keras, dengan mengatakan bahwa Indonesia adalah tetangga dari Singapura, tapi Sang Bule tetap tak tahu. Nah, setelah saya menyebut nama Bali, barulah matanya berbinar-binar. &amp;rdquo;&lt;em&gt;Wow, you are from Bali. I love Bali. That&amp;rsquo;s a wonderfull country&lt;/em&gt;!&amp;rdquo; ujarnya dengan nada&amp;nbsp;&lt;em&gt;happy&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;ldquo;Capek deh! Bali kok dibilang negara?&amp;rdquo; Tapi, kata-kata ini tentu hanya terucap di dalam hati. Saya Cuma bisa tersenyum kecut. Yang penting, Si Bule ini sudah tahu darimana saya berasal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dan kini tibalah saya di Denpasar Bali, sebuah pulau terkenal di seantero jagat raya yang akrab disebut Pulau Dewata, Jumlah wisatawan di sini sempat turun drastis pasca-bom Bali jilid 1 dan 2. Tapi seiring pembenahan internal dan peningkatan kinerja aparat anti-teroris, industry pariwisata di Bali makin meningkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Harus diakui, promosi pariwisata yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui mitra perusahaan swasta di luar negeri, selama ini lebih menonjolkan keunggulan Bali dibandingkan objek wisata lainnya di Indonesia. Secara teknis marketing, memang travel agent memiliki keterbatasan mengemas berbagai pilihan wisata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Biasanya, selain Bali, pilihan objek wisata yang ditawarkan Pemerintah di luar negeri adalah Danau Toba, Kota Tua Batavia, Tana Toraja, Pulau Komodo,&amp;nbsp;&lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/02/catatan-perjalanan-di-papua-barat-mengenal-alam-laut-eksotis-raja-ampat/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Taman Laut Raja Ampat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Papua Barat dan&lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2009/12/20/bunaken-bagi-mr-dan-mrs-smith/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Bunaken&lt;/a&gt;. Agaknya, cukup sulit memasukkan objek wisata lainnya, lantaran travel agent memiliki keterbatasan informasi objek wisata. Bali dan objek wisata lainnya di Indonesia memang memiliki kekurangan masing-masing. Tapi, Bali memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki oleh objek wisata di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Inilah jawaban semua pertanyaan itu. Objek wisata selain Bali harus segera dibenahi agar memiliki daya tarik tinggi saat dipromosikan di luar negeri. Objek wisata Bunaken misalnya, saat ini masih kekurangan sarana infrastruktur yang menyebabkan wisatawan kerap menunda kunjungan ke Bunaken, padahal sudah berada di kota Manado. Danau Toba, saat ini akses jalannya terlalu jauh dari Bandara Polonia Medan. Demikian pula Raja Ampat yang terkenal sebagai surge tempat diving, masih minim sarana transportasi dari kota Sorong. Kalaupun ada, itu harganya lumayan mencekiki leher kaum backpackers.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;So, apakah pembenahan sarana infrastruktur adalah solusinya? Bagi saya, jawabannya adalah ya. Asalkan didukung oleh stakeholder di sektor pariwisata. Pemerintah dalam hal ini operator industri pariwisata perlu lebih meningkatkan kinerja dan kerja sama lintas-sektor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Semoga, hal ini bisa segera dilakukan. Seluruh dunia harus tahu, bahwa Indonesia adalah objek wisata terindah. Dan Bali ada di Indonesia, bukan sebaliknya. Jika tak dimulai, lalu kapan lagi?&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="Bali" height="336" src="http://getfile9.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-08/sfvzuwetkuFfCkidxbEBGDspavcrBAknkerJuIbCilaGcozqoaBuDEsxgvty/bali.JPG.scaled500.jpg" width="448" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/bule-lebih-kenal-bali-daripada-indonesia"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7924655164609344850?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7924655164609344850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7924655164609344850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7924655164609344850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7924655164609344850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/bule-lebih-kenal-bali-daripada.html' title='Bule Lebih Kenal Bali daripada Indonesia'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-2231691120057306997</id><published>2012-01-09T09:26:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T09:26:28.807+07:00</updated><title type='text'>Membangkitkan Ecotourism Sulawesi Utara</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;KOTA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Manado kini berpredikat sebagai The City of Eco-tourism. Slogan yang diangkat oleh Sang Walikota Manado&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Jackson-Kumaat/322277654612#!/profile.php?id=1380338145" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Vecky Lumentut&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ini, agaknya sulit tercapai dalam jangka waktu singkat. Tapi jika dengan prinsip kebersamaan, saya yakin Manado bisa menjadi barometer pariwisata sekelas Pulau Bali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Apa itu&amp;nbsp;&lt;em&gt;ecotourism&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau ekowisata?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya,&lt;em&gt;&amp;nbsp;ecotourism&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau ekowisata bukan istilah baru. Penerapan slogan ini memang telah dipikirkan masak-masak, karena sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat. Dalam kapasitas sebagai&amp;nbsp;&lt;a href="http://manado.tribunnews.com/2011/04/12/jackson-kumaat-fasilitasi-investor-perizinan-gratis" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;staf khusus Gubernur Sulawesi Utara&lt;/a&gt;, saya sangat mendukung upaya ekowisata. Saya pikir, ekowisata yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Manado, tak akan menghambat trend wisata modern yang banyak digelar oleh daerah lain di Indonesia. Secara khusus, saya berupaya semaksimal mungkin mendukung hal ini, dalam aktivitas di Badan Pariwisata Sulawesi Utara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Rumusan &amp;lsquo;ecotourism&amp;rsquo; sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain. &amp;ldquo;&lt;em&gt;Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas&lt;/em&gt;.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Nah, mungkin mirip dengan wisata alam yang kini banyak ditampilkan di televisi. Tentunya, pariwisata ekologis adalah perjalanan wisatawan ke tempat-tempat alami yang relatif masih tergolong natural atau baru. Konsep ini sangat terkait dengan trend tujuan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar. Bisa juga mengunjungi budaya masyarakat lokal, baik dari masa lampau maupun masa kini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam perkembangan pariwisata modern, kini ecotourism disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990. Bunyinya seperti ini, &amp;ldquo;Ecotourism is responsible travel to natural areas which conserved the environment and improves the welfare of local people.&amp;rdquo; Artinya, ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Definisi ini sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sama-sama menggambarkan kegiatan wisata di alam terbuka, hanya saja menurut TIES dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahtraan penduduk setempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus. Definisi di atas telah telah diterima luas oleh para pelaku ekowisata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Untuk itu, kini dibutuhkan kerja sama dan kepudulian berbagai&amp;nbsp;&lt;em&gt;stake holder&amp;nbsp;&lt;/em&gt;yang memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan.&amp;nbsp;&lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2009/12/20/bunaken-bagi-mr-dan-mrs-smith/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Pulau Bunaken misalnya, harus dijaga&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan pengawasan ketat, agar tak ada lagi keluhan wisatawan mancanegara terhadap masalah sampah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Ini menjadi faktor penting, menyusul makin banyaknya kerusakan lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam. Di samping itu, kita membutuhkan lingkungan asri yang dijaga oleh partisipasi aktif masyarakat setempat. Makanya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2009/12/31/pasir-putih-gangga/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Pulau Gangga dan Lehaga&amp;nbsp;&lt;/a&gt;yang masih alami di Sulut, harus tetap jaga kealamiannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya yakin, partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi (&amp;rsquo;economical benefit&amp;rsquo;) dari lingkungan yang lestari.&amp;nbsp;Kehadiran ekowisatawan ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluas bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif, seperti menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata. Ini tentunya dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile1.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-08/vjgrIslmfdogiExqeqGqHkBAHfsmrAkCCvCuoDyhcnBdpyDloJobzIoHscDn/diving.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="Diving" height="333" src="http://getfile6.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-08/vjgrIslmfdogiExqeqGqHkBAHfsmrAkCCvCuoDyhcnBdpyDloJobzIoHscDn/diving.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/membangkitkan-ecotourism-sulawesi-utara"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-2231691120057306997?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/2231691120057306997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=2231691120057306997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2231691120057306997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2231691120057306997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/membangkitkan-ecotourism-sulawesi-utara.html' title='Membangkitkan Ecotourism Sulawesi Utara'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3696268669129587933</id><published>2012-01-03T15:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T15:12:33.707+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan di Papua Barat: Mengenal Alam Laut Eksotis Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Negeri&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;ini ternyata menyimpan jutaan misteri bawah laut yang indah. Baru-baru ini saya mengunjungi wisata laut yang terkenal di dunia, yakni&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Raja_Ampat" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;&amp;nbsp;Taman Laut Raja Ampat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Propinsi Papua Barat. Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya sudah banyak fotografer bawah laut internasional yang telah mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Malahan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu misalnya, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia,&amp;nbsp;&lt;em&gt;National Geographic&lt;/em&gt;, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Untuk mencapai Raja Ampat, bisa ditempuh dengan kapal cepat dari kota Sorong. Kapal ini berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 2,5 hingga 3,5 juta sekali jalan. Lumayan mahal memang, tapi sejumlah warga dan nelayan menyediakan tarif penumpang biasa Rp 100 ribu per penumpang pada pagi hari. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar, yang lokasi terdekat menuju wisata bawah laut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Untuk mencegah kulit tubuh dari teriknya matahari dan cerahnya udara, saya sarankan Anda mengenakan&amp;nbsp;&lt;em&gt;sunblock&lt;/em&gt;. Harus diakui, cuaca di Tanah Papua cukup terik mentari karena dekat dengan garis khatulistiwa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kepulauan Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, dan berdiri sejak tahun 2003. Wilayah berpenduduk sekitar 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau, tapi hanya 35 pulau yang dihuni dengan luas wilayah sekitar 46.000 km persegi. Bagi saya, pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri ini membuat wisatawan langsung terpikat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kabarnya, wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Beruntung, ternyata masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu, sehingga kekayaan lautnya bisa terselamatkan.&amp;nbsp;Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Coral Reef Rehabilitation and Management Program&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.&lt;/p&gt;  &lt;div class="wp-caption alignleft" style="text-align: center; background-color: #f3f3f3; padding-top: 4px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; float: left; font-size: 14px; line-height: 18px; margin: 10px; border: 1px solid #dddddd;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1343262&amp;amp;id=1627036164" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class=" " title="Menyelam itu mengasyikkan!" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183255_1715740946484_1627036164_1567275_6140552_n.jpg" height="225" alt="" style="border-color: initial; border-style: none; padding: 0px; margin: 0px;" width="338" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-top: 0px; padding-right: 4px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; margin: 0px;"&gt;Menyelam itu mengasyikkan!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Menurut beberapa penyelam asal Belanda yang saya temui di sini, terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Di kawasan ini juga tersedia banyak penginapan sederhana, yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Mungkin hanya beberapa wisatawan asal Indonesia termasuk saya, yang menginap dan menyelam di sana.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&amp;ldquo;&amp;nbsp;&lt;em&gt;Raja Ampat lies hidden in a remote corner of the sea, surrounded by the world&amp;rsquo;s most-complicated island geography. It&amp;rsquo;s a coral universe with enormous currents and tides bathing the reefs in an endless plankton stew. The combination of an infinite range of habitat and rich currents has produced an undersea wilderness dripping in biodiversity. A true Last Place on Earth &amp;ldquo; -&lt;a href="http://dunialaut.com/?p=450" style="color: #1170a0;"&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;David Doubilet and Jen Hayes&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Jika dilihat dari satelit, Raja Ampat berada pada berada di persimpangan jalan di mana arus samudera Pasifik dan Samudra Hindia bertemu. Kawasan ini kaya dengan nutrisi yang dibutuhkan ikan ikan. Arus besar ini menyapu nutrisi ke seluruh kepulauan yang kaya dengan habitat. Ada dilindungi dalam teluk, tersembunyi laguna, pasir flat, dan hutan bawah lautnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bagaimana dengan upaya kita? Marilah kita lestarikan dan lindungi alam Raja Ampat ini sebagai warisan bagi generasai yang akan datang.&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="Raja_ampat" height="375" src="http://getfile8.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/InhDnndgJkGgEaIdhjIypfvBpkfEyoycuouazfJzFGpbcHlcpoptBHIyrvim/raja_ampat.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/catatan-perjalanan-di-papua-barat-mengenal-al"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3696268669129587933?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3696268669129587933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3696268669129587933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3696268669129587933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3696268669129587933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/catatan-perjalanan-di-papua-barat.html' title='Catatan Perjalanan di Papua Barat: Mengenal Alam Laut Eksotis Raja Ampat'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-1101354677335902845</id><published>2012-01-03T15:11:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T15:11:13.408+07:00</updated><title type='text'>Alfa Vs. Indomaret, Warung-lah yang Paling Menderita</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;PERANG&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;minimarket di kawasan Jakarta makin meminta banyak korban. Warung Bu Haji di dekat rumah saya misalnya, terpaksa gulung-tikar karena dagangannya tak laku-laku. Ia pun menunjuk minimarket baru&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.alfamartku.com/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Alfamart&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://indomaret.co.id/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Indomaret&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sebagai&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/03/0723038/Minimarket.Kuat.Warung.Rakyat.Sekarat" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;penyebab berkurangnya pembeli&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ke kios miliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Benarkah&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/02/24/14131054/Aprindo.Minimarket.di.Jakarta.Legal." style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;minimarket-minimarket ini illegal&lt;/a&gt;? Saya tak tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya jarak Alfamart dan Indomaret tak begitu jauh dari warung Bu Haji. Warung kecil yang selama ini dikelolanya memang sudah lama berdiri di kawasan Cilandak ini. Konon, Bu Haji membuka warung menjelang krisis moneter tahun 1997. Kala itu, Bu Haji dan almarhum suaminya sedang membantu program pemerintah menyalurkan minyak goreng dan beras murah untuk para tetangga. Maklum, saat itu harga sembako melambung tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sejak saat itu, Bu Haji mendirikan warung kecil. Dagangan pertamanya adalah beras, minyak goreng, gula pasir, jajanan anak-anak hingga rokok. Harga barang dagangannya pun, tak terlalu mahal. Jika harga barang A misalnya di pasar tradisional sebesar Rp 10 ribu, Bu Haji menjualnya sebesar Rp 11 ribu. Bagi warga yang tak ingin repot-repot ke pasar, biasanya langsung menuju warung Bu Haji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&amp;rdquo;Lumayan hemat ongkos Rp 1.000,- karena tarif angkot pulang pergi sebesar Rp 2.000,-&amp;rdquo; begitu alasan seorang ibu rumah tangga tetangga saya yang menjadi pelanggan setia warung Bu Haji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Uniknya, Bu Haji juga memberi layanan utang ke beberapa warga tetangga yang sudah dikenalnya. Maka dari itu, sejumlah pengangguran dan supir ojek yang biasa mangkal di ujung jalan, sangat kenal dengan keramahan Bu Haji. Bisa jadi, mereka lebih hafal anggota keluarga Bu Haji daripada nama-nama anggota cabinet Presiden SBY-Boediono.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Di saat hari raya seperti Natal dan Lebaran, Bu Haji menerapkan kelonggaran bagi pembeli&amp;nbsp;&lt;em&gt;Coca-cola&lt;/em&gt;,&lt;em&gt;Fanta&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sprite&lt;/em&gt;. Warga yang membeli Coca-cola isi 1 liter, ternyata bisa dibeli isinya saja tanpa harus membayar uang jaminan botol. Nah, usai hari raya, Bu Haji mulai menagih botol-botol ke rumah para tetangganya yang ia catat membeli minuman ringan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bagi saya, Bu Haji adalah figur pemilik warung rakyat yang ideal. Bu Haji juga memahami kharakter warga di sini, atau warga Jakarta umumnya. Ia tak rela mengusir pengamen dan pengemis yang mampir ke warungnya. Konon menurut beberapa warga sini, kini pengamen dan pengemis malu mampir ke warung Bu Haji, lantaran sudah mengenal jiwa social Bu Haji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kini, nasib Bu Haji benar-benar di ujung tanduk. Barang dagangannya mulai tak terawatt. Kulkas berisi minuman juga sudah dimatikan, untuk berhemat listrik. Ternyata, beberapa hari terakhir ini Bu Haji sudah tak membuka warungnya. Bisa jadi, Bu Haji mulai lelah dan tua. Mungkin juga, anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa enggan meneruskan pekerjaan orang-tuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tapi yang jelas, toko Alfa yang berjarak sekitar 20-an meter dari sisi Barat warung Bu Haji dan Indomaret yang berjarak 30-an meter dari sisi Timur warung Bu Haji, makin ramai oleh pengunjung. Seperinya, para pengunjung minimarket tersebut tak merasa tertarik mampir ke warung Bu Haji. Atau mungkin, banyak pengunjung yang merasa nyaman berbelanja di minimarket, karena adanya pendingin udara AC dan senyum manis Mbak Kasir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Terakhir, saya dengar dari tukang parkir Alfa yang tinggal dekat rumah, bahwa Bu Haji mau banting stir. Rencananya, Bu Haji mau membuka kios gado-gado. Tapi tukang parkir itu kembali berceloteh, bahwa rumah kosong di depan rumah Bu Haji, mau dibangun Sepen Ilepen. [Maksudnya:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.7-eleven.com/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;7-eleven&lt;/a&gt;]&lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile7.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/lcDfsbfFwmhmrkqtJqCyiiCDbtepqsoHeGAmBzCCCHqBJCBxEEngnEntBoJx/mini_market.gif.scaled1000.gif"&gt;&lt;img alt="Mini_market" height="250" src="http://getfile1.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/lcDfsbfFwmhmrkqtJqCyiiCDbtepqsoHeGAmBzCCCHqBJCBxEEngnEntBoJx/mini_market.gif.scaled500.gif" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/alfa-vs-indomaret-warung-lah-yang-paling-mend"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-1101354677335902845?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/1101354677335902845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=1101354677335902845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1101354677335902845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1101354677335902845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/alfa-vs-indomaret-warung-lah-yang.html' title='Alfa Vs. Indomaret, Warung-lah yang Paling Menderita'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-2489490317399912568</id><published>2012-01-03T15:09:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T15:09:14.451+07:00</updated><title type='text'>Benahi Transportasi Dulu, Baru Naikkan Harga BBM !</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;ANEH!&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Pemerintah tampaknya&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/23/07110356/Subsidi.BBM.Akan.Dihapus" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;keras kepala untuk tetap menaikkan harga BBM&lt;/a&gt;, tahun ini. Padahal, kerangka acuan menaikkan BBM belum sejalan dengan upaya pembenahan sistem transportasi publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang Kebijakan Energi Nasional, Pemerintah bersikukuh tak mempunyai pilihan lain selain menaikkan BBM, menyusul&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/21/07112485/Harga.BBM.Naik.di.9.Negara" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;kenaikan harga minyak dunia&lt;/a&gt;. Artinya, harga BBM bersubsidi yang selama ini diterapkan oleh PT Pertamina melalui BBM jenis premium, akan dinaikkan secara bertahap hingga ke level harga minyak dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Patutkah pemerintah menaikkan harga BBM?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bagi saya, ini bukan persoalan patut atau tak patut. Ini adalah tentang konsistensi kebijakan pemerintah dalam melindungi kebutuhan masyarakat. Pasal 33 UUD menyebutkan, bahwa kekayaan alam harus dikuasai negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Memang benar, harga BBM memang sudah tak dapat dikendalikan oleh negara, karena harga ditentukan oleh pasar. Dampak cuaca buruk lokasi perairan kilang minyak dan konflik di negara-negara penghasil minyak, adalah bagian dari &amp;lsquo;hukum pasar&amp;rsquo;. Negara sehebat Amerika Serikat pun, tak mampu mengendalikan harga minyak, apalagi menurunkan harganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dengan demikian, maka Pemerintah RI harus menyiasati fluktuasi harga dunia. Tapi bagi saya, tindakan yang harus dilakukan tak boleh mengabaikan kepentingan orang banyak. Pemerintah harus konsisten tidak akan menaikan harga BBM dan tetap memberikan subsidi harga BBM jenis premium, karena ini sesuai dengan janji Pak Beye ketika kampanye Pemilu 2009 yang lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kenaikan harga BBM yang secara bertahap dilakukan hingga ke level harga minyak dunia, dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga sembako. Jika rakyat tak mampu membeli sembako akibat dampak kenaikan BBM, maka banyak rakyat menderita dan meningkatkan angka kriminalitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Untuk itu, pemerintah seharusnya memiliki rencana strategis yang sifatnya jangka panjang. Jika kenaikan BBM jenis premium dilakukan tanpa didahului oleh pembenahan sistem transportasi, akan merugikan banyak pihak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Khusus di kota-kota besar seperti Jakarta, kenaikan BBM harus diawali dengan mengubah prilaku masyarakat, khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi. Selama ini, penyebab kemacetan lalu lintas di kota-kota besar, adalah akibat belum siapnya sarana infrastruktur dan meningkatnya jumlah popolasi kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Oleh sebab itu, pemerintah semestinya membangun sarana dan prasarana transportasi, agar pemilik kendaraan pribadi bisa dengan sukarela beralih ke transportasi publik. Dengan cara tersebut, aktivitas perekonomian tidak akan terganggu, meskipun harga BBM &amp;lsquo;terpaksa&amp;rsquo; harus ikut dengan harga pasar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya setuju, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap energi dari bahan bakar fosil pada 2050. Sumber energi itu bukan hanya BBM jenis premium. Masih banyak energi yang bisa dimanfaatkan, seperti listrik. Kita juga sebaiknya tak apriori dengan sumber energi nuklir, meski Jepang sedang kalang-kabut menghadapi masalah nuklir pasca-gempa dan tsunami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Salah satu bagian dari sistem transportasi publik yakni rencana pembangunan mass rapit trans (MRT) dan pengembangan busway hingga ke pinggiran ibukota Jakarta. Sistem ini harus dibangun terlebih dahulu, sebelum Istana dan DPR berkoar-koar soal kenaikan BBM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Salam Kompasiana!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;a href="http://getfile8.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/mjsufBwqGIBFEmfAButCdsHACezFvtxapsxiumaxrGooroCJJeuEssayoyur/BBM.jpg.scaled1000.jpg"&gt;&lt;img alt="Bbm" height="258" src="http://getfile7.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/mjsufBwqGIBFEmfAButCdsHACezFvtxapsxiumaxrGooroCJJeuEssayoyur/BBM.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/benahi-transportasi-dulu-baru-naikkan-harga-b"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-2489490317399912568?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/2489490317399912568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=2489490317399912568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2489490317399912568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2489490317399912568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/benahi-transportasi-dulu-baru-naikkan.html' title='Benahi Transportasi Dulu, Baru Naikkan Harga BBM !'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-1313780939239534135</id><published>2012-01-03T15:07:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T15:07:40.682+07:00</updated><title type='text'>Mencermati Proyek MRT di Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;BANG KUMIS&lt;/strong&gt;, Sang Komandan Ibukota Negeri ini tampaknya optimis dengan proyek&amp;nbsp;&lt;em&gt;mass rapid transit&lt;/em&gt;atau yang lebih dikenal dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;subway.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Baginya, p&lt;/em&gt;royek senilai triliunan rupiah ini akan mampu menyaingi kota modern di Singapura dan Jepang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bang Kumis pun mengumbar janji, proyek MRT akan segera terealisasi pada 2016, apalagi&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/09/1117088/Fauzi.Bowo.MRT.Bukan.Mimpi" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Pemprov DKI bersama PT MRT Jakarta&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kabarnya sedang giat untuk mewujudkannya. Kabar baiknya adalah&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/08/15063324/Marubeni.Siap.Jadi.Investor.MRT" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Perusahaan Jepang, Marubeni&lt;/a&gt;, menyatakan kesiapannya untuk menjadi investor dalam proyek MRT. Selagi jalan-jalan Jakarta masih dirundung macet, kini kita harus bersabar, karena Marubeni masih harus menjalani proses tender dokumen MRT tahun ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Tapi tunggu dulu. Benarkah MRT mampu mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya? Saya sih masih ragu, tapi ada nada optimis dari koar-koar Bang Kumis itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, geografis Jakarta tidak seperti Singapura dan kota-kota di Jepang. Kondisi alam Jakarta yang sudah ditumbuhi oleh gedung-gedung pencakar langit tentunya akan jadi masalah tersendiri dalam merealisasikan lintasan MRT. Belum lagi ada masalah pemukiman kumuh atau tanah yang bersengketa. Tentunya, proyek MRT ini membutuhkan eksekutor sekuat Presiden agar dapat terealisasi secara adil dan manusiawi. Jika harus ada penggusuran, harus dilakukan secara bijaksana dan bukan sekedar ganti rugi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, proyek MRT masih dipengaruhi oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/03/09/13201338/Apa.Kabar.Proyek.Monorel" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;trauma proyek monorel&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang kini menyisakan bangkai-bangkai tiang beton. Masih banyak publik yang meragukan proyek ini, apalagi jika belum ada kejelasan soal anggaran proyek. Jika proyek MRT ini gagal seperti monorel di jaman Bang Yos, mau dibawa kemana muka Bang Kumis?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, sistem MRT harus mampu menjawab keluhan layanan transportasi massal sebelumnya, seperti bis kota dan busway. Sudah jadi rahasia umum, bahwa jumlah busway masih minim di jam-jam sibuk pulang-pergi kantor. Sedangkan di sarana angkutan bis kota, belum ada kepastian rasa aman dan nyaman selama perjalanan penumpang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, stasiun-stasiun MRT di pinggiran Jakarta harus menyediakan sarana parkir yang memadai. Ini dilakukan untuk merangsang pemilik mobil dan motor di Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok agar memanfaatkan MRT. Jika 80 persen pemilik mobil dan motor di sekitar Jakarta menggunakan MRT, maka setidaknya dapat menjawab masalah kemacetan ibukota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, saya sangat setuju jika Pemerintah mengenakan pajak yang tinggi bagi pemilik kendaraan, asalkan dananya ditujukan untuk pelayanan MRT yang lebih baik. Jepang berhasil di proyek MRT, karena pajak kendaraan yang nilainya &amp;lsquo;gila&amp;rsquo;, sehingga warga Jepang enggan membeli kendaraan. Jepang juga mengenakan tariff parkir yang mahal di dalam kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, MRT harus mendukung program lingkungan. Dengan MRT, pengelola gedung harus menanam banyak pohon dan sarana penunjang bagi pejalan kaki. Contoh di Singapura, calon penumpang dilarang merokok. Ini bertujuan agar udara menjadi bersih dan warga menjadi sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, pemimpin di negeri ini yang kebanyakan berdomisili di Jakarta harus memberi contoh yang baik. Mereka harus menjadi penumpang MRT, dan tak lagi menggunakan mobil dinas. Ada baiknya, Presiden dan para menteri setiap akhir pekan pulang kampong menggunakan MRT. Ini akan menjadi cara menghemat anggaran negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;kedelapan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, MRT bukan satu-satunya solusi mengatasi kemacetan ibukota. Suksesnya proyek ini bisa menjadi pisau bermata dua, yakni makin banyaknya warga daerah yang berbondong-bondong mengadu nasib ke Jakarta.&amp;nbsp;&lt;em&gt;So, after MRT, what&amp;rsquo;s up, Mr Governor&lt;/em&gt;&amp;nbsp;?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Semoga nasib MRT ini bisa menjawab tantangan Jakarta di masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Salam Kompasiana!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class='p_embed p_image_embed'&gt; &lt;img alt="Bang_kumis" height="310" src="http://getfile3.posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2012-01-03/wdnCiqGBgyrrwzbpBqEzvHptDbgIedhopqCAomllgtpytJjDabgmGcgjiDna/bang_kumis.jpg.scaled500.jpg" width="500" /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/mencermati-proyek-mrt-di-jakarta"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-1313780939239534135?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/1313780939239534135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=1313780939239534135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1313780939239534135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1313780939239534135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2012/01/mencermati-proyek-mrt-di-jakarta.html' title='Mencermati Proyek MRT di Jakarta'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8291190457334110093</id><published>2011-01-31T15:08:00.001+07:00</published><updated>2011-01-31T15:08:22.319+07:00</updated><title type='text'>Belasan Mantan Anggota DPR Ditahan</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;  &lt;div&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-31/ItHcGwsyCabksmunbxzwDDdsAoegvjtIvIpqzpmxoelxaxihauslbCpeIcAG/KPK.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-31/ItHcGwsyCabksmunbxzwDDdsAoegvjtIvIpqzpmxoelxaxihauslbCpeIcAG/KPK.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Sejumlah&lt;/strong&gt; anggota DPR dan mantan anggota DPR yang menjadi tersangka dalam  kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur BI tahun 2004 diperiksa  penyidik KPK sejak pagi tadi, Jumat (28/1). Mereka yang diperiksa antara  lain mantan Ketua Komisi XI DPR Paskah Suzetta, Sofyan Usman dari  Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Agus Condro yang pertama kali  membuka kasus tersebut serta Nilu Mardiyani dan Engelina Pattiasina dari  PDI Perjuangan. Sedangkan 20 tersangka lainnya diperiksa secara maraton  hari ini.&lt;p /&gt;  Sekitar pukul 16.30 WIB, sejumlah tersangka yang sudah menjalani  pemeriksaan, langsung ditahan. Nilu Mardiyani dan Engelina Pattiasina  dari PDI Perjuanga, misalnya. Mereka langsung dibawa dengan mobil  tahanan ke Rumah Tahanan Pondok Bambu.&lt;p /&gt;  Setelah itu, rombongan kedua tersangka yang ditahan, terdiri 9 mantan  anggota DPR periode 1999-2004. Mereka di antaranya Paskah Suzetta  (Golkar), Daniel Tanjung, Sofyan Usman, Poltak Sitorus, Sutanto Pranoto,  Matheos Formes, Hafis Jawawi, dan M Iqbal serta Martin Briyaseran.  Mereka dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.&lt;p /&gt;  Paskah saat hendak memasuki mobil tahanan terus menuding bahwa penahanan  dirinya dan tersangka lainnya sarat politik. Paskah mengaku akan  memberikan perlawanan, dengan memberikan langkah-langkah politik. Namun  Paskah belum bisa merinci langkah politik yang dia maksud.&lt;p /&gt;  Hingga berita ini dibuat, pemeriksaan masih berlangsung. Sedianya KPK  memeriksa sekitar 26 tersangka. Namun 3 dari mereka mangkir tanpa  penjelasan. Saat ini masih enam tersangka masih menjalani pemeriksaan,  di antaranya politisi senior Panda Nababan.&lt;p /&gt;  Kehadiran Panda di KPK pun setelah dilakukan penjemputan paksa dari  Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Saat itu politisi dari PDI  Perjuangan tersebut hendak mengikuti Rapim PDI Perjuangan di Batam.(DSY)&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa puluhan anggota dan mantan anggota  DPR terkait kasus cek perjalanan pemilihan Deputi Senior Gubernur pada  tahun 2004 yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom. Sekitar 12 orang di  antaranya langsung ditahan. (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/newscatvideo/hukum/2011/01/28/121469/Belasan-Mantan-Anggota-DPR-Ditahan"&gt;metro tv&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/belasan-mantan-anggota-dpr-ditahan"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8291190457334110093?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8291190457334110093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8291190457334110093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8291190457334110093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8291190457334110093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/belasan-mantan-anggota-dpr-ditahan.html' title='Belasan Mantan Anggota DPR Ditahan'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-9110839931888935080</id><published>2011-01-28T16:56:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T16:56:16.535+07:00</updated><title type='text'>Jika KPK Menahan Koruptor Secara Massal</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-28/IGBrChvvBhddBBndHhwlprvCIyDJmIzouoGIJzFqrcwoaJrnzsxBuzwDDora/img4c984c17e4b05.jpg.scaled500.jpg" width="205" height="137"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;PENANGANAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;kasus suap yang dilakukan oleh KPK, memasuki babak baru. Kali ini sebanyak 25 mantan politisi di DPR RI periode 1999-2004 siap dipanggil KPK. Apakah mereka dipanggil untuk dijebloskan ke penjara atau hanya sebagai saksi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Entahlah. Yang pasti, KPK tampaknya sedang menggebrak. Insting saya, KPK menyiapkan kejutan untuk masyarakat pencinta anti-korupsi. Jika memang benar ditahan, berarti KPK memerlukan 25 ruang tahanan khusus para koruptor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Hari ini, 28 Januari 2011, sebagian&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/28/1139083/KPK.Panggil.25.Tersangka.Penerima.Cek.Perjalanan" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;mantan politisi tiba di Gedung KPK&lt;/a&gt;, untuk memenuhi panggilan tersebut.&amp;nbsp; Menurut pantauan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/28/1139083/KPK.Panggil.25.Tersangka.Penerima.Cek.Perjalanan" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, di antaranya adalah Sofyan Usman (PPP), Ni Luh Maryani (PDI-P), Baharudin Aritonang (Golkar), Agus Condro (PDI-P), Paskah Suzeta (Golkar), Daniel Tandjung (PPP), Soewarno (PDI-P), Sutanto Pranoto (PDI-P), Max Moein (PDI-P), Engelina Pattiasina (PDI-P), Poltak Sitorus (PDI-P), dan Matheos Formes (PDI-P).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Kasus ini berawal dari pengakuan mantan anggota DPR dari PDI-P&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/08/28/12300799/Buka.bukaan.Bersama.Agus.Condro" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Agus Condro&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengenai adanya aliran dana dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur BI, yang menyeret sejumlah nama anggota DPR. Ketua Fraksi PDIP, Panda Nababan disebut-sebut Agus Condro, hadir dalam pertemuan dengan Miranda Goeltom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Bahkan, usai bertemu Direktur Pengaduan KPK&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ahmad Wiyagus&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, Fraksi PDIP sempat menggelar pertemuan dengan Miranda Goeltom di Hotel Dharmawangsa, sebelum waktu pemilihan. Pertemuan dipimpin langsung Panda Nababan Ketua Fraksi PDIP. Agus mengaku, dalam pertemuan tersebut anggota fraksi secara tidak langsung diarahkan untuk memilih Miranda Goeltom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Agus juga mengaku memilih Miranda pada pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, karena memang diperintah demikian. Tidak tanggung-tanggung, mantan anggota Komisi IX itu juga menegaskan, pengungkapan ini merupakan salah satu tanggung jawabnya kepada reformasi. Apalagi dia menjabat sebagai anggota DPR hasil reformasi 1998.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Meski hari ini dipanggil KPK,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/28/11560515/Paskah.Akan.Melawan" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Paskah Suzetta&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang pernah menjadi menteri, tampaknya gerah. Ia bahkan menyebar&amp;nbsp;&lt;em&gt;psy war&lt;/em&gt;&amp;nbsp;untuk melakukan perlawanan. Selain menilai penetapan dirinya sebagai tersangka bersifat politis, mantan Kepala Bappenas ini menilai KPK tidak adil karena belum menetapkan tersangka pemberi suap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&amp;ldquo;Saya akan lawan. Oke, kalau ada alat bukti. Sekarang mana itu penyuapnya? Buktikan. Saya tidak pernah berhubungan dengan Miranda. Tidak ada janji dengan Miranda,&amp;rdquo; kata Paskah kepada wartawan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Sabarlah, Pak Paskah. Jangan emosi dulu. Bu&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/18/03132657/Miranda.Dicegah.ke.Luar.Negeri" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Miranda sudah dicegah ke luar negeri&lt;/a&gt;&amp;nbsp;oleh KPK. Jadi tak mungkin kabur seperti mafia pajak Gayus Tambunan.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/28/141203/1556395/10/kpk-panda-dijemput-di-bandara-untuk-kemudahan-pemeriksaan?9911012" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;KPK juga siap menjemput Panda Nababan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Kabarnya, aksi ini sengaja dilakukan KPK, untuk memudahkan jalannya pemeriksaan terkait kasus dugaan suap dalam pemilihan mantan DGS BI, Miranda S Goeltom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Saya bisa memahami perasaan Pak Paskah dan anggota DPR lainnya. Mereka pasti khawatir dengan ancaman kurungan penjara. Secara psikologis, setiap orang yang sudah lepas dari jabatan, tentunya khawatir saat berurusan dengan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Setidaknya, marilah kita memegang asas praduga tak bersalah. Kita tunggu hasil penyelidikan KPK hari ini, dan baru menilai secara objektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/jika-kpk-menahan-koruptor-secara-massal"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-9110839931888935080?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/9110839931888935080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=9110839931888935080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/9110839931888935080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/9110839931888935080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/jika-kpk-menahan-koruptor-secara-massal.html' title='Jika KPK Menahan Koruptor Secara Massal'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-141308106232513334</id><published>2011-01-28T10:56:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T10:56:12.443+07:00</updated><title type='text'>Mau Macet Kayak Apa Juga, Orang Tetap Cinta Jakarta!</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/reHazekrfxDbkAurDznhaaheEcJjpykFJlbJspIbrepnBryzrGcbHlsbFeoy/1296077435100822110.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/reHazekrfxDbkAurDznhaaheEcJjpykFJlbJspIbrepnBryzrGcbHlsbFeoy/1296077435100822110.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="303"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Komplain lagi soal jalan ibukota macet? Bingung cari jalan tikus? Atau marah karena keluhan tak direspon pemerintah?&amp;nbsp;&amp;rdquo;Gitu aja kok repot&amp;hellip;.&amp;rdquo; mungkin begitu celoteh Alm Gus Dur jika masih ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saat membaca tulisan Kompasianer&amp;nbsp;&lt;a href="http://metro.kompasiana.com/2011/01/27/roelly87" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Choirul Huda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berjudul&amp;nbsp;&lt;span class="textlist02"&gt;&lt;a href="http://metro.kompasiana.com/2011/01/27/sore-hari-jakarta-dihuni-bangsa-barbar/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Sore Hari, Jakarta Dihuni Bangsa Barbar&lt;/a&gt;. Saat m&lt;/span&gt;enyaksikan Jakarta pada waktu sore hari, ia benar-benar merasa aneh. Ditengah hiruk pikuk Ibukota yang sumpek ini, ternyata sangatlah jauh dari kata lancar. Hampir setiap jalan utama Ibukota yang selalu dipenuhi antrean kendaraan baik itu motor, mobil, bus, truk serta lalu lalang angkot dan sejenisnya. Aneh bagi Choirul, tapi tidak aneh bagi saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Saya pun jadi ingat bagaimana saya harus berjuang mati-matian untuk menghadiri ibadah Natal 2010, karena&amp;nbsp;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/26/negosiasi-klakson-di-warung-buncit/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;terjebak banjir dan macet di kawasan Warung Buncit&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Jakarta Selatan. Di situasi demikian, biasayan emosi pengendara sulit untuk dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hampir seluruh arus lalu lintas sejumlah jalan protokol di Jakarta benar-benar semrawut di tengah kepungan genangan air. Tak ada petugas polisi yang mengatur, tak ada pula jalan tikus kosong. Aksi para pengendara yang tidak sabar dan saling serobot semakin memperparah arus lalin di segala arah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Jadi, siap-siap saja kita jadi korban. Ya disenggol pengendara sepeda motor, diseruduk mobil dari belakang karena tak sigap menginjak pedal rem, atau bahkan mobil mogok karena terendam banjir. Di tengah macet pula!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Saya pun pernah mengalami kerugian imateril yang tak ternilai, yakni saya harus membatalkan janji dengan rekan bisnis yang sudah menunggu kedatangan saya. Apalagi, bagi kalangan investor asing, momentum pertemuan yang&amp;nbsp;&lt;em&gt;on time&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sangat menentukan&amp;nbsp;&lt;em&gt;deal&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau tidaknya sebuah langkah awal kontrak bisnis. Jika saya mengeluh ke forum Kompasiana, apakah Pemerintah akan membayar ganti rugi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Emang gue pikirin&lt;/em&gt;,&amp;rdquo; pasti begitu kata pejabat pemerintah yang baca tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Saat ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah mempersiapkan sarana infrastruktur tambahan, sebagai salah satu solusi mengatasi masalah lalu-lintas. Mungkin kebijakan yang dilakukan Gubernur Fauzi Bowo itu kurang populer, karena sedang berlangsung di tengah cibiran masyarakat. Kalaupun nantinya sejumlah ruas tambahan ibukota telah berfungsi, barulah kita para pemakai jalan tahu dan merasa arus lalu lintas lebih lancar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Namun demikian, hal itu bukan solusi pemecahan masalah. Pemerintah dan instansi terkait harus mampu dan konsisten menjalankan kebijakannya. Jika kebijakan tak dilakukan sepenuh hati dan tak konsisten dijalankan, maka masalah baru akan muncul. Akibatnya, kebijakan tersebut hanya sia-sia belaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Bagi saya, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, peduli atau tidak peduli, tapi inilah fakta yang ada di negeri ini. Kemacetan dan kesemrautan lalu lintas bukan sebatas masalah yang dihadapi pemerintah, tapi itu adalah fenomena yang ada di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Saya lebih senang dengan sindiran carut-marut sistem transportasi negeri ini oleh Kompasianer Titin Septiana di tulisan berjudul &amp;rdquo;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/19/indonesia-ternyata-lebih-efisien-waktu-daripada-japan/" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;Indonesia Ternyata Lebih Efisien Waktu daripada Jepang&lt;/a&gt;&amp;rdquo;. Di tulisan itu Titin mengungkapkan isi hati seorang warga Indonesia di Jepang, yang rindu atas kesemrautan lalu lintas di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;Lantas, masih perlukah kita mengeluh? Jika 10 juta penduduk Jakarta mengeluh ke Bang Kumis, lantas Bang Kumis mau mengeluh ke siapa? Kepada Pak Beye? Jangan-jangan Bang Kumis pun takut kejebak macet jika mau berkeluh kesah ke Pak Beye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/hcwzhzfqtJjlIuqmvatngGaBvcAqDCuJrwvvjCzhJarhJhxtrucEbBtpGICy/0743385620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/hcwzhzfqtJjlIuqmvatngGaBvcAqDCuJrwvvjCzhJarhJhxtrucEbBtpGICy/0743385620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="line-height: 17px; font-size: 11px;"&gt;Ini adalah foto Jalan Gatot Subroto di sekitar kawasan Pancoran, Jakarta Selatan yang macet parah usai hujan deras turun 25 Oktober 2010. Foto: Yuniadhi Agung/KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="textlist02"&gt;&lt;span style="line-height: 17px; font-size: 11px;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/gkngbbvdwrbbtfHEJdIinExjzpEdlwzHJezduxDvEwFvxoGaBCdpAhCuejfm/1296077435100822110.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-27/gkngbbvdwrbbtfHEJdIinExjzpEdlwzHJezduxDvEwFvxoGaBCdpAhCuejfm/1296077435100822110.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="303"/&gt;&lt;/a&gt; Ini adalah foto ruas Jalan Jendral Sudirman yang tergenang air saat hujan deras yang mengguyur Jakarta 25 Oktober 2010. Akibat genangan air ini, arus lalu lintas di sebagian ruas jalan tersebut mengalami kemacetan, genangan ini juga menyebabkan sebagian pengguna sepeda motor masuk ke jalur cepat. Foto: Bannar Fil-Ardhi/KOMPAS IMAGES&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/mau-macet-kayak-apa-juga-orang-tetap-cinta-ja"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-141308106232513334?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/141308106232513334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=141308106232513334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/141308106232513334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/141308106232513334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/mau-macet-kayak-apa-juga-orang-tetap.html' title='Mau Macet Kayak Apa Juga, Orang Tetap Cinta Jakarta!'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3946590192378747471</id><published>2011-01-26T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-26T09:00:10.331+07:00</updated><title type='text'>UFO Itu Ingin Menjemput Gayus?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-25/BbBnfgauojmspkhjsmovnxggvviasfoeEfjaeHllJspwxlGoCyCHjmmglqbl/1042451620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-25/BbBnfgauojmspkhjsmovnxggvviasfoeEfjaeHllJspwxlGoCyCHjmmglqbl/1042451620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;JUDUL&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;bombastis di atas sebenarnya bukan sembarang judul. Tulisan ringan ini &amp;lsquo;cuma&amp;rsquo; sebuah inspirasi dari celoteh anak saya, Joseph, usai menonton berita di TV tentang&amp;nbsp;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/01/23/23033826/.quot.Jejak.UFO.quot..di.Yogya.Jadi.Tontonan"&gt;fenomena UFO di Sleman Yogyakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;rdquo;Pa, bisa jadi UFO datang mau menjemput Gayus,&amp;rdquo; begitu komentar asal-asal usai mengamati crop circle di Dusun Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman. Tayangan visual&amp;nbsp;&lt;em&gt;crop circle&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di TV itu memang mirip sekali dengan bentuk badan pesawat UFO, yang biasa ia tonton di film-film ala Hollywood.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya pun tertawa mendengar komentar anak saya yang kini berusia 6 tahun itu. Tampaknya, ia mulai penasaran berita-berita kelanjutan kasus suap Gayus Tambunan, mulai lenyap dari media massa. Awalnya, ia begitu antusias ketika &amp;lsquo;aksi-hebat&amp;rsquo; Gayus berkunjung ke Bali dan luar negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Memang, di dunia maya saat ini sedang meributkan asal-muasal&amp;nbsp;&lt;em&gt;crop circle&lt;/em&gt;, kemudian membandingkannya dengan fenomena crop circle di luar negeri. Di lain pihak, ada juga kawan-kawan di facebook dan twitter yang mengganggap crop circle adalah karya seni bikinan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Warga dari berbagai tempat&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/01/24/09433413/Warga.Menyemut.Tonton.Jejak.UFO"&gt;sudah berdatangan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ke lokasi&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;crop circle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sejak Senin (24/01/2011). Mereka berusaha sedekat mungkin berada di areal pola geometris aneh itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Karya seni yang iseng? Lantas untuk apa iseng, mau bikin heboh masyarakat?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Entahlah, mana yang benar. Crop circle di Sleman memang unik. Dan saking uniknya, media massa memborbardir isu UFO sebagai headline. Baik televisi, radio, media cetak harian dan media sosial internet, kini ramai membahas crop circle alias bekas pendaratan pesawat Alien itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika memang Alien mau berkunjung ke Indonesia karena mengagumi keindahan alamnya, kenapa harus dilakukan secara diam-diam? Apakah Alien sedemikian takutnya menghadapi publik di Tanah Air, khususnya warga Sleman? Lantas, kenapa tidak mendarat di pegunungan atau perbukitan yang tak berpenduduk, seperti di kawasan Papua misalnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Wah, makin pening kepala saya mereka-reka kasus UFO ini. Apalagi, para&amp;nbsp;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/01/24/19424358/Ahliahli.Diharap.Segera.Meneliti"&gt;peneliti kita tampaknya kurang bersemangat&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menganalisis benar-tidaknya crop circle sebagai bekas pendaratan mahluk asing. Justru yang muncul di hadapan saya adalah interpretasi opini yang melanda publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pengamat penerbangan&amp;nbsp;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/01/24/17453117/Crop.Circle.Mungkin.Terkait.UFO.Bantul."&gt;Dudi Sudibyo pun turut berspekulasi&lt;/a&gt;.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ia mengaku memiliki pengalaman tahun 2009 saat melihat UFO di Bantul. Saat itu, Dudi tengah naik pesawat Lion Air Boeing 737-900ER nomor penerbangan JT552. Ia melihat&amp;nbsp;9 titik cahaya serupa awan di bagian pesawat yang ditumpanginya. Sebanyak 3 titik&amp;nbsp;bentuknya padat dan 6 titik lainnya adalah awan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dudi saat itu sempat mengabadikannya dengan kamera 40DX lensa Nikkon 55 mm. Setelah dianalisis, ternyata diketahui obyek itu adalah UFO. Ia membantah anggapan bahwa yang dipotretnya cuma bayangan sebab jendela pesawat jernih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Setelah mengirimkan gambar yang dipotretnya kepada pakar&amp;nbsp;&lt;span style=""&gt;Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Lapan) Adi Sadewo Salatun, Dudi mengetahui bahwa UFO tersebut sedang mengalami&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;morphing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Wujudnya berubah dari padat ke gas hingga akhirnya menghilang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Menurut saya, pemerintah dan instansi terkait harus bergerak. Isu hangat seperti ini membuat opini publik tak sehat. Biarkan kasus ini ditangani pihak yang ahli. Masih banyak urusan negeri ini yang harus diselesaikan. Masalah pendidikan, kemiskinan, pengangguran, narkoba, premanisme dan kemacetan lalu lintas, adalah agenda utama yang tak boleh dilupakan. Jangan-jangan&amp;nbsp;&lt;em&gt;crop circle&amp;nbsp;&lt;/em&gt;itu&amp;nbsp;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/01/24/13395482/Setiap.Motif..quot.Crop.Circle.quot..adalah.Pesan"&gt;sebuah pesan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk&lt;em&gt;corrupt circle&lt;/em&gt;. Hehehe&amp;hellip;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;So, pemerintah harus tetap fokus! Jangan membahas isu yang tak kontra-produktif. Semakin lama membahas UFO, maka akan menghabiskan banyak waktu, pikiran dan tenaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kembali ke komentar Si Joseph, saya hanya membalas singkat sesuai pikiran anak-anak. &amp;rdquo;Ya, mungkin Si Alien itu mau menjemput Gayus supaya jadi Presiden di Planetnya. Maklum, virus korupsi sudah menjalar dan harus ditangani serius&amp;rdquo;. Maka tertawalah Si Joseph.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ufo-itu-ingin-menjemput-gayus"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3946590192378747471?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3946590192378747471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3946590192378747471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3946590192378747471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3946590192378747471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/ufo-itu-ingin-menjemput-gayus.html' title='UFO Itu Ingin Menjemput Gayus?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8368529639511186191</id><published>2011-01-24T16:54:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T16:54:35.047+07:00</updated><title type='text'>‘Sepotong Kue Ultah dari Istri’</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-24/vFCwjtaazyEkFHcmlyFGjDyFIhwrkBDbIFjsxdHqAjDjBsgEckrjyjjpsHcj/165737_1669018138443_1627036164_1494032_2208917_n.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-24/vFCwjtaazyEkFHcmlyFGjDyFIhwrkBDbIFjsxdHqAjDjBsgEckrjyjjpsHcj/165737_1669018138443_1627036164_1494032_2208917_n.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="375"/&gt;&lt;/a&gt; PERJALANAN&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;politik negeri ini memang cukup panjang, bagaikan jalan tiada akhir. Setiap suka dan duka terlewati bagaikan menu hidangan yang disantap tiap hari. Ada yang enak, ada juga yang kurang enak. Bahkan, ada yang terasa pahit hingga sulit terlupakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hari ini saya genap 33 tahun. Hari ini juga, menandai empat tahun saya berkarir secara nyata di dunia politik. Saya cuma anak muda biasa, yang di awal karir politik saya mendirikan partai politik bersama teman-teman muda lainnya se-Indonesia, dan langsung dipilih sebagai ketua umum partai menjelang Pemilu tahun 2009. Saat HUT saya pada 4 tahun yang lalu, saya berdoa agar mampu memikul beban tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan pagi tadi, saya dan Istri Tercinta usai bangun tidur langsung sujud berdoa, mengucap syukur Karunia-Nya sekaligus memohon berkat Tuhan selalu berkelimpahan. Saya tentunya adalah salah satu mahluk yang paling beruntung di bumi ini, karena memiliki istri cantik yang setia dan luar biasa serta dua putra-putri tercinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lantas, apa bedanya hari ini 24 Januari 2011 dengan hari kemarin dan esok hari? Apa pula bedanya hari ini dengan 33 tahun yang lalu? Tentu, secara umum tak ada bedanya. Kemarin, saat ini dan esok atau bahkan masa yang akan datang, hanyalah satu masa putaran bumi yang biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bencana alam, tetap ada. Hari senang, juga tetap ada. Ada yang sedih, ada pula yang gembira. Semuanya itu hanyalah perbedaan sudut pandang manusia di waktu yang berbeda. Setiap manusia sebenarnya &amp;lsquo;cuma&amp;rsquo; berada di titik alam waktu yang berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Meski tiap manusia dalam alam waktu sebenarnya tak ada bedanya satu-sama lain, tapi bukan berarti kita hanya bertopang dagu mengeluhkan nasib. Atau, karena kondisi lingkungan sekitar yang compang-camping, maka kita hanya menjadi penonton setia tanpa turut bermain di dalamnya. Masing-masing kita memiliki kelemahan, tetapi yang luar biasa adalah masing-masing kita mempunyai kelebihan dan keunikan, gunakan itu menjadi kekuatan untuk melawan keluhan nasib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tuhan memberikan waktu. Dan bagi saya, waktu tidak boleh disia-siakan, karena waktu terus berjalan tak dapat berhenti. Tak ada gunanya penyesalan itu, sebab tak mungkin ada mesin waktu yang dapat mengulang kejadian tersebut. Tuhan ingin kita untuk menguasai waktu tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mudah-mudahan, tulisan kecil ini bermanfaat bagi kita semua. Setiap masa lalu yang sudah lewat, biarlah berlalu dan menjadikannya pelajaran yang sangat berharga. Ampuni masa lalu yang kurang baik agar kita menjadi lebih ringan mungkin kita tidak bisa melupakannya tetapi kita bisa melupakan rasa sakitnya. Marilah kita jalani hari ini dengan penuh semangat, karena masa depan penuh dengan misteri kebahagiaan.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/sepotong-kue-ultah-dari-istri"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8368529639511186191?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8368529639511186191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8368529639511186191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8368529639511186191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8368529639511186191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/sepotong-kue-ultah-dari-istri.html' title='‘Sepotong Kue Ultah dari Istri’'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7079988410553306789</id><published>2011-01-21T15:51:00.001+07:00</published><updated>2011-01-21T15:51:39.977+07:00</updated><title type='text'>Tifatul Vs Playboy</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/pyorlknxBhqBszbFrwIDxvyFufIDaJqIzoqyczytaxarzlCgegxpbjqakBfi/30097_392752071510_54640456510_4570011_626119_n.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/pyorlknxBhqBszbFrwIDxvyFufIDaJqIzoqyczytaxarzlCgegxpbjqakBfi/30097_392752071510_54640456510_4570011_626119_n.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="550"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;SENYUM&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Pak Tifatul Sembiring kabarnya lagi sumringah hari ini. Mungkin, ia gembira mendengar kabar, bahwa Research in Motion (RIM), penyedia layanan BlackBerry,&amp;nbsp;sudah mulai memfilter situs-situs porno. Sebelumnya pemerintah memberikan tenggat hingga Jumat pekan ini atau tanggal 21 Januari 2011.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;ldquo;Alhamdulillah RIM sudah mulai memblokir situs-situs porno dengan menggunakan Nawala. Hari ini situs-situs&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;top rank&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;tidak bisa diakses melalui BB. Ini suatu permulaan yang bagus,&amp;rdquo; kata Menteri Komunikasi dan Informatika itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Di alamat situsnya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.nawala.org/"&gt;www.nawala.org&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengklaim sebagai layanan internet mampu menjadi saringan situs negatif. Bahkan, Nawala punya komitmen untuk membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Nusantara juga akan menapis situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;RIM memang tak menyebut Nawala sebagai metode filter yang digunakan untuk menyensor konten pornografi di layanan BlackBerry. Menurut Vice President Indonesia Security Incident Response Team on Internet&amp;nbsp;&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/01/20/13232242/Kenapa.RIM.Sensor.BlackBerry.Pakai.Nawala"&gt;M Shalahuddien&lt;/a&gt;, penerapan sensor ini diterapkan secara bertahap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sebelumnya beberapa jam lalu saya sempat menulis di&amp;nbsp;&lt;a href="http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/01/20/tifatul-vs-playboy/www.kompasiana.com"&gt;kompasiana&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berjudul&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/01/20/blackberry-dan-playboy/"&gt;BlackBerry dan Playboy&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Di situ saya menceritakan, bahwa BlackBerry Torch saya sudah tidak dapat lagi mengakses alamat situs&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;Playboy&lt;/a&gt;. Di tulisan itu saya mempertanyakan kenapa Cuma blackberry yang disensor, sedangkan koneksi internet reguler via komputer dengan menggunakan akses speedy, IM2 atau Fastnet sama sekali tak tersentuh sensor. Dan di saat menulis itu, saya masih bisa membuka alamat situs&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;Playboy&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tapi alangkah terkejutnya saya setelah memposting tulisan itu ke kompasiana, ternyata alamat situs Playboy sudah diblokir. Bahkan, sejumlah alamat situs yang bernuansa porno, sudah lenyap bagaikan ditelan bumi.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;rdquo;Cepat sekali ya, cara kerja tim-nya Pak Tifatul. Sepertinya Pak Tifatul rajin membaca berita di kompas.com yang memuat foto layar BlackBerry,&amp;rdquo; begitu pikir saya.&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kebetulan saya iseng menggunakan software Firefox, dan menuju alamat situs Playboy. Di sana termuat halaman seperti ini:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/HIGnGvHErnwFhhIgnsoiwsFqfEyhbgcmmtmEwGHGzIHDGFyweatJnDtdtDnC/129551500775877271.png.scaled1000.png'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/HIGnGvHErnwFhhIgnsoiwsFqfEyhbgcmmtmEwGHGzIHDGFyweatJnDtdtDnC/129551500775877271.png.scaled500.png" width="500" height="186"/&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p style="text-align: left;"&gt;Saya pun meng-klik beberapa saran yang ada di situ, salah satunya&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.uk/"&gt;www.playboy.uk&lt;/a&gt;. Nah, bisa ditebak! Taburan foto-foto syur menghiasi halaman situs tersebut. Meski tak serupa dengan alamat situs&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;www.playboy.com&lt;/a&gt;, alamat situs ini memuat informasi baru tentang selebriti kelas Hollywood yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.co.uk/the-articles/dating-and-sex/523053/4/Wet-and-wild/"&gt;berbikini-ria&lt;/a&gt;&amp;nbsp;hingga yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.co.uk/girls/playmate/505132/2/Anna-Berglund/#videos"&gt;foto fulgar&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Selain situs&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.uk/"&gt;www.playboy.uk&lt;/a&gt;, masih ada sejumlah saran situs lainnya yang mengarah ke situs-situs mirror. Kasus ini mirip seperti WikiLeaks, yang memiliki alamat-alamat situs di beberapa negara. Mungkinkah teknologi Nawala-nya Pak Tifatul belum mampu memberangus situs Playboy lainnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jawababnnya ya tergantung peran tim sensor Pak Tifatul. Mudah-mudahan, pemerintah mampu melindungi pengguna internet dari media pornografi, khususnya anak-anak. Pekerjaan ini tentulah pekerjaan berat, karena ada jutaan dan mungkin milyaran alamat situs yang harus diblokir secara cermat. Tapi pekerjaan ini akan lebih mantap, jika didukung oleh para pengguna internet.&lt;/p&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/tifatul-vs-playboy"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7079988410553306789?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7079988410553306789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7079988410553306789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7079988410553306789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7079988410553306789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/tifatul-vs-playboy.html' title='Tifatul Vs Playboy'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3215197248435401002</id><published>2011-01-21T15:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-21T15:44:42.091+07:00</updated><title type='text'>Blackberry dan Playboy</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/zBGszGJrEDliBllwHfrCxhwHfqbilEFjIsfJbkjAjFEeEdzJsilfGburjwsw/1618345620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-21/zBGszGJrEDliBllwHfrCxhwHfqbilEFjIsfJbkjAjFEeEdzJsilfGburjwsw/1618345620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Sepertinya&lt;/strong&gt;, Blackberry saya mulai masuk ke zaman batu. Sejumlah situs internet yang mengandung unsur pornografi mulai dibinasakan. Bagi saya, sebenarnya ini bukan masalah, karena tindakan itu untuk mendukung kegiatan akses internet sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ketika membaca berita di kompas.com berjudul &amp;lsquo;&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/01/20/09371846/BlackBerry.Termahal.Akhirnya.Kena.Sensor"&gt;Blackberry Termahal Akhirnya Kena Sensor&lt;/a&gt;&amp;rsquo;, saya melihat ada ilustrasi foto yang bertuliskan &amp;lsquo;&lt;em&gt;Situs yang anda buka tidak bisa diakses melalui jaringan ini.&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;www.playboy.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;termasuk dalam situs yang tidak boleh diakses melalui jaringan ini karena terindikasi mengandung salah satu unsur berikut: pornografi, bla-bla-bla&amp;hellip;&lt;/em&gt;&amp;rsquo;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan memang benar, saat saya coba akses melalui BlackBerry Torch saya, muncul layar yang sama seperti di foto berita tersebut. Tapi alangkah kagetnya, ketika saya iseng mengakses situs&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;www.playboy.com&lt;/a&gt;melalui laptop dengan jaringan internet di rumah. OMG! (baca: ohemji)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya masih bisa melihat aksi perempuan-perempuan cantik berbikini-ria di situs ini. Bahkan, ada cuplikan video sejumlah artis Hollywood yang mengundang birahi kaum lelaki. Ternyata, bukan situs playboy yang belum disensor. Situs porno lainnya, mungkin berjumlah ribuan atau bahkan jutaan situs porno, belum disensor oleh pemerintah. Maaf, saya tidak berani mengungkap alamat situs porno lainnya, karena nanti dikira promosi. Hehehe..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ternyata situs internet yang berbasis akses reguler seperti speedy, IM2 atau Fastnet belum sepenuhnya melakukan sensor terhadap situs-situs porno. Kalau ditanya, apakah&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.playboy.com/"&gt;www.playboy.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;adalah situs porno atau bukan? Jawabannya ya itu pasti. Karena user yang mengakses situs itu harus orang dewasa atau 17 tahun ke atas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dulu, sewaktu saya masih kuliah dan saat itu untuk mengakses internet memerlukan biaya yang cukup mahal, situs-situs porno adalah kegemaran beberapa teman laki-laki. Saat itu sekitar tahun 1998, memang belum ada filter situs porno yang digagas kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi. Dan untuk mengakses situs porno termasuk situs playboy, dilakukan dengan sembunyi-sembunyi di warnet yang memiliki bilik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Nah, sekarang zaman sudah berubah. Situs internet bisa diakses dengan menggunakan handphone, termasuk blackberry. Setiap orang bisa mengakses situs apa pun dan dimana pun. Pernah suatu ketika saya melihat pengunjung cafe tampak serius memencet tombol handphone. Saya pun iseng jalan melintas dari belakangnya. Saya melirik layar ponsel NOKIA-nya, dan kembali saya berteriak dalam hati: OMG!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pria berpenampilan perlente yang berwajah serius tersebut, ternyata&amp;nbsp;sedang asyik menonton cuplikan film porno. Memang, saat ini sangat mudah mengakses situs internet, apalagi banyak cafe menampah layanan fasilitas&amp;nbsp;&lt;em&gt;wi-fii&lt;/em&gt;. Ya, inilah dampak dari teknologi tinggi, tanpa disertai dengan penerapan pelajaran budi pekerti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya sempat khawatir, karena akses internet saat ini lebih lambat daripada koneksi bulan lalu. Bisa jadi, ini akibat dampak filter porno yang diterapkan blackberry. Meski Jubir Pak Tifatul Sembiring,&amp;nbsp;&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/01/19/18185943/Sensor.Pornografi.Tak.Ganggu.Layanan.BlackBerry"&gt;Gatot S Dewa Broto&lt;/a&gt;&amp;nbsp;meminta para pelanggan BlackBerry tak perlu khawatir, tapi faktanya, Torch saya mulai lemot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pemblokiran situs porno di layanan BlackBerry saat ini mulai gencar dilakukan. Apalagi Pak Menteri Tifatul Sembiring memberi&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/01/17/15250069/.quot.Deadline.quot..Sensor.Pornografi.Tetap.21.Januari."&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;deadline sensor pornografi di BlackBerry&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tanggal 21 Januari 2011. Apakah teknik penyensoran situs pornografi melalui DNS Nawala, akan berlanjut ke ponsel atau koneksi internet basis rumah? Itu kita belum tahu, karena kebijakan dari pemerintah (saat ini) masih pandang bulu.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/blackberry-dan-playboy"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3215197248435401002?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3215197248435401002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3215197248435401002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3215197248435401002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3215197248435401002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/blackberry-dan-playboy.html' title='Blackberry dan Playboy'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8043621382629562706</id><published>2011-01-19T14:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-19T14:44:23.168+07:00</updated><title type='text'>Seandainya, Presiden SBY Kumaat…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-18/tprfIlinGadwihqbhGBnfbkhvlfuyjwDscdyGmdmgkHiwiHfFuIazdAcFkmg/1542105620X310.JPG.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-18/tprfIlinGadwihqbhGBnfbkhvlfuyjwDscdyGmdmgkHiwiHfFuIazdAcFkmg/1542105620X310.JPG.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Baru-baru&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ini, sebagian komunitas warga etnis Batak dihebohkan dengan berita&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/18/15464149/SBY.Dapat.Siregar..Ani.Dapat.Pohan"&gt;penganugerahan gelar adat dan pemberian marga Batak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Belum lagi pro-kontra di seputar milis,&lt;em&gt;&amp;nbsp;twitter&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mereda,&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/19/09164810/Istana.Meralat.soal.Siregar.dan.Pohan"&gt;&amp;nbsp;Istana Negara buru-buru meralat berita tersebut&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal yang menarik di sini adalah&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/18/03455755/Pemberian.Gelar.Diprotes"&gt;&amp;nbsp;penolakan sebagian warga Batak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atas pemberian marga Siregar ke Pak Beye dan boru Pohan ke Ibu Ani. Khusus untuk pemberian boru Pohan ke Ibu Ani, tindakan ini didasarkan marga Sang Besan Keluarga SBY, yakni Aulia Pohan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai orang yang berada di luar sistem komunitas Batak, saya mencoba memahami &amp;lsquo;ketidak-setujuan&amp;rsquo; gelar adat dan pemberian marga tersebut. Bisa jadi, lantaran Pak Beye diberi gelar kehormatan tertinggi Batak Mandailing sebagai &amp;lsquo;Paduka Tuan&amp;rsquo;, maka resmilah Pak Beye menjadi salah satu Raja Adat Batak. Mungkin akibat pemberian gelar itu, maka sebagian orang Batak yang memiliki marga Siregar kurang berkenan jika marganya dicatut. Atau bisa jadi, sebagian komunitas warga Batak di luar marga Siregar, merasa tak ingin ada pihak luar yang mengobok-obok sistem adat di lingkungan keluarga besar Batak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena saya berada di luar komunitas sistem Batak, saya ingin berada di jalan seharusnya dan tak ingin terlibat pro-kontra lebih lanjut. Dan pertanyaannya adalah, bagaimana jika Pak Beye dan Ibu Ani datang ke Minahasa kemudian diberi &amp;lsquo;marga&amp;rsquo; (note: marga jika di Minahasa disebut fam) juga? Mungkinkah ada penolakan serupa?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jawabannya tentu relatif. Penolakan serupa bisa terjadi, jika Pak Beye dan Ibu Ani tidak mengikuti aturan dan sistem adat yang berlaku di Minahasa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi, jika Pak Beye dan Ibu Ani sebelum hadir ke Minahasa sudah memberikan sumbangsih bagi kemajuan Tanah Minahasa, maka hal itu bisa berbeda. Apalagi, jika Pak Beye dan Ibu Ani saat hadir dalam acara pemberian gelar adat Minahasa, kemudian menyatakan komitmennya sebagai bagian dari Keluarga Besar Minahasa, maka reaksi positif akan terjadi. Biasanya, faktor kepentingan politik akan dikesampingkan, karena warga Minahasa umumnya bersifat pragmatis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut saya, tak akan terjadi kasus penolakan pemberian gelar adat dan marga/fam, apabila syarat-syarat anggota baru terpenuhi. Suku Minahasa tentunya lebih antusias menerima tamu kehormatan yang memiliki komitmen jangka panjang, dan bahkan sebelumnya sudah membuktikan apresiasi terhadap adat istiadat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seluruh struktur dan sistem adat di Minahasa, tentunya menerima siapapun warga asing, asalkan mengikuti aturan yang berlaku. Apalagi jika yang bersangkutan adalah pemimpin dan negarawan, maka kecil kemungkinan terjadi reaksi negatif. Andaikan demikian, saya dan keluarga besar Kumaat pun siap memberikan gelar adat tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/seandainya-presiden-sby-kumaat"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8043621382629562706?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8043621382629562706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8043621382629562706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8043621382629562706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8043621382629562706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/seandainya-presiden-sby-kumaat.html' title='Seandainya, Presiden SBY Kumaat…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-111925587197292035</id><published>2011-01-15T12:10:00.001+07:00</published><updated>2011-01-15T12:10:16.958+07:00</updated><title type='text'>Mandala ‘Jatuh’ Selamanya</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-14/CCvEHgfAwhsgotzDByjGxAvDIHfyCpqFxucchuCfAokmsktluGkIHxJkfoop/2315474p.jpg.scaled500.jpg" width="400" height="249"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Maskapai&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;penerbangan Mandala Airlines, secara mengejutkan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/12/19052966/Besok..Mandala.Tidak.Beroperasi."&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;tidak akan beroperasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mulai 13 Januari 2011. Entah sampai kapan pesawat-pesawat Mandala dikandangkan. Perusahaan penerbangan Mandala Airlines akan menghentikan layanan penerbangan ke seluruh destinasi di Indonesia. Keputusan drastis itu diambil Mandala karena terbelit masalah keuangan. Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayudha Gumay dan Direktur Utama Mandala Diono Nurjadin saja, tidak tahu. Apalagi saya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tapi yang jelas, ini adalah&amp;nbsp;&lt;em&gt;bad news&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bagi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bagi saya yang biasa menjadi penumpang Mandala,&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/12/20234661/Mandala.Terbelit.Masalah.Keuangan"&gt;persoalan utang-piutang Mandala&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bukanlah masalah publik. Itu urusan internal Mandala, masyarakat tidak akan ikut campur. Tapi, kalau sudah mengganggu urusan masyarakat, nah semua masyarakat berhak menggugat Mandala, lewat&amp;nbsp;&lt;em&gt;class action&amp;nbsp;&lt;/em&gt;misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sejumlah anggota masyarakat merasa dirugikan dengan berhenti beroperasinya Mandala. Sejumlah biro perjalanan mengaku dirugikan dan bingung bagaimana&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/13/11031388/Biro.Perjalanan.Kebingungan"&gt;cara mengembalikan uang tiket&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;pelanggan calon penumpang. Sekelompok penumpang juga&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/13/10323522/Kantor.Mandala.Diserbu.Calon.Penumpang"&gt;khawatir uangnya lenyap&lt;/a&gt;, karena terlanjur membeli tiket sebelum pengumuman yang tiba-tiba itu. Bahkan ada calon pengantin yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/01/13/18364939/Pengantin.Batal.Nikah.Gara-gara.Mandala-5"&gt;terpaksa membatalkan acara resepsi&lt;/a&gt;, gara-gara tak ada rute penerbangan lain selain Mandala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;rdquo;Mandala Airlines&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;is very very bad&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Tidak ada komunikasi, tidak ada informasi, semuanya membingungkan. Saya sampai frustrasi,&amp;rdquo; ujar&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/13/14522341/Mandala.Airlines.Very.Very.Bad"&gt;Robert Gardener&lt;/a&gt;, yang merupakan warga negara Selandia Baru. Waduh&amp;hellip; Mandala bikin Indonesia di-cap&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;bad service&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lantas kita sebagai konsumen mau apa lagi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Biasanya, posisi konsumen di negeri ini paling tidak mengenakkan dan tidak bisa dihargai sebagai mana mestinya. Selalu saja konsumen mendapat layanan bertele-tele, di-ping-pong, disunat, dibohongi dan malah lebih apes ya ditipu habis-habisan. Kalaupun berpikir positif, ya kita harus sabar, mungkin pembayaran ganti-rugi Mandala akan dibayar secara bertahap. Maksudnya, mungkin minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Pokoknya, ya tarsok-tarsoklah! (Baca tarsok: entar-besok, entar-besok, entar-besok).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  &lt;object data="http://www.youtube.com/v/W494CqBKvU0?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" height="344" width="425"&gt;  &lt;/object&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dari kasus Mandala ini, saya jadi ingat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines_Penerbangan_91"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines_Penerbangan_91"&gt;kecelakaan Mandala&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mandala_Airlines_Penerbangan_91"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan nomor penerbangan RI 091 di kawasan Padang Bulan Medan pada 5 September 2005. Kecelakaan terjadi saat pesawat sedang lepas landas dari&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Polonia" title="Bandara Polonia"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Bandara Polonia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Medan. Dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.tempo.co.id/hg/nusa/sumatera/2005/09/05/brk,20050905-66147,id.html"&gt;117 orang penumpang dan awak&lt;/a&gt;, hanya 16 orang selamat dan 44 orang di darat turut menjadi korban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menurut KNKT,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/10/tgl/12/time/133422/idnews/694203/idkanal/10"&gt;penyebab&amp;nbsp;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Mandala jatuh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;akibat kondisi flap dan slat (alat penambah daya angkat pesawat saat lepas landas) yang tidak turun serta prosedur check list peralatan yang tidak sesuai persyaratan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di antara korban kecelakaan yang meninggal dunia termasuk Gubernur Sumatera Utara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tengku_Rizal_Nurdin" title="Tengku Rizal Nurdin"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Tengku Rizal Nurdin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang rencananya akan bertemu Presiden serta mantan Gubernur Sumatra Utara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raja_Inal_Siregar" title="Raja Inal Siregar"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Raja Inal Siregar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Puluhan penumpang akhirnya dimakamkan secara massa, karena jenasahnya tak dapat dikenali lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sayangnya, hingga kini tak ada kabar dari Pemerintah dan Mandala, terkait tes DNA yang merupakan kewajiban negara terhadap korban kecelakaan yang tak dapat dikenali. Janji itu disampaikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2005/09/08/105300/437493/10/keluarga-korban-mandala-tak-teridentifikasi-bisa-tes-dna?nd992203605"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2005/09/08/105300/437493/10/keluarga-korban-mandala-tak-teridentifikasi-bisa-tes-dna?nd992203605"&gt;Hatta Radjasa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang saat itu menjabat Menteri Perhubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ya, janji tinggallah janji. Banyak pemimpin di negeri ini mengumbar janji, tapi sedikit sekali yang ingat akan janjinya. Itupun janji yang dilunasi karena telah ditagih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mudah-mudahan, Mandala saat ini tidak mendarat selamanya, karena Pemerintah dan Mandala menganggap kasus ini cuma&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/13/21294837/Senin..Sidang.Perdana.Mandala"&gt;soal utang-piutang&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/mandala-jatuh-selamanya"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-111925587197292035?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/111925587197292035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=111925587197292035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/111925587197292035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/111925587197292035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/mandala-jatuh-selamanya.html' title='Mandala ‘Jatuh’ Selamanya'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6348957649495339733</id><published>2011-01-11T16:35:00.001+07:00</published><updated>2011-01-11T16:35:31.180+07:00</updated><title type='text'>Gus Sholah Bergerak!</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-11/CnqIyzzzzFGzlfDcsnJjzzgGGsxkckFJpwuervpmFqDvGhwmIJgjgDgorjcu/GIN.jpg.scaled500.jpg" width="285" height="285"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;div class="illustrasi"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;TANGGAL&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;11 Januari 2011 tampaknya merupakan angka cantik. Jika diurut menjadi sebuah numerik, maka akan menjadi 11111. Angka ini pun hari ini dimanfaatkan banyak pasangan manusia untuk melangsungkan pernikahan ataupun proses persalinan sesar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mungkin momentum ini dimanfaatkan juga oleh tokoh Islam dari Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahuddin Wahid atau yang biasa disapa Gus Sholah. Gus Sholah dan sejumlah tokoh lainnya mendeklarasikan&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/11/134432/1544011/10/11-tokoh-di-11-1-11-luncurkan-gerakan-integritas-nasional"&gt;Gerakan Integritas Nasional&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(GIN). Acaranya pun digelar siang bolong sekitar jam 1 siang, di saat langit Jakarta terik tersengat mentari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tampil di podium adalah pendiri GIN,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;di antaranya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;Ahmad Syafii Maarif, Pdt Natan Setiabudi, Putut Prabantoro, Kasturi Sukiadi, Parni Hadi, Wisjnubroto, Theresia Kristianty, Sudrajad, Teguh Santosa dan Gus Sholah sendiri. Pemimpin redaksi harian Kompas, Rikard Bangun, turut menyampaikan buah pikirannya untuk gerakan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kenapa Gus Sholah mendeklarasikan GIN?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tampaknya, hati Gus tergerak karena negeri ini menghadapi persoalan bangsa khususnya di kalangan pejabat publik. Persoalan tersebut tak lain adalah masalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang hingga kini masih menjadi konsumsi berita di media massa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Gus Sholah pun berdalih, bahwa untuk mengatasi persoalan itu diperlukan sebuah lembaga yang secara khusus memperhatikan integritas nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya sepakat negeri ini membutuhkan integritas yang kuat. Negara demokrasi memang harus memiliki integritas tinggi, sehingga pelaku kejahatan publik harus menjadi musuh bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan adanya edukasi politik yang dijalankan secara baik, maka publik akan memahami hitam dan putih setiap persoalan bangsa. Seorang Gayus Tambunan yang kini disidik polisi atas dugaan kasus suap, seharusnya dijadikan titik awal pemberantasan korupsi di lingkungan jajaran kantor Kementerian Keuangan RI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang Gayus tidak boleh menjadi figus pahlawan karena media sudah memposisikan sebagai figur yang teraniaya. Gayus adalah Gayus. Gayus bukan malaikat yang menyamar menjadi srigala di kawanan srigala. Maka sudah sepatutnya seluruh lapisan masyarakat Indonesia memposisikan Gayus di wilayah hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sedangkan para pendekar (baca: kawanan domba) di wilayah putih, harus didukung. Jika memang aparat penegak hukum terbukti sebagai srigala berbulu domba, ya segera sikat jangan ragu-ragu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Negara hukum ini harus diperbaiki. Tidak boleh ada unsur abu-abu yang akhirnya dianggap &amp;lsquo;wajar&amp;rsquo;. Para pemimpin negeri ini harus memberikan edukasi kepada publik, bahwa koruptor adalah musuh bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mungkinkah GIN yang dimotori Gus Sholah mampu menjawab tantangan ini? Saya cuma bisa berharap demikian. Yang jelas, setiap gerakan moral (&lt;em&gt;moral force&lt;/em&gt;) yang dilakukan secara tulus, tentunya happy ending-nya oke punya. Selamat ya,Gus!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-11/cuCnFqAmtItpHucJfcncGgwbzeDnGpknEtFgHhjwbFHDfwoGxphHwhheyrur/jacko_gusholah.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-11/cuCnFqAmtItpHucJfcncGgwbzeDnGpknEtFgHhjwbFHDfwoGxphHwhheyrur/jacko_gusholah.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="375"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; line-height: 17px; font-size: 11px;"&gt;Berdiskusi bersama Gus Sholah, usai Seminar Nasional dalam rangka memperingati satu tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid di Hotel Borobudur Jakarta, 10 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/gus-sholah-bergerak"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6348957649495339733?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6348957649495339733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6348957649495339733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6348957649495339733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6348957649495339733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/gus-sholah-bergerak.html' title='Gus Sholah Bergerak!'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8561764229634128166</id><published>2011-01-11T16:23:00.001+07:00</published><updated>2011-01-11T16:23:11.582+07:00</updated><title type='text'>Ssst…! Gus Dur Pernah Tolak Keluarkan Dekrit Presiden</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-11/qhuyJqtfoAtAebqHiitFqijflhpmwtbmGJBqhwawvjECbspjademCxBqfzrw/gusdur.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-11/qhuyJqtfoAtAebqHiitFqijflhpmwtbmGJBqhwawvjECbspjademCxBqfzrw/gusdur.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="354"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&amp;rdquo;Tidak! Saya tidak akan mengkhianati konstitusi,&amp;rdquo; tegas KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur, menjelang lengser dari kursi Presiden, pada 6 Juni 2001.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;KUTIPAN&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pernyataan tersebut dilontarkan mantan Sekretaris Presiden Mahfud MD, ketika mengenang sikap pluralisme seorang Gus Dur. Mahfud mengenang pribadi Gus Dur sebagai Bapak Pluralis di hadapan peserta Seminar Nasional dalam rangka memperingati&amp;nbsp;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/01/04/gus-dur-di-mata-aktivis/"&gt;satu tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Hotel Borobudur Jakarta, 10 Januari 2011.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Selain sahabat Gus Dur Mahfud MD yang kini menjabat Ketua Komisi Konstitusi, Try Sutrisno dan Sri Sultan Hamengkubuwono X juga memberikan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/07/193815/92/14/Tiga-Tokoh-Beri-Kesaksian-Gus-Dur"&gt;&amp;lsquo;testimony&amp;rsquo; (kesaksian) atas diri Gus Dur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;semasa hidupnya sebagai tokoh dan guru bangsa yang menghargai pluralisme dan multikulturalisme dengan semangat kebangsaan yang tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kala itu, Mahfud berkisah, kalangan politisi sudah sangat yakin, bahwa Gus Dur akan lengser dari jabatan Presiden ke-3 RI. Di tengah situasi demikian, ada kelompok Islam yang memanfaatkan lemahnya posisi Gus Dur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mereka meminta waktu untuk bertemu Gus Dur di Istana Negara. Menurut salah satu tokoh Islam itu kepada Mahfud, puluhan juta umat Islam akan melindungi Gus Dur di Istana Negara dan siap berhadapan fisik kepada siapa pun yang menginginkan Gus Dur lengser, termasuk kalangan militer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;rdquo;Berikan dekrit presiden&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang memberlakukan syariat Islam di negara Indonesia&lt;span&gt;, dan kami siap melindungi Gus Dur,&amp;rdquo; kata tokoh itu kepada Mahfud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Meski mereka berjanji hendak membela Gus Dur agar tidak dijatuhkan,&amp;nbsp;&lt;span&gt;Gus Dur spontan menolak permintaan tersebut. Menurut Gus Dur, apabila dirinya mengeluarkan dekrit, maka dikhawatirkan akan memicu konflik horisontal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;rdquo;Ini bahaya, makanya permintaan dekrit itu saya tolak. Lebih baik saya lengser, daripada mengkhianati konstitusi negara,&amp;rdquo; kata Gus Dur, yang diucapkan oleh Mahfud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bulu kuduk saya sempat merinding mendengarkan kisah tersebut. Saya dan mungkin sebagian Kompasianer tak menyangka, seorang Gus Dur yang memegang teguh agama, berani menolak dekrit. Padahal jika dipikir secara duniawi, dekrit tersebut mampu mempertahankan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tapi, itulah Gus Dur&amp;hellip;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Jika Gus Dur mengeluarkan dekrit dan memberi kewenangan kepada kelompok Muslim itu, bisa dibayangkan munculnya konflik luar biasa antara Islam dan Militer. Dekrit Presiden seperti itu, juga akan merusak bingkai demokrasi yang telah terbangun sejak reformasi 1998.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bisa jadi, hanya Presiden Gus Dur yang satu-satunya presiden di dunia merelakan jabatannya ditengah. Gus Dur menolak menggunakan seluruh kekuasaannya untuk mempertahankan jabatan. Gus Dur lebih mengutamakan kepentingan orang banyak, daripada kepentingan kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, tentang pentingnya pluralisme di NKRI. Saya jadi ingat sepenggal kalimat Gus Dur, menggapi paham radikal agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;rdquo;TUHAN tidak perlu dibela manusia,&amp;rdquo; kata Gus Dur. Terimakasih, Gus. Pluralisme memang bukan hadiah, tapi harus diperjuangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ssst-gus-dur-pernah-tolak-keluarkan-dekrit-pr"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8561764229634128166?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8561764229634128166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8561764229634128166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8561764229634128166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8561764229634128166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/ssst-gus-dur-pernah-tolak-keluarkan.html' title='Ssst…! Gus Dur Pernah Tolak Keluarkan Dekrit Presiden'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5888536570559903631</id><published>2011-01-07T16:31:00.001+07:00</published><updated>2011-01-07T16:31:13.766+07:00</updated><title type='text'>Ketika Terdakwa Walikota Tomohon Dilantik</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-07/artxBiyqloiIrhkGCjeIvetHbcAvCololFzJcrkcHDBtiDpqHvzlkCisqDiB/967a231337e05f3eec04ea7018d6eee6.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="223"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jefferson Rumajar&lt;/strong&gt;, Walikota Tomohon terpilih 2010-2015, hari ini 7 Januari 2010&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/07/104724/1541464/10/walikota-tomohon-terdakwa-korupsi-wakilnya-jadi-plt-walikota"&gt;resmi dilantik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta. Acara pelantikan ini menjadi berita besar di Manado, karena Jefferson yang disapa Epe itu, dalam status sebagai terdakwa kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK kabarnya sudah memberikan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/173133/1540941/10/berstatus-terdakwa-walikota-tomohon-terpilih-dilantik-di-jakarta"&gt;izin kepada Epe&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk menghadiri acara itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pelantikan Epe bersama pasangannya Wakil Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang, kabarnya mendapat&lt;a href="http://tribunmanado.co.id/read/artikel/14205"&gt;pengamanan ketat dari petugas KPK&lt;/a&gt;. Begitu tiba dari LP Cipinang, Epe yang mengenakan baju batik warna coklat langsung menuju ruang ganti untuk berganti kostum protokoler pelantikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Turut hadir dalam&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/01/07/12141685/Walikota.Tomohon.Dilantik-5"&gt;acara pelantikan&lt;/a&gt;, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Jefferson Rumajar telah mengantongi izin Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menjalani pelantikan sebagai Walikota Tomohon.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kenapa seorang pejabat tinggi negara bisa (nekat) melakukan kejahatan korupsi? Dalam tulisan saya sebelumnya, KPK Bisa jadi, Epe adalah salah satu contoh kasus korupsi yang kini menimpa sejumlah kepala daerah di Indonesia. Seorang Epe atau mungkin kepala daerah yang lain, adalah manusia biasa. Kebanyakan dari kepala daerah sudah memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Epe saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Khusus Tipikor terkait kasus dugaan korupsi APBD yang diperkirakan merugikan negera hingga Rp19,8 miliar. KPK telah menetapkan Jefferson, politisi Partai Golkar, menjadi tersangka dugaan korupsi APBD Tomohon periode 2006-2008 sejak 14 Juli 2010. Sidang perdana Jeffeson telah dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada 3 Januari 2011.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jefferson terpilih sebagai Wali Kota Tomohon berdasarkan hasil pilkada 3 Agustus 2010. Menurut gosip rekan-relan di Manado, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Tomohon.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam&amp;nbsp;&lt;a href="http://hukum.kompasiana.com/2011/01/06/menimbang-nimbang-gaji-kpk-dan-polisi/"&gt;tulisan saya sebelumnya&lt;/a&gt;, saya sepakat dengan ketua KPK&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/130030/1540490/10/ketua-kpk-ceramahi-pejabat-tni-kemenhan-tentang-remunerasi"&gt;Busyro Muqoddas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang menyatakan kebijakan remunerasi/tunjangan tambahan yang mulai bulan Januari 2011 kepada TNI/Polri dan beberapa departemen tidak akan berpengaruh pada tingkat turunnya korupsi. Korelasinya harus ada reformasi birokrasi. Sistem kepemimpinan yang baik adalah kata kunci pengelolaan negara yang transparan dan akuntabel.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hingga kini, memang belum ada penelitian yang menyebutkan, bahwa nilai gaji pejabat negara akan berpengaruh pada kesempatan untuk melakukan korupsi. Saya ingin memperlihatkan berapa gaji yang diterima oleh para pejabat negara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini adalah contoh&amp;nbsp;&lt;a href="http://kompas.gajimu.com/main/gaji-pejabat-negara-ri"&gt;gaji pejabat negara periode 2004-2009&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" border="0" style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;    &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Jabatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Gaji Pokok(Rp)&lt;br /&gt;per bulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Tunjangan Jabatan(Rp)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;30.240.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;32.500.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Presiden&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;20.160.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;22.000.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketua DPR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;18.900.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Ketua DPR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.620.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;15.600.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketua MA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;18.900.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Ketua MA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.620.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;15.600.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketua BPK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;15.600.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Ketua BPK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.620.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;15.600.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketua Muda MA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.410.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;10.100.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Anggota DPR sbg Ketua Komisi/Badan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.200.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9.700.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Anggota DPR sbg Wakil Ketua Komisi/Badan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.200.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9.700.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Anggota DPR sbg Anggota Komisi/Badan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.200.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9.700.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Anggota MA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.200.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9.700.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Anggota BPK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.200.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;9.700.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Menteri Negara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;13.608.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Jaksa Agung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;13.608.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Panglima TNI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;13.608.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Pejabat lain setara Menteri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.040.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;13.608.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kepala Daerah Provinsi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;3.000.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;5.400.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;2.400.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;4.320.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kepala Daerah Kabupaten /Kota&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;2.100.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;3.780.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Wakil Kepala Daerah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;1.800.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="font-family: inherit; font-size: 14px; font-style: inherit; font-weight: inherit; padding: 0.75pt; margin: 0pt;"&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;3.240.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://kompas.gajimu.com/main/gaji-pejabat-negara-ri"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Dari nilai gaji tersebut bisa jadi, Epe adalah salah satu contoh kasus korupsi yang kini menimpa sejumlah kepala daerah di Indonesia. Seorang Epe atau mungkin kepala daerah yang lain, adalah manusia biasa. Kebanyakan dari kepala daerah sudah memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Tapi sebagai kepala daerah, harus mampu tahan godaan, karena harus diakui, banyak tarik-menarik kepentingan ekonomi dalam perjalanan kepemimpinannya. Selama pemerintahan berjalan, ada banyak proyek pembangunan yang membutuhkan persetujuan Sang Pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Jadi, bisa dibayangkan, seorang walikota atau bupati yang &amp;rsquo;tanda tangan&amp;rsquo;-nya bisa senilai belasan atau puluhan milyar rupiah? Atau seorang menteri yang &amp;rsquo;tanda tangan&amp;rsquo;-nya senilai ratusan milyar dan seorang presiden yang tanda tangannya bisa bernilai satu trilyun rupiah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ketika-terdakwa-walikota-tomohon-dilantik"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5888536570559903631?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5888536570559903631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5888536570559903631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5888536570559903631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5888536570559903631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/ketika-terdakwa-walikota-tomohon.html' title='Ketika Terdakwa Walikota Tomohon Dilantik'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6044549250644042691</id><published>2011-01-06T16:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-06T16:44:46.619+07:00</updated><title type='text'>Menimbang-nimbang Gaji KPK dan Polisi</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-06/GeuvqeFpjaqbvCghHIeDsaumaiaCHHvEucxvmcbqcxxeuqxaEqqEGmmtEGuA/KPK.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;div class="img310"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;PASCA-kaburnya Gayus Tambunan dari dalam penjara, membuat institusi Kepolisian RI (Polri) menjadi sorotan publik. Aparat penegak hukum di lingkungan Polri dianggap belum bekerja maksimal, dalam memberantas korupsi.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kenapa bisa demikian? Apakah ini terkait dengan gaji polisi yang masih lebih rendah dari lembaga lain, seperti KPK? Benarkah persoalan besaran gaji berpengaruh pada kinerja aparat memberantas korupsi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Konon, gaji aparat penyidik KPK masih lebih rendah daripada aparat Tipikor di Polri. Saya tidak punya data konkrit soal gaji KPK dan Polri. Tapi kabarnya, gaji KPK lebih tinggi dari dari polisi dan jaksa. Bisa sampai 2 hingga 5 kali lipat.&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/05/29/10092154/Gaji.KPK.Cuma.Rp.40.Juta..quot.All.In.quot."&gt;Rhenald Kasali&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang pernah menjadi anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK mengungkapkan, gaji pimpinan KPK cuma Rp 40 juta dan itu sudah semua,&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;all-in&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Wuih&amp;hellip;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jaksa Agung&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/09/09/00182464/gaji.jaksa.rp2.juta.kpk.rp20.juta"&gt;Hendarman Supandji&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pernah mengeluhkan terjadinya ketimpangan gaji antara jaksa dengan pegawai KPK. Gaji jaksa berkisar Rp 2-3,5 juta, sedangkan gaji pegawai KPK bisa mencapai Rp 20 juta. Makanya, Pak Hendarman mengusulkan kenaikan gaji ke Pak Beye, agar tunjangan untuk jaksa golongan IIIA sebesar Rp 6 juta, IIIB menjadi Rp 7,5 juta), IIIC jadi Rp 9 juta, IIID Rp 10,5 juta, IVA Rp 15 juta, IVB 17,5 juta, IVC 20 juta, IVD Rp 22 juta dan IVE Rp 25 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Polri juga pernah mengeluh soal gaji. Akhirnya mulai bulan Januari 2010 ini, seluruh pegawai di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia, TNI dan beberapa departemen mulai menikmati&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/193979-dpr-setujui-remunerasi-6-instansi-pemerintah"&gt;tunjangan kinerja atau remunerasi&lt;/a&gt;. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2010, pemerintah telah memutuskan pemberian remunerasi bagi pegawai di lingkungan Korps Bhayangkara tersebut. Bahkan mereka menerima total remunerasi sebanyak enam bulan terhitung dari bulan Juli 2010. (&lt;strong&gt;&lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/194403-berapa-remunerasi-anggota-polri-"&gt;Klik ini untuk mengetahui besaran remunerasi di Polri&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berpengaruhkah remunerasi bagi aparat penegak hukum? Saya sepakat dengan ketua KPK&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/130030/1540490/10/ketua-kpk-ceramahi-pejabat-tni-kemenhan-tentang-remunerasi"&gt;Busyro Muqoddas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang menyatakan remunerasi tidak akan berpengaruh pada tingkat turunnya korupsi di sejumlah negara. Korelasinya harus ada reformasi birokrasi. Sistem kepemimpinan yang baik adalah kata kunci pengelolaan negara yang transparan dan akuntabel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nah, sekarang masalahnya adalah upaya aparat penegak hukum yang ada di seluruh instansi dalam memberantas korupsi. Awalnya, saya setuju dengan pernyataan Pak Busyro. Tapi setelah membaca survei dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/125315/1540486/10/survei-lsi-kpk-lebih-baik-dibanding-polisi-kejaksaan-pengadilan"&gt;Lembaga Survei Indonesia (LSI)&lt;/a&gt;, maka meski untuk sementara harus diakui, bahwa kinerja KPK lebih baik daripada Polri. Ini adalah penilaian publik secara objektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Survei yang digelar 30 Desember 2010 itu memang tergolong masih baru. Sehingga, mungkin responden belum mengetahui gebrakan KPK dibawah pimpinan Pak Busyro. Uniknya, responden sepertinya tak mau tahu kebijakan-kebijakan apa saja pada KPK selama ini. Bisa jadi, para responden lebih menyorot kinerja Polri daripada kinerja KPK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Apakah hasil&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/125315/1540486/10/survei-lsi-kpk-lebih-baik-dibanding-polisi-kejaksaan-pengadilan"&gt;survei LSI&lt;/a&gt;&amp;nbsp;merupakan cermin kinerja KPK dan Polri? Apakah kinerja KPK yang memuaskan publik terkait dengan gaji yang besar? Dan apakah kinerja Polri yang belum memuaskan terkait rendahnya gaji aparat kepolisian? Kita lihat saja perkembangan survei berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Omong-omong, selamat menikmati remunerasi ya, Pak Polisi. Jangan lagi mau digoda orang semacam Gayus Tambunan ya, Pak. Semoga ada pembenahan di tubuh Polri dalam memberantas korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/menimbang-nimbang-gaji-kpk-dan-polisi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6044549250644042691?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6044549250644042691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6044549250644042691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6044549250644042691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6044549250644042691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/menimbang-nimbang-gaji-kpk-dan-polisi.html' title='Menimbang-nimbang Gaji KPK dan Polisi'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3765028453320717748</id><published>2011-01-05T15:57:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T15:57:59.090+07:00</updated><title type='text'>Wah, Jadi Pingin Seperti Gayus Nih…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-05/lAyrpElaabzojCnhCDDGCyllxvnDgjFDhbiwcmgzpCBGJDiEyrEcuoIEqshE/0823039620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-05/lAyrpElaabzojCnhCDDGCyllxvnDgjFDhbiwcmgzpCBGJDiEyrEcuoIEqshE/0823039620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Menteri&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar tampaknya lagi sibuk dikejar wartawan. Kali ini, dia berhadapan dengan persoalan keimigrasian, yang merupakan instansi di lingkungan Departemen Hukum dan HAM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Kasus yang dihadapinya yakni adanya&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/05/04434274/Patrialis:.Orang.Mirip.Gayus.ke.Luar.Negeri"&gt;paspor atas nama Sony Laksono&lt;/a&gt;, yang pergi ke&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/04/14413259/Wah..Gayus.Juga.ke.Makau.dan.KL"&gt;Makau&lt;/a&gt;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/04/14413259/Wah..Gayus.Juga.ke.Makau.dan.KL"&gt;Kuala Lumpur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada September 2010. Ini adalah berita heboh &amp;lsquo;pelarian&amp;rsquo; Gayus dari penjara, setelah ia sibuk bantah-membantah kepergiannya ke Bali ketika pertandingan tenis&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Maka itu artinya, Gayus belum jujur sepenuhnya ke mana saja ia selama di luar penjara !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hari ini, publik dikejutkan berita Gayus pernah ke luar negeri. Apalagi, Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/04/13480421/Satgas.Sudah.Kumpulkan.Bahan"&gt;Denny Indrayana&lt;/a&gt;, menampilkan foto paspor Sony Laksono dalam akun Twitter-nya. Dalam foto tersebut, Sony Laksono berambut gondrong hingga menutup kuping dan mengenakan kacamata berbingkai hitam. Ia mengenakan dasi dan jas berwarna hitam. Pada kolom identitas disebutkan, Sony Laksono lahir pada 17 Agustus 1975. Paspornya dikeluarkan pada 5 Januari 2010.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Jika memang benar foto dalam paspor tersebut adalah Gayus HP Tambunan, maka dipastikan Gayus tak hanya pergi ke Singapura. Sebelumnya, seorang pembaca Kompas bernama&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/02/10284449/Gayus.Sempat.ke.Singapura"&gt;Devina&lt;/a&gt;menulis, s&lt;/span&gt;eorang lelaki mirip terdakwa mafia hukum dan mafia pajak Gayus HP Tambunan pergi ke Singapura pada Kamis, 30 September 2010. Dalam&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/02/10284449/Gayus.Sempat.ke.Singapura"&gt;surat pembaca&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu Devina menyatakan, ia satu penerbangan dengan lelaki yang wajahnya mirip Gayus yang mengenakan wig saat menonton pertandingan tenis di Bali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Paspor atas nama Sony Laksono diketahui dibuat oleh Kantor Imigrasi Jaktim dan diterbitkan pada Januari 2010. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur Nasrul Ngabdimasa, pihaknya membantah tuduhan terhadap oknum aparat kantornya, untuk menerbitkan paspor atas nama Sony Laksono. Paspor ini diduga kuat dipakai tersangka mafia pajak Gayus HP Tambunan untuk beberapa kali melancong ke luar negeri di tengah masa tahanannya di Rumah Tahanan Kelapa Dua, Depok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Awalnya paspor tersebut dibuat atas nama Margareta, seorang anak. &amp;ldquo;Ternyata paspor itu ditunda pembuatannya, tapi nomor paspornya sudah ada. Tiba-tiba paspor itu keluar atas nama Sony Laksono,&amp;rdquo; kata Nasrul Ngabdimasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Wah, hebat sekali penerbitan paspor di negeri ini! Ternyata, perbaikan sistem online keimigrasian yang menjadi kebijakan Departemen Hukum dan HAM, bisa diakali demi sebuah kepentingan. Apakah itu untuk kepentingan uang besar, saya tak berani menuduh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Menurut saya, jika aksi &amp;lsquo;Gayus&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;Sony&amp;rsquo; ini dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi kebijakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Paspor adalah kartu identitas yang harus diterbitkan oleh pihak yang berwenang dan bertanggung jawab. Penerbitan paspor merupakan kunci pengungkapan kasus-kasus pelanggaran hukum, khususnya&amp;nbsp;&lt;em&gt;white collar crime&lt;/em&gt;, karena biasanya para pelaku bersembunyi atau tinggal di luar negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apalagi jika kasus ini dibiarkan tanpa penanganan serius, maka akan ada kejahatan baru yang memanfaatkan kelemahan sistem di kantor imigrasi se-Indonesia. Ingat! Masih ada kasus terorisme yang melibatkan pihak asing dan tentunya memanfaatkan jasa kantor imigrasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tentunya saya berharap, agar sistem keimigrasian bisa lebih baik di masa depan. Pak Menteri dan Pak Dirjen Imigrasi harus lebih ketat mengawasi penerbitan paspor, khususnya kepada orang-orang yang mencurigakan. Kalau perlu, aparat di kantor imigrasi memotret sendiri setiap calon pemilik paspor. Dan jika ada orang yang mencurigakan, silakan dijambak rambutnya. Jangan-jangan rambutnya palsu alias memakai wig.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/wah-jadi-pingin-seperti-gayus-nih"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3765028453320717748?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3765028453320717748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3765028453320717748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3765028453320717748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3765028453320717748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/wah-jadi-pingin-seperti-gayus-nih.html' title='Wah, Jadi Pingin Seperti Gayus Nih…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6960360324741734597</id><published>2011-01-04T16:08:00.001+07:00</published><updated>2011-01-04T16:08:30.942+07:00</updated><title type='text'>Refleksi 2010 : Bencana dan Sepakbola Menyatukan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-04/gwuoihoiAnpIEdoIHlinoviukCDcDfkCvuzxhzrrzGgvotBIdEcebzvIhroA/0827403620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-04/gwuoihoiAnpIEdoIHlinoviukCDcDfkCvuzxhzrrzGgvotBIdEcebzvIhroA/0827403620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;Masih&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;belum lupa dari ingatan kita semua, hingar-bingar partai final Piala AFF di Jakarta, akhir tahun 2010. Tiba-tiba, lebih dari 100 ribu penonton mengepung Stadion Bung Karno, hanya sekedar untuk menyaksikan langsung pertandingan antara Indonesia dan Malaysia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Sebelumnya di tahun yang sama, sederetan bencana alam melanda berbagai daerah mulai dari banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan letusan Gunung Merapi. Jutaan rakyat Indonesia bersimpati dan mengulurkan tangan berpartisipasi. Ada yang spontan membantu tanpa pamrih, ada juga yang ingin membantu asalkan dipublikasi media massa. Yang terakhir ini biasanya pengurus partai politik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Benarkah persatuan itu ada di dunia sepakbola dan pasca-bencana?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Mengutip kompasianer muda&amp;nbsp;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/04/ahmadzaenudin"&gt;Ahmad Zainudin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang masih kuliah di FISIP UI, bahwa para sukarelawan dan masyarakat yang membantu tak akan bertanya dari suku mana para korban, bagaimana adat istiadatnya dan lain sebagainya. (Baca:&amp;nbsp;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/08/bencana-alat-pemersatu-bangsa/"&gt;Bencana, Alat Pemersatu Bangsa&lt;/a&gt;). Masyarakat hanya mengerti bahwa mereka merupakan saudara sebangsa dan setana air yang harus seger ditolong dan dicarikan jalan keluar agar penderitaan akibat bencana segera sirna. Memang benar, budaya Indonesia yang sebenarnya akan muncul, ketika ada musibah di negeri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Lantas, mengapa kita menolong saat ada bencana? Mungkin kultur yang ditanamkan sejak nenek moyang kita, telah tertanam di hati setiap orang Indonesia. Meski, sudah banyak orang di kota-kota besar yang bersifat egaliter, tapi harus diakui, bahwa budaya ini cukup tersimpan dan akan digunakan pada saat yang tepat, yakni saat terjadi bencana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Ada satu berita di Harian Kompas 2 Januari 2011 berjudul &amp;rsquo;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/01/02/08291616/Bencana.Itu.Menyatukan"&gt;&lt;strong&gt;Bencana itu Menyatukan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&amp;rsquo;, yang menggugah hati saya. Sejumlah anak bangsa di daerah-daerah bencana, rela mengorbankan kepentingan dirinya dan keluarganya, hanya untuk menjadi relawan pasca-bencana. Hasruddin dan warga korban bencana Wasior berupaya membangun sumur, karena sumber air bersih jaraknya cukup jauh dari lokasi pengungsian. Munkin, sosok Hasruddin ini menjadi icon untuk kembali mengangkat budaya leluhur yakni bergotong royong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Para relawan adalah faktor penentu pemersatu di lokasi bencana. Mereka bekerja tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih. Mereka juga harus mampu memahami kondisi pengungsi. Jika ada pengungsi yang marah karena tidak mendapatkan bantuan, maka relawan harus mampu menjelaskan hal ini dengan baik tanpa menyudutkan siapa pun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Nah, kabar buruk bencana di tahun 2011 ini sudah diramal oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2011/01/04/bnpb-1-dari-3-desa-di-indonesia-rawan-bencana"&gt;Badan Nasional Penanggulangan Bencana&lt;/a&gt;. Menurut Kepala BNPB Syamsul Maarif, di tahun ini, satu dari tiga desa di Indonesia rawan bencana alam. Bencana yang diprediksi melanda Indonesia pada tahun ini adalah, gempa bumi, tanah longsor, gunung api, banjir, kekeringan, dan tsunami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-04/yDzsBwaFCnvIykgbkqGIgertzJcfjtHeJGEEmadFHBcIoqFdtvIJGqjFIEpC/168168_1721285002856_1560241552_1690518_4085856_n.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-04/yDzsBwaFCnvIykgbkqGIgertzJcfjtHeJGEEmadFHBcIoqFdtvIJGqjFIEpC/168168_1721285002856_1560241552_1690518_4085856_n.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="375"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lain lagi soal euforia penonton sepakbola. Ketika Timnas Indonesia menghadapi Malaysia, barulah terlihat persatuan itu. Tak ada lagi sekat-sekat yang memisahkan Indonesia. Tak ada lagi perbadaan agama yang menghambat persatuan ini. Bahkan, fans Persib dan Persija yang selama ini menjadi musuh bebuyutan di turnamen lokal, turut berpelukan di Stadion Bung Karno.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bisa jadi persatuan di sepakbola muncul karena adanya faktor psikologis. Oknum warga di Malaysia yang selama ini menjadi biang kerok pencurian budaya Indonesia, pelaku penganiayaan TKI, kasus perbatasan wilayah Sipadan-Ligitan dan lainnya, menjadikan Negeri Jiran menjadi &amp;lsquo;musuh bersama&amp;rsquo; bagi seluruh warga Indonesia. Meski hanya di pertandingan sepakbola, namun solidaritas ini terbukti ampuh menjadi kekuatan pemersatu. Pertandingan final leg kedua Piala AFF, berlangsung dengan semangat sportivitas. Baik pemain di lapangan, tim official, wasit, para penonton dan aparat keamanan, tetap menjaga sportivitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan bagian terakhir tulisan ini, saya mengajukan pertanyaan. Mampukah pemerintah dan tokoh-tokoh bangsa menjalin persatuan tanpa ada momentum sepakbola dan bencana alam? Bisakah mereka mengedepankan kepentingan bersama dan meninggalkan kepentingan kelompok dan kepentingan pribadi? Maaf saya jawab saja. Karena jawabannya tentu bisa. Asalkan, kita memiliki pemimpin yang berjiwa berani menyatukan untuk kepentingan bersama.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/refleksi-2010-bencana-dan-sepakbola-menyatuka"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6960360324741734597?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6960360324741734597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6960360324741734597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6960360324741734597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6960360324741734597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/refleksi-2010-bencana-dan-sepakbola.html' title='Refleksi 2010 : Bencana dan Sepakbola Menyatukan Indonesia'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-1254285270700722081</id><published>2011-01-03T16:32:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T16:32:09.948+07:00</updated><title type='text'>Periode Ketiga Diisi Istri?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-03/EoybobgbqEbInGjdFoobfnlJGIxEmikxxsAopqBJsBoxhhtGGjxmaEfyrmEz/1418324p.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;div class="img310"&gt;&lt;strong&gt;Sebuah&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;berita edisi akhir di pengujung tahun 2010 Suara Pembaruan 31 Desember 2010, menarik perhatian mata saya. Koran yang biasa terbit sore ini memuat judul &amp;ldquo;Pemerintahan Sukses, Ani Melangkah Mulus&amp;rdquo;. Bagi saya, itu adalah berita hot, tapi juga terlampau dini untuk dipublikasi. Ibu negara&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristiani_Herrawati"&gt;Ani Yudhoyono&lt;/a&gt;&amp;nbsp;layak jadi calon presiden 2014?&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Di dalam berita itu, di antaranya berisi komentar pengamat politik Karel Susetyo dan bos surveyor Indo Barometer M Qodari. Mereka berdua tampaknya sudah mendapat &amp;lsquo;benang merah&amp;rsquo;, bahwa istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa disapa Ani Yudhoyono, layak menjadi pemimpin RI masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tampaknya, wacana Ibu Ani menjadi capres setelah era Presiden SBY, sudah layak menjadi konsumsi publik media. Meski Pemilu 2014 sebenarnya masih cukup lama atau sekitar 3 tahun lagi, tapi isu seperti ini memang terlihat &amp;lsquo;seksi&amp;rsquo; untuk dicermati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya masih ingat ada berita di kompas.com yang berjudul &amp;lsquo;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/07/30/23001498/SBY-Ibu.Ani.Tak.Akan.Ikut.Pilpres.2014"&gt;SBY-Ibu Ani Takan Ikut Pilpres 2014&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;rsquo;. Pak Beye menegaskan, bahwa dia dan ibu negara Ani Yudhoyono tak akan mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014. &amp;rdquo;Kami sudah bersyukur dapat merampungkan tugas kami memimpin negara. Kami bersepakat untuk kembali ke lingkungan masyarakat, mendirikan perpustakaan untuk rakyat sehingga kita bisa saling berkomunikasi,&amp;rdquo; kata Pak Beye.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sebulan kemudian, dalam sebuah acara bulan puasa pada tahun 2010, Pak Beye menyatakan, kepala daerah yang menunjuk istri atau anaknya menjadi calon penggantinya melalui pemilihan kepala daerah, meskipun bisa dinilai demokratis tetapi tidak patut. Pak Beye juga meminta para kepala daerah agar yakin bahwa masih banyak calon dan kader yang siap menggantikan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tampaknya saat itu Pak Beye mulai &amp;lsquo;melunak&amp;rsquo; dan tidak tegas memberikan larangan, sehingga memberi kesempatan kepada para istri kepala daerah untuk berkompetisi. Maka dampaknya, sepanjang tahun 2010, ada tujuh istri bupati yang maju dalam Pemilukada. Ada yang menang, dan ada juga yang kalah.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.inilah.com/read/detail/762651/inilah-istri-istri-bupati-yang-maju-pemilukada/"&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah daftar para istri yang berkompetisi Pilkada&lt;/strong&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pemenang&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/08/23/111713/Dulu-Istri-Bupati-Sekarang-Jadi-Bupati"&gt;Pemilukada Kediri&amp;nbsp;&lt;/a&gt;salah satu yang menarik. Bupati terpilih Kediri adalah Haryanti yang berpasangan dengan Maskuri. Haryanti adalah istri pertama Bupati Kediri yang sebelumnya, Sutrisno. Haryanti tak hanya sekedar menggantikan posisi suaminya yang sudah dua periode menjabat. Namun juga berhasil mengalahkan pesaingnya yang merupakan istri kedua suaminya sendiri.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ckckck&amp;hellip;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika memang Bu Ani benar-benar mendaftarkan diri ke KPU Pusat pada 2014, maka itu berarti Pak Beye kurang jujur terhadap pernyataannya tahun 2010. Tapi meskipun demikian terjadi, saya yakin Pak Beye akan bersilat lidah dengan mengatakan bahwa memang inilah proses demokrasi itu. Namun, jika Bu Ani benar-benar tidak meramaikan bursa capres, maka saya berpikir, akan ada kejutan di tahun 2014.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan terakhir, mungkin faktor daya tarik saya lainnya menulis ini adalah tulisan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/ken-arok"&gt;Dody Purbo&lt;/a&gt;, seorang kompasianer yang mengaku penjual sarung bekas. Di tulisan agak provokatif yang berjudul &amp;lsquo;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2011/01/02/ibu-ani-calon-presiden-2014/"&gt;Ibu Ani Calon Presiden 2014 itu&lt;/a&gt;&amp;lsquo;, melansir sebuah foto lama dari album keluarga. &amp;lsquo;Batikku: Pengabdian Cinta Tak Berkata&amp;rsquo;.&amp;nbsp; Dalam buku ini Ibu Ani banyak bercerita tentang kecintaannya kepada batik sejak muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sengaja saya copas foto tersebut di sini. Bagi yang mau bahas politik, silakan berkomentar, dan bagi yang ingin sekedar nikmati foto masa muda Pak Beye dan Bu Ani, monggo&amp;hellip;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-03/DfwJreEjrkrtvJkJubijbtIvJykxmuExlykAeovlAtqbhgnJblsvyIzFCbBg/1106222.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2011-01-03/DfwJreEjrkrtvJkJubijbtIvJykxmuExlykAeovlAtqbhgnJblsvyIzFCbBg/1106222.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;strong&gt;Ibu Ani dan Pak Beye&lt;/strong&gt;. Foto ini diambil dari buku yang ditulis Ani Yudhoyono berjudul &amp;lsquo;Batikku: Pengabdian Cinta Tak Berkata&amp;rsquo;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/periode-ketiga-diisi-istri"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-1254285270700722081?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/1254285270700722081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=1254285270700722081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1254285270700722081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1254285270700722081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2011/01/periode-ketiga-diisi-istri.html' title='Periode Ketiga Diisi Istri?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5950675881175353112</id><published>2010-12-30T16:42:00.001+07:00</published><updated>2010-12-30T16:42:13.650+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Vs Malaysia Bagian 5 : Kegagalan adalah Kemenangan yang Tertunda</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-30/dGsqjxrbBEIDJIgDAbyhoyunGJbFfnEtchzxtBCuIIbwiBIcJHinpAumDbma/jacksonkumaat_GBK.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-30/dGsqjxrbBEIDJIgDAbyhoyunGJbFfnEtchzxtBCuIIbwiBIcJHinpAumDbma/jacksonkumaat_GBK.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="375"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Hiruk-pikuk&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Piala AFF, usai sudah. Meski&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/29/indonesia-vs-malaysia-bagian-4-sampai-tetes-keringat-penghabisan/"&gt;tampil berjuang keras&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menang 2-1 pada final kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta (29/12/2010), tapi Indonesia gagal menjadi juara. Sedih? Ya, tentu dan itu wajar sebagai manusia normal. Tapi yang terpenting adalah&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/30/08363977/Jangan.Malu.untuk.Belajar"&gt;belajar dari kegagalan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Indonesia tidak perlu malu belajar atas sukses Malaysia menjuarai Piala AFF 2010. Meski menang 2-1 pada final kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010), Indonesia gagal menjadi juara. Sukses Malaysia tidak lepas dari keseriusan mereka pada pembinaan usia muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kita tak perlu menyalahkan pemain di lapangan saat laga final leg kedua itu. Gagalnya Indonesia meraih Piala AFF, bukan semata-mata akibat Kapten Firman Utina, yang gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-19.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bagi saya yang terpenting adalah kehebatan suporter Indonesia. Walaupun Timnas gagal meraih angka mutlak sebagai juara, tapi suporter adalah pihak pemenang di Piala AFF. Para penonton di GBK tak anarkis usai pertandingan. Itulah nilai kemenangan AFF.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Seharusnya, para pemain,&amp;nbsp;&lt;em&gt;official&lt;/em&gt;, pelatih dan pengurus PSSI tak perlu memasang wajah sedih di depan wartawan usai pertandingan. Manajer Timnas Andi Darussalam Tabussala, yang biasanya ceria dan sering melontarkan guyonan kepada wartawan, berjalan lesu. Wajahnya terlihat gundah. Senyum tipisnya membalas sapaan wartawan, tetapi tak mampu menutupi kekecewaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Coba lihat para penonton! Saya dan mungkin ribuan penonton lainnya di Stadion GBK tetap&lt;em&gt;happy&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam kemenangan itu. Kalah selisih gol sehingga menyebabkan gagal meraih Piala AFF, itu soal lain. Yang penting, kemenangan di sebuah arena pertandingan itu penting. Sedangkan selisih gol yang menyebabkan gagal meraih piala, itu &amp;lsquo;hanya&amp;rsquo; soal aturan teknis kompetisi. Pertandingan leg kedua itu adalah kemenangan kedua, sedangkan Malaysia hanya memenangkan satu pertandingan di Stadion Bukit Jalil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya bangga menjadi salah satu penonton di Stadion GBK. Meski harus antri menjelang final leg kedua yang memakan korban jiwa, tapi ini adalah sebuah perjuangan berarti bagi dukungan Timnas Indonesia. Saya pun tak mempersoalkan kritik beberapa media yang meramalkan penonton bakal rusuh jika Indonesia kalah oleh Malaysia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Syahrini, misalnya. Mantan rekan duet Anang Hermansyah itu memutuskan pulang ke rumah, begitu gawang Indonesia dibobol oleh Mohd Safee pada menit ke-54. Indonesia tertinggal 0-1.&lt;a href="http://entertainment.kompas.com/read/2010/12/30/11481060/Wah....Syahrini.Keluar.Duluan-8"&gt;Syahrini mengaku takut menjadi korban kerusuhan&lt;/a&gt;, jika Indonesia kalah. Bisa jadi, penyanyi cantik ini termakan isu yang dipublikasi media massa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Buktinya, kami&amp;nbsp;&lt;em&gt;have fun&lt;/em&gt;&amp;nbsp;saja kok! Tak ada beban para penonton. Kalah ataupun menang, itu adalah soal keberuntungan. Hal yang terpenting adalah semangat juang Timnas RI di lapangan, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/29/23184159/Irfan.Bachdim.Suporter.Indonesia.Terbaik.di.Dunia"&gt;dukungan para suporter RI&amp;nbsp;&lt;/a&gt;yang memenuhi seluruh kursi Stadion. Mungkin hanya kursi pemain candangan yang terisi oleh orang Malaysia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;So, marilah kita berbenah diri. Bagi para pemain, teruslah berlatih. Bagi pengurus PSSI, hehehe&amp;hellip; sudah banyak kritik yang terlontar rekan-rekan kompasianer lain. (Baca:&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/30/09420585/Saatnya.Kembali.ke.Kenyataan"&gt;Saatnya Kembali ke Kenyataan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;). Dan bagi Menpora Andy Malarangeng, harus lebih giat lagi bekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Meski banyak tim yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/28/indonesia-vs-malaysia-bagian-3-adakah-kalah-terhormat-dikenang-dalam-sejarah/"&gt;kalah tak akan dikenang dalam sejarah&lt;/a&gt;, tapi percayalah, saya tetap mengenang dan mengabadikan kemenangan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-30/BHqdtlqhitkotetmvmjyGjnsnAkDGdjooItukplhplezaxtmhhudpDgcGiwf/2346145620X310.jpg.scaled500.jpg" width="400" height="205"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/indonesia-vs-malaysia-bagian-5-kegagalan-adal"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5950675881175353112?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5950675881175353112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5950675881175353112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5950675881175353112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5950675881175353112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/indonesia-vs-malaysia-bagian-5.html' title='Indonesia Vs Malaysia Bagian 5 : Kegagalan adalah Kemenangan yang Tertunda'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7194229006909461437</id><published>2010-12-29T16:04:00.001+07:00</published><updated>2010-12-29T16:04:07.145+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Vs Malaysia Bagian 4: Sampai Tetes Keringat Penghabisan…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-29/yGodhFDimtjDAxykmvGsmegmAuazHECiCdcAxuaGdkeaHepHoBbnxeHkbAbp/2202205620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-29/yGodhFDimtjDAxykmvGsmegmAuazHECiCdcAxuaGdkeaHepHoBbnxeHkbAbp/2202205620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="258"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Klimaks&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;hubungan Indonesia dan Malaysia, tampaknya dipertaruhkan malam ini 29 Desember 2010. Apa pun yang terjadi, Indonesia harus memenangkan pertandingan!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Lho kok &amp;lsquo;apa pun yang terjadi&amp;rsquo;? Apakah harus disertai aksi anarkis?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Tentu tidak. Pertandingan final leg kedua Piala AFF di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) antara Indonesia dan Malaysia, harus mengedepankan sportivitas. Baik pemain di lapangan, tim official, wasit, para penonton dan aparat keamanan, harus menjaga sportivitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Penentu kemenangan Indonesia, bukan sebatas mencetak gol pertama setelah kick off dimulai. Pun, penentu kemenangan bukan cuma dukungan para penonton tanpa sinar laser, petasan dan kejutan lain yang mengganggu konsentrasi para pemain. Bagi saya, penentu kemenagan adalah kejujuran seluruh peran yang ada di lapangan hijau. Siapa pun dia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Oleh karena itu, jangan ada lagi aksi-curang di lapangan. Tindakan negatif yang dilakukan oleh pihak tuan rumah maupun tamu, tentunya akan menjadi preseden buruk bagi penyelenggara, yakni PSSI. Jika hal-hal buruk terjadi di arena lapangan maupun di luar arena, maka yang menjadi korban adalah kita semua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 17px;"&gt;Belum lupa dari ingatan kita, seorang&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/26/11414428/Pemulung.Tewas.di.Tengah.Kerumunan.Pengantre-8"&gt;pemulung tewas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;saat mengantri tiket final di loket dekat TVRI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 17px;"&gt;Euforia penonton yang tak terkendali saat pertandingan berlangsung, bisa berakibat negatif, disforia misalnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/29/11115180/Awas..Euforia.Suporter.Bisa.Jadi.Disforia."&gt;Disforia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;adalah perasaan sedih, marah, gelisah, dan sensitif karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Manifestasi perasaan ini bermacam-macam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Kita sebagai bangsa Indonesia akan tercoreng di daftar sejarah sepak bola dunia.&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/28/20023491/Jangan.Rusak.Stadion.GBK."&gt;Aksi anarkis&lt;/a&gt;juga akan merugikan kepentingan orang lain, yang tak terkait dengan Piala AFF. Apalagi letak Stadion GBK berada di jantung Jakarta, pusat bisnis terbesar di Asia Tenggara. Bisa jadi, para pelaku saham di lantai bursa, saat ini sedang was-was menunggu hasil pertandingan dan dampaknya. Dalam hitungan jam, pelaku bisnis masih wait and see di penghujung tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Kini yang tersisa adalah perjuangan, dan perjuangan membutuhkan tetesan keringat. Para pemain harus lebih mantap di lapangan GBK daripada saat final leg pertama di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Sedangkan para penonton harus lebih sabar mengantri, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan semua pihak. Selamat berjuang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Note: Saya pun saat ini sedang berjuang menembus macet dari Bandara Sukarno Hatta menuju Stadion GBK Senayan&amp;nbsp; ^_^&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/indonesia-vs-malaysia-bagian-4-sampai-tetes-k"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7194229006909461437?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7194229006909461437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7194229006909461437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7194229006909461437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7194229006909461437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/indonesia-vs-malaysia-bagian-4-sampai.html' title='Indonesia Vs Malaysia Bagian 4: Sampai Tetes Keringat Penghabisan…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3221057706447064820</id><published>2010-12-28T16:15:00.001+07:00</published><updated>2010-12-28T16:15:28.338+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Vs Malaysia Bagian 3: Adakah Kalah Terhormat Dikenang Dalam Sejarah?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-28/irseCqdhAdvhkayHBmueaudqvborlvDAqwdijByDGgfFAdzfxBzikJdmztBw/1832313620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-28/irseCqdhAdvhkayHBmueaudqvborlvDAqwdijByDGgfFAdzfxBzikJdmztBw/1832313620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Stadion&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Gelora Bung Karno (GBK) dipastikan akan menjadi saksi bisu keriuhan puluhan ribu penonton, yang menyaksikan pertandingan laga final leg kedua Piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Indonesia, pada Rabu besok 29 Desember 2010. Tampaknya, kondisi Timnas Indonesia di ujung tanduk kekalahan, karena harus banyak mencetak gol ke gawang Negeri Jiran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mampukah Indonesia memenangkan pertandingan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bagi saya, jika &amp;lsquo;hanya&amp;rsquo; kemenangan di pertandingan tersebut, pasti ada peluangnya. Terlebih, dukungan suporter Tanah Air akan memberikan semangat ke para pemain di lapangan hijau. Tapi untuk meraih &amp;ldquo;kemenangan mutlak&amp;rdquo; dan merebut Piala AFF, itu merupakan sebuah perjuangan berat yang harus dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mungkin banyak orang Indonesia termasuk saya, yang ingin mengekspresikan dukungan untuk Tim Garuda. Kegundahan hati ini sudah mencapai titik puncak, setelah adanya sejumlah kasus hubungan bilateral, yang pada akhirnya banyak merugikan kepentingan Indonesia.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;(&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/12/23/indonesia-vs-malaysia-bagian-2-kapan-malaysia-meminta-maaf/"&gt;Baca : Kapan Malaysia Meminta Maaf?&lt;/a&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kekalahan 0-3 Indonesia atas Malaysia di Stadion Bukit Jalil 26 Desember lalu, akan membuat beban mental dan psikologis pemain. Jangankan untuk meraih &amp;ldquo;kemenangan mutlak&amp;rdquo; dengan banyak mencetak selisih 4 gol. Untuk mencetak angka seri saja, bagi saya itu merupakan muzizat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan jika kalah? Wah, itu namanya musibah! Entah apa yang akan terjadi nanti, ketika penonton Indonesia menghadapi tim kesayangannya menelan pil pahit kekalahan. Bisa jadi, usai berjibaku mengantri tiket menjelang laga, akan diluapkan saat Malaysia berpesta menerima piala.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;So, bagaimanapun juga Indonesia harus memenangkan pertandingan ini. Timnas harus berkonsentrasi penuh, meski kick off akan dimulai dengan hitungan jam dari sekarang. Pelatih dan manajer tim harus menyusun strategi jitu, agar komposisi pemain mantap bergerak di lapangan. Dan yang terpenting, para penonton juga harus menjaga sportivitas dengan tidak melancarkan aksi-balas dendam menggunakan cara curang melalui sinar laser.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sepertinya tak ada gunanya balas dendam atas aksi penonton Malaysia di Stadion Bukit Jalil. Apalagi polisi akan menindak jika ada suporter yang kedapatan membawa senjata tajam, petasan, kembang api, atau laser ketika masuk ke Stadion GBK. Suporter yang membawa senjata tajam akan ditindak pidana, serta akan mengeluarkan suporter yang kedapatan membawa petasan dan kembang api.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bagi sebagian penonton yang antri mendapatkan tiket, kemenangan adalah harga mati di Final AFF ini. Malah, kemenangan pertandingan Indonesia atas Malaysia ini adalah salah satu bentuk mempertaruhkan harga diri bangsa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tapi bagi saya, Tim Garuda harus memenangkan pertandingan secara mutlak. Bukan sebatas selisih memasukkan 1-2 gol ke gawang lawan, tapi harus menjebol banyak gol ke gawang Malaysia. Dalam sejarah sepak bola ataupun olah raga lainnya, tidak ada pemenang juara kedua yang mampu menoreh sejarah. Dan untuk 29 Desember mendatang,&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/21/suporter-faktor-kemenangan-indonesia-vs-malaysia/"&gt;saya sudah tak sabar&amp;nbsp;&lt;/a&gt;untuk menginjakkan kaki kembali di GBK Senayan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apapun harus dilakukan untuk sebuah kemenangan. Sama seperti yang dilakukan oleh pemain Argentina Diego Maradona ketika memenangkan Piala Dunia tahun 1986. Yang diingat setiap orang adalah kemenangan Argentina dan kontroversi&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=DbbsytHDp2o"&gt;Gol Tangan Tuhan &amp;ldquo;Hand of GOD&lt;/a&gt;&amp;ldquo;. Publik sudah lupa, kesebelasan mana yang juara kedua di final dan kesebelasan mana yang diperdaya oleh Maradona lewat &amp;ldquo;Hand of God&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Maka dari itu, jangan sampai Malaysia menjuarai Piala AFF. Karena jika Malaysia menang, maka yang akan dikenang adalah Malaysia dan insiden laser. Bukan Indonesia!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Juara kedua atau runner up jarang sekali akan mampu diingat setiap orang. Setiap orang biasanya hanya mampu mengingat pemenang atau juara pertama dalam sebuah pertandingan, dan bukan tim yang kalah di partai final. Sama halnya di dunia bisnis, tak ada yang dikenang jika kalah mengakuisisi saham-saham terkenal. Di pentas politik pun demikian, tak ada yang dikenang jika hanya mampu pemenang kedua di Pemilu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan yang terakhir, &amp;ldquo;kemenangan sesungguhnya&amp;rdquo; harus ditoreh oleh Timnas. Kemenangan itu adalah berhasil menjadi tuan rumah yang baik dan kalah ataupun menang dalam pertandingan tersebut. Kita memang kesal dengan aksi pendukung Malaysia, tapi saya enggak setuju&amp;nbsp;&lt;em&gt;kalo&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kita balas dengan tindakan anarkis, karena mencoreng nama Indonesia kalo anarkis. Saya lebih memilih mendukung secara sportif dengan cara memberikan yel-yel semangat saat Indonesia bertanding&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/indonesia-vs-malaysia-bagian-3-adakah-kalah-t"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3221057706447064820?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3221057706447064820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3221057706447064820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3221057706447064820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3221057706447064820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/indonesia-vs-malaysia-bagian-3-adakah.html' title='Indonesia Vs Malaysia Bagian 3: Adakah Kalah Terhormat Dikenang Dalam Sejarah?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7892004324249219800</id><published>2010-12-23T12:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-23T12:38:32.069+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Vs Malaysia Bagian 2: Kapan Malaysia Meminta Maaf?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-22/gruJJzzJiEzivpgjteqkmfbvlkbcgrikgBBAdmfcnGeqriJnodBBlCjHDAmj/12930791621197065667.jpg.scaled500.jpg" width="202" height="249"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Dag-dig-dug&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bagi sebagian kalangan menyelimuti jelang putaran final Piala AFF yang menyanyikan pertandingan kesebelasan Indonesia Vs Malaysia. Turnamen ini dipastikan seru, karena berlangsung dua putaran, yakni di Stadion Bukit Jalil pada 26 Desember 2010 dan di Stadion Gelora Bung Karno pada 29 Desember 2010.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mungkin banyak orang Indonesia termasuk saya, yang ingin mengekspresikan dukungan untuk Tim Garuda. Kegundahan hati ini sudah mencapai titik puncak, setelah adanya sejumlah kasus hubungan bilateral, yang pada akhirnya banyak merugikan kepentingan Indonesia. Rasa nasionalisme dan patriotisme berkumpul menjadi satu, hanya untuk mendukung kemenangan Indonesia atas Malaysia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Perlu diakui, hubungan antara dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, kerap mengalami pasang surut. Konflik yang diwarnai nuansa emosional beberapa kali terjadi menyangkut unsur wilayah negara hingga adat budaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sebuah &amp;lsquo;perang&amp;rsquo; Indonesia-Malaysia berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;Brunei&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabah" title="Sabah"&gt;Sabah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarawak" title="Sarawak"&gt;Sarawak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_Tanah_Melayu" title="Persekutuan Tanah Melayu"&gt;Persekutuan Tanah Melayu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada tahun&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961" title="1961"&gt;1961&lt;/a&gt;. Ketika&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfrontasi_Indonesia-Malaysia" title="Konfrontasi Indonesia-Malaysia"&gt;Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;/a&gt;, Presiden&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Sukarno&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menganggap pembentukan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Malaysia" title="Federasi Malaysia"&gt;Federasi Malaysia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;ldquo;boneka&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt;&amp;rdquo; atau salah satu bentuk&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme" title="Kolonialisme"&gt;kolonialisme&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme" title="Imperialisme"&gt;imperialisme&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hubungan antara Indonesia dan Malaysia juga sempat memburuk pada tahun 2002 ketika kepulauan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sipadan" title="Sipadan"&gt;Sipadan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ligitan" title="Ligitan"&gt;Ligitan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di klaim oleh Malaysia sebagai wilayah mereka, dan berdasarkan keputusan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Internasional" title="Mahkamah Internasional"&gt;Mahkamah Internasional&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(MI) di Belanda. Padahal, Sipadan dan Ligitan seharusnya merupakan pulau kecil di perairan Kalimantan Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Selain itu, pada 2005 terjadi sengketa mengenai batas wilayah dan kepemilikan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ambalat"&gt;Ambalat&lt;/a&gt;, yang merupakan wilayah perairan laut seluas 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar. Wilayah ini kabarnya cukup kaya dengan minyak mentah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pada&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oktober" title="Oktober"&gt;Oktober&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007" title="2007"&gt;2007&lt;/a&gt;&amp;nbsp;terjadi konflik akan lagu&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasa_Sayang-Sayange" title="Rasa Sayang-Sayange"&gt;Rasa Sayang-Sayange&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dikarenakan lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar Oktober 2007. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menggklaim lagu Rasa Sayange merupakan lagu&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Nusantara" title="Kepulauan Nusantara"&gt;Kepulauan Nusantara&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Malay archipelago).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Namun&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur" title="Gubernur"&gt;Gubernur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu &amp;ldquo;Rasa Sayange&amp;rdquo; adalah milik Indonesia, karena merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi ini sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu hanya mengada-ada. Gubernur berusaha untuk mengumpulkan bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Maluku, dan setelah bukti tersebut terkumpul, akan diberikan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membuktikan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ternyata, tidak ada niat sama sekali dari Malaysia, untuk mengakui keaneka-ragaman Indonesia yang sangat beragam. Juga, tak ada permintaan maaf dari Pemerintah Malaysia, meski banyak bukti menunjukkan Indonesia sebagai otoritas atas klaim Malaysia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Masih ingat kasus penangkapan patugas patroli Indonesia oleh Malaysia?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Menteri Luar Negeri RI&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/08/25/11535453/Ada.Sembilan.Nota.Protes.untuk.Malaysia"&gt;Marty Natalegawa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengaku sudah melayangkan sembilan nota protes secara tertulis kepada Pemerintah Malaysia. Tapi hingga kini, Pemerintah Malaysia dan Polis Marin Diraja Malaysia belum menyampaikan permintaan maaf, setelah sempat menangkap dan memperlakukan 3 petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP layaknya tahanan. Mungkin,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/08/18/20001974/Buyung.Diplomasi.Indonesia.Lemah"&gt;daya tawar diplomasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Indonesia kecil sekali, sehingga sulit mendesak Malaysia meminta maaf. Tapi, haruskah kita berdiam diri?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Nanti, pada 26 Desember 2010, adalah putaran final Piala AFF leg pertama di Malaysia. Sejumlah tokoh di Malaysia sudah kebakaran jenggot dan justru meminta Indonesia meminta maaf. Malaysia khawatir kemungkinan terjadinya aksi balas dendam suporter Malaysia atas aksi penghinaan terhadap lagu kebangsaan negeri jiran itu, dalam penyisihan grup di Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, sebagai bagian dari aksi teror terhadap lawan, sebagian penonton di Gelora Bung Karno berbuat gaduh dengan nada menghina saat lagu kebangsaan Malaysia diperdengarkan.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Haruskah Pemerintah RI melalui Menpora&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1079872/menpora-diimbau-minta-maaf-kepada-malaysia"&gt;Andi Malarangeng&lt;/a&gt;&amp;nbsp;meminta maaf jelang kick off? Tidak perlu! Karena aksi penonton di Stadion GBK itu bukan tindakan pemerintah. Itu adalah murni sekelompok penonton, yang terlampau di blow-up oleh media Malaysia yang lebay.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-22/wjcvjBxxugyJGylgymuCJgucqcvlDkduxBGdcBucCmfAjIocoClciurHzigg/wIMgoGMCFi_4.jpg.scaled500.jpg" width="400" height="300"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/indonesia-vs-malaysia-bagian-2-kapan-malaysia"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7892004324249219800?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7892004324249219800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7892004324249219800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7892004324249219800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7892004324249219800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/indonesia-vs-malaysia-bagian-2-kapan.html' title='Indonesia Vs Malaysia Bagian 2: Kapan Malaysia Meminta Maaf?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4515956700488385669</id><published>2010-12-22T16:14:00.001+07:00</published><updated>2010-12-22T16:14:30.626+07:00</updated><title type='text'>Suporter, Faktor Kemenangan Indonesia Vs Malaysia</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;[[posterous-content:pid___0]]&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pertandingan Final Piala AFF 2010, tampaknya akan seru. Meski semifinal Indonesia melawan Filipina di Gelora Bung Karno (GBK) juga seru, tentunya partai final leg kedua ini bisa menciptakan aksi-aksi baru di lapangan maupun di luar lapangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Karena masih masa Natal, saya tidak mempunyai rencana untuk menyaksikan putaran final&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;leg&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;pertama yang digelar di Kuala Lumpur, 26 Desember mendatang, secara langsung. Mungkin cukup menyaksikan di televisi saja bersama keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tapi untuk 29 Desember mendatang, saya sudah tak sabar untuk menginjakkan kaki kembali di GBK Senayan. Saya yakin, semangat penonton akan menggelora saat kick off dimulai. Hubungan Indonesia-Malaysia tak hanya di atas rumput hijau. Kedua negara ini memliki hubungan emosional sosial-politik, karena memiliki sejarah panjang yang pasang-surut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kasus Sipadan-Ligitan misalnya, hingga kini menjadi lembaran hitam perjuangan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Belum lagi kasus klaim Negeri Jiran atas kain batik, reog Ponorogo, Tari Pendet, kain ulos, bakso, nasi goreng dan sebagainya. Ini adalah sederetan kasus yang memilukan bagi kita bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kita memang serumpun dengan Malaysia. Tapi tentunya, persoalan bangsa dan negara bisa menjadi ekses pada pertandingan final nanti. Apalagi, pada leg pertama, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/20/2235034/Dubes.Minta.Warga.Indonesia.di.Malaysia.ke.Stadion"&gt;Da&amp;rsquo;i Bachtiar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;meminta masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia datang ke Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada pertandingan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;leg&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;1 nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika ribuan TKI memadati stadion Bukit Jalil, bisa jadi akan mempengaruhi ikatan emosional para pemain di lapangan. Saat ini ada sekitar 3 juta TKI yang berada di Malaysia. Dukungan suporter sangat berarti, karena Timnas Malaysia bersiap melakukan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/20/18400740/Kapten.Malaysia.Dendam.Harus.Dilunasi"&gt;aksi balas-dendam&lt;/a&gt;, setelah kalah 1-5 dengan Indonesia di penyisihan grup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apakah persoalan Indonesia dan Malaysia bisa mengemuka di saat pertandingan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bisa ya dan tidak. Kalau saya, nanti pada 29 Desember mendatang sangat setuju jika ada atribut tambahan para suporter, misalnya &amp;ldquo;Sipadan-Ligitan milik kita&amp;rdquo; - &amp;ldquo;Batik truly Indonesia&amp;rdquo; - &amp;ldquo;Reog Ponorogo not KL&amp;rdquo; - &amp;ldquo;Tari Pendet bukan tari sarawak&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;[[posterous-content:pid___2]][[posterous-content:pid___1]]&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/suporter-faktor-kemenangan-indonesia-vs-malay"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4515956700488385669?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4515956700488385669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4515956700488385669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4515956700488385669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4515956700488385669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/suporter-faktor-kemenangan-indonesia-vs.html' title='Suporter, Faktor Kemenangan Indonesia Vs Malaysia'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3632116882351729687</id><published>2010-12-21T11:40:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T11:40:56.333+07:00</updated><title type='text'>UU Parpol Baru, Kemana Arah Parpol Kecil?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-20/uAlyuzCrrblrAxktDxbDDEkrgEInhyutxmzExBtqkwlmmtilqlgflcnxdtss/26-7-2009-naspartai_kecil.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Pentas demokrasi untuk 2014, sudah dimulai. Titik awalnya adalah revisi terhadap UU Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik (Parpol), yang dieksekusi oleh DPR. Bagi saya, revisi ini lumayan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Berbeda dengan pembahasan undang-undang bidang politik lain yang memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih satu tahun,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/13/03580616/Revisi.UU.Parpol.Mulus"&gt;pembahasan undang-undang partai politik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ternyata bisa selesai dalam hitungan hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Bagi saya sebagai pimpinan parpol, tentu tidak mempersoalkan RUU Partai Politik (parpol), yang Jumat lalu (16/12) disahkan menjadi undang undang. Meski sejumlah parpol merasa keberatan dengan UU tersebut, namun Pakar Pangan mengaku siap untuk menyusun strategi politik pada Pemilu 2014 mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Kami dari Dewan Pimpinan Nasional Partai Karya Perjuangan (DPN Pakar Pangan) merasa Undang-undang Parpol ini sudah pas. Malah kalau bisa, harus ada syarat tambahan dalam mendirikan partai. &amp;lsquo;Kekalahan&amp;rsquo; kami dan parpol-parpol kecil lainnya, harus disikapi secara bijaksana. Apalagi, beberapa bulan pasca-Pemilu 2009, nyaris tak ada kegiatan parpol-parpol kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Disahkannya UU Parpol tersebut, tentu makin sulit mendirikan parpol di masa mendatang. Meski demikian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/17/15303220/Verifikasi.Parpol.17.Januari.2011-3"&gt;Patrialis Akbar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sudah menyatakan &amp;lsquo;open house&amp;rsquo;, untuk membuka pendaftaran verifikasi partai politik pada 17 Januari 2011. Tentu jelas, bahwa revisi UU Parpol mensyaratkan parpol untuk melakukan verifikasi ulang. Syarat ini berlaku bagi semua parpol, baik baru maupun lama, baik besar maupun kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Memang tidak banyak yang berubah dari undang-undang lama. Persyaratan pembentukan partai politik menjadi isu utama. Tampaknya, DPR dan Pemerintah setuju untuk memperketat persyaratan pembentukan partai politik. Jika sebelumnya 50 orang berkumpul bisa membentuk partai politik, kini 50 orang tersebut harus didukung 30 orang di setiap provinsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tidak hanya itu, pada setiap provinsi harus memiliki kepengurusan di 75% kabupaten/kota, dan pada setiap kabupaten/kota memiliki pengurus di 50% kecamatan. Partai baru juga harus memiliki kantor tetap, berlaku sampai pemilu berakhir, pada setiap provinsi dan kabupaten/kota. Itu artinya, orang-orang yang berniat membentuk partai, butuh dana sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Kini, iklim politik sudah berubah dibandingkan di era awal reformasi. Bisa jadi, kini Indonesia mulai mengekor sistem politik di Amerika Serikat yang menganut multi-partai, tapi tidak memiliki banyak partai seperti di Indonesia saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Untuk itu bagi saya, UU Parpol harus kuat agar parpol yang bertarung di Pemilu mendatang adalah peserta yang tangguh dan bukan kader instant. Apalagi rencananya, DPR RI akan membahas RUU Pemilu yang akan mengatur lebih mendalam mekanisme pendaftaran parpol ke pemilu. Undang-undang baru ini adalah ujian bagi seluruh para politisi, apakah mampu membawa parpol lolos ke tahap berikutnya sebelum Pemilu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Lantas bagaimana strategi Pakar Pangan, yang kemungkinan besar tak lolos&amp;nbsp;&lt;em&gt;parliamentary threshold&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(PT) atau batas ambang perolehan suara parpol? Apalagi, Pakar Pangan adalah salah satu parpol yang tak lolos PT, karena jumlah suaranya di bawah 2,5 persen. Yang jelas peluang kami cuma dua, yaitu bikin parpol baru atau bergabung dengan parpol besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/uu-parpol-baru-kemana-arah-parpol-kecil"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3632116882351729687?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3632116882351729687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3632116882351729687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3632116882351729687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3632116882351729687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/uu-parpol-baru-kemana-arah-parpol-kecil.html' title='UU Parpol Baru, Kemana Arah Parpol Kecil?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-2938264711887491310</id><published>2010-12-15T15:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-15T15:38:51.536+07:00</updated><title type='text'>Polisi Perangi Cap Tikus? Serius?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Sebagian warga Sulawesi Utara mungkin mengenal minuman khas Minahasa Cap Tikus. Minuman tradisional yang diolah petani di Minahasa itu, sudah merambah berbagai daerah. Konon, hasil pengelolaan Cap Tikus terdapat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tapi industri Cap Tikus tampaknya sedang terusik. Tewasnya empat warga setelah menenggak Cap Tikus di Pasar Karombasan Manado, membuat Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Brix Tewu mengambil sikap tegas, perang terhadap miras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saat ini di kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah daerah yang khusus memproduksi Cap Tikus. Tapi hingga kini belum ada data resmi, berapa nilai PAD pemerintah dari industri Cap Tikus. Apalagi kebutuhan Cap Tikus cukup besar, baik yang dikonsumsi oleh warga Minahasa dan sekitarnya maupun permintaan dari luar daerah, seperti Maluku dan Papua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Jenis minuman ini diproduksi rakyat Minahasa di hutan-hutan atau perkebunan di sela-sela hutan pohon enau. Pohon enau-atau saguer dalam bahasa sehari-hari di Manado-disebut pohon saguer karena pohon ini menghasilkan saguer, atau cairan putih yang rasanya manis keasam-asaman serta mengandung alkohol sekitar lima persen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Warung-warung makan di Minahasa pada umumnya juga menjual saguer. Bahkan, sebagian orang desa sebelum makan lebih dulu meminum saguer dengan alasan agar bisa makan banyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Memang, sudah sejak lama di bumi Minahasa akrab dengan Cap Tikus. Minuman ini memiliki kandungan Alkohol yang cukup tinggi, malah ada yang mencapai kadar alkohol hingga 60 persen. Sayangnya, seringkali memiliki efek samping terhadap konsumen, karena kandungan alkoholnya tidak dapat diterima oleh tubuh. Sebuah produk lokal VIP Beverages Industry misalnya, sudah mengadaptasi cap tikus menjadi minuman dengan kandungan alkohol yang lebih terjaga, disertai cita rasa berkelas untuk semua penikmat minuman sekelas bir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Terkait kasus miras di Karombasan Manado, hasil penyelidikan sementara polisi menunjukkan, minuman itu telah dicampur spritus. Rupanya, campuran ini bukan dilakukan pihak penjual melainkan para korban yang melakukannya atas dasar kemauan mereka sendiri. Adapun Cap Tikus jika dicampur Spritus akan menjadi Etanol yang merupakan racun, jika dikonsumsi mahluk hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Polisi hingga kini masih menyelidiki &amp;nbsp;kasus ini, untuk mengetahui &amp;nbsp;pihak yang harus bertanggungjawab. Tapi saya ragu atas hasil pengungkapan kasus ini, karena mengkonsumsi Cap Tikus sudah menjadi &amp;lsquo;kebiasaan&amp;rsquo; yang lumrah bagi sebagian warga di Sulut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Penanganan Cap Tikus, ibarat berdebat seputar asal-usul telur dan ayam. Tak akan ada solusi yang jitu, jika tak melibatkan semua unsur masyarakat. Ada baiknya, tokoh-tokoh agama turun tangan memberi imbauan kepada masyarakat, agar tidak mengkonsumsi Cap Tikus secara berlebihan. Setidaknya, hal ini berguna untuk meminimalisir kasus Cap Tikus yang mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/polisi-perangi-cap-tikus-serius"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-2938264711887491310?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/2938264711887491310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=2938264711887491310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2938264711887491310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2938264711887491310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/polisi-perangi-cap-tikus-serius.html' title='Polisi Perangi Cap Tikus? Serius?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6474827959779026167</id><published>2010-12-14T16:22:00.001+07:00</published><updated>2010-12-14T16:22:37.035+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Belum Tentu Menang…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-14/cJnsekIHqyrugpolnBCFsvmqctyiwmpqaqoEpqCdrozgjoCbApmDHqeymrsi/2213106620X310.JPG.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-14/cJnsekIHqyrugpolnBCFsvmqctyiwmpqaqoEpqCdrozgjoCbApmDHqeymrsi/2213106620X310.JPG.scaled500.jpg" width="500" height="258"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;TIM&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Nasional (Timnas) Indonesia menjadi sorotan utama media, setelah lolos memenangkan pertandingan Grup A Piala AFF. Di leg pertama dan kedua partai semifinal nanti, Indonesia menghadapi di Stadion Gelora Bung Karno. Ini akibat Filipina tidak memiliki stadion yang disyaratkan AFF.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sejak Piala AFF digelar pada 1996 lalu, pasukan &amp;ldquo;Garuda&amp;rdquo; belum pernah merasakan gelar juara. Kali ini,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bambang_Pamungkas"&gt;Bambang Pamungkas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dkk berpeluang mengakhiri puasa gelar dalam perhelatan dua tahunan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menariknya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia mendapat keuntungan besar ketika bertemu Filipina di semifinal Piala AFF. Duel yang seharusnya berlangsung dalam format&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span&gt;home and away&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tersebut, ternyata hanya akan berlangsung di Indonesia, tepatnya di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Dari sisi ekonomi, laga di stadion ini cukup menguntunkan, karena telah meraup&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/09/15380636/Mantap..Total.Penjualan.Tiket.Tembus.Rp.8.9.M"&gt;Rp 8,9 miliar&lt;/a&gt;!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebenarnya, indikasi&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/09/03594671/Lawan.Indonesia..Filipina.Tak.Punya.Kandang"&gt;Filipina tak bisa menggelar pertandingan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di kandang sendiri, sudah tercium ketika AFF menyatakan negara tersebut tak punya stadion yang memenuhi kriteria. Alhasil, Indonesia ditunjuk sebagai tempat untuk menjadi&amp;nbsp;&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/09/15584838/Menguntungkan.Leg.1.dan.2.di.Gelora.Bung.Karno"&gt;kandang sementara Filipina&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 16 Desember mendatang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-14/gAaiiIngaAFeFBBrihwiixqlfkfBbfhvIemktGDiqwhxgGservJHgEEcgphG/015944p.JPG.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;span style="font-size: 14px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Posisi menentukan prestasi? Belum tentu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saya berusaha mencari tahu profil Timnas Filipina, dan hasilnya sangat minim. Kesebelasan ini tampaknya tidak rakus publikasi, sehingga jarang terekspos. Bagi saya, inilah yang perlu diwaspadai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Memang benar, Filipina memang tak memiliki&lt;a href="http://bola.kompas.com/read/2010/12/08/21242479/Filipina.Tantang.Indonesia.di.Semifinal"&gt;tradisi sepak bola&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menggembirakan. Tapi yang jelas, sekarang mereka tampaknya sudah mulai bangkit dan pantas diperhitungkan. Kemenangan mereka 2-0 atas tuan rumah Vietnam dan seri 0-0 lawan Singapura, sudah bisa menjadi pertanda kekuatan mereka. Apalagi, Filipina &amp;lsquo;nekat&amp;rsquo; memilih Gelora Bung Karno dan bukan menumpang di Malaysia atau Singapura, itu juga mencerminkan mental jawara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk itu, Indonesia tak bisa menyepelekan Filipina meski dalam pertemuan sebelumnya selalu menang. Sebab, di bawah pelatih muda&amp;nbsp;&lt;a href="http://ph.linkedin.com/in/simonmcmenemy"&gt;Simon McMenemey&lt;/a&gt;, Filipina tampil rapi dan punya kepercayaan diri yang tinggi. Banyak kasus kekalahan tim perkasa maupun tim tuan rumah di ajang internasional, karena tidak memperhitungkan kekuatan lawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saya cuma bisa berdoa, semoga Timnas bisa bermain dengan baik. Menang dan kalah bukan tujuan utama. Tapi kebersamaan, sportivitas, semangat tanding dan menjadi tuan rumah yang baik, itu sudah menjadi modal dalam pembenahan olah raga ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/indonesia-belum-tentu-menang"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6474827959779026167?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6474827959779026167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6474827959779026167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6474827959779026167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6474827959779026167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/indonesia-belum-tentu-menang.html' title='Indonesia Belum Tentu Menang…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4834176038415939440</id><published>2010-12-08T10:41:00.001+07:00</published><updated>2010-12-08T10:41:16.294+07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Lunch di Warteg Warmo</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-07/nEleelpuiyEJHDArjhAJacktwvzxGovqlcBixrtcyHatFAejumvplqIIpBfm/0910074p.gif.scaled500.gif" width="298" height="225"/&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;div class="img310"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;SANTAP&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;siang di warung tegal (warteg) di Jakarta, merupakan kebiasaan yang mengasyikkan bagi sebagian besar orang. Warteg kini menjadi pilihan terbaik bagi kelompok warga, khususnya berpenghasilan ekonomi menengah ke bawah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tapi kondisinya berbeda dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1275"&gt;Warteg Warmo&lt;/a&gt;, yang berlokasi di kawasan Tebet Jakarta. Setiap siang, warung makan ini selalu penuh oleh banyak pengunjung, yang umumnya &amp;lsquo;orang berdasi&amp;rsquo; atau berkecukupan. Bahkan di tiap akhir pekan, warteg ini dikunjungi oleh sejumlah artis ibukota, karena memang buka 24 jam. Selain artis, warteg ini juga sering dikunjungi pejabat, pengusaha kelas kakap, politisi dan pengacara top.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Trotoar di samping kanan warteg, sering dipenuhi oleh mobil-mobil mentereng semisal Honda Jazz, Toyota Kijang, hingga BMW. Umumnya, para pengunjung pemilik kendaraan tersebut adalah langganan serta pembeli fanatik di Warteg Warmo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Lho, apa istimewanya Warteg Warmo?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Ya, tentu menu dan suasananya. Warteg ini berbeda dengan warteg pada umumnya. Saya sendiri melihat Warteg Warmo seperti restoran dan bukan rumah makan. Meski pada akhirnya, istilah &amp;lsquo;restoran&amp;rsquo; dan &amp;lsquo;rumah makan&amp;rsquo; hanya beda-beda tipis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Menu hidangan di Warteg Warmo sebenarnya sama dengan menu warteg pada umumnya. Ada tempe goreng, tempe orek, tahu sayur, ikan teri, beberapa jenis ikan hingga aneka minuman ringan. Mungkin, karena suasana yang lumayan lux dan cukup bersih, maka warteg ini layak disebut restoran bergelar nama &amp;lsquo;warteg&amp;rsquo;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Tapi Senin siang 6 Desember 2010, agaknya lucu di dalam warteg ini. Kebetulan, saya menguping pembicaraan dua orang pengunjung berdasi, yang tengah membahas rencana penerapan pajak 10 persen untuk warteg. Diskusi pun berlangsung hot, karena dibumbui pro dan kontra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penerapan pajak 10 persen untuk rumah makan sekelas Warteg, memang menarik untuk dicermati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam sehari, omzet warung yang berlokasi di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, itu mencapai Rp 2,5 juta. Menurut seorang pengunjung itu, Hj Warmo mengaku bisa meraup uang Rp 2,5 juta saat warungnya ramai pembeli. Namun saat warung sepi, paling-paling dia hanya bisa meraup Rp 1,5 juta.&lt;/span&gt;&lt;span class="judul" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Artinya, omset Warteg Warmo bisa mencapai&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/12/02/133825/1507514/10/omzet-warteg-warmo-di-tebet-rp-540-juta-per-tahun"&gt;Rp 540 Juta per tahun&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Jika pendapatan Warteg Warmo sebesar itu, otomatis warung ini masuk dalam kategori warung yang akan terkena pajak 10 persen. Aturan yang bakal diterapkan pada 1 Januari 2011 itu menyebutkan, warung yang terkena pajak adalah yang beromzet Rp 60 juta ke atas. Dengan omzet minimal Rp 1,5 juta per hari, berarti per tahun, omzet Warmo sedikitnya mencapai Rp 540 juta per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Namun Hj Warmo tetap keberatan jika pengunjung warungnya dikenai pajak. Hj Warmo takut pelanggannya kabur dan memilih tempat lain yang tidak terkena pajak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Saya cuma senyam-senyum mendengarnya obrolan ngalor-ngidul itu, sambil membayangkan seyum khas Bang Kumis, Sang Gubernur DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Di dalam angan-angan saya, barangkali Bang Kumis mengatakan, &amp;rdquo;Lha siapa elu? Kok protes ama kebijakan nyang gue bikin? Kalo gak mau makan di warteg yang udah ada pajak 10 persen, ya udah cari warung makan lain! Gitu aja kok repot!&amp;rdquo;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;&amp;ldquo;Bush..!&amp;rdquo;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;Khayalan saya tentang celotehan Bang Kumis tiba-tiba lenyap. Mungkin ini lantaran, sang pelayan Warteg Warmo mendatangi meja tempat saya makan. &amp;rdquo;Mau pesan apa, Mas?&amp;rdquo;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: #000000;"&gt;&amp;rdquo;Pesan nasi tanpa pajak sepuluh persen! Eh&amp;hellip; nasi soto ayam pake es teh manis, Mbak,&amp;rdquo; begitu saya spontan bicara. Wah, saya jadi keceplosan gara-gara mengkhayal Bang Kumis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/nikmatnya-lunch-di-warteg-warmo"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4834176038415939440?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4834176038415939440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4834176038415939440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4834176038415939440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4834176038415939440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/nikmatnya-lunch-di-warteg-warmo.html' title='Nikmatnya Lunch di Warteg Warmo'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-821383585562240153</id><published>2010-12-03T15:23:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T15:23:26.651+07:00</updated><title type='text'>Jika Lima Kotamadya di Jakarta Menggelar Pilkada…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-03/FtbvncHhtDdaeikdiJpCFhBAtDgzrcrJceBjldwkEwoHwFzjHxJnHoqbGztw/449px-Jakarta_COA.svg.png.scaled500.png" width="449" height="507"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Rancangan Undang Undang Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY), kini tinggal menghitung hari. Kemarin, usai sidang kabinet paripurna yang membahas RUUK DIY, pemerintah akhirnya memutuskan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta harus dipilih melalui mekanisme pemilihan umum sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Lantas, bagaimana dengan daerah lainnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Khusus di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), telah diberlakukan&amp;nbsp;UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Sedangkan Jakarta?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta merupakan pusat bisnis dan keuangan. Di samping&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Indonesia" title="Bank Indonesia"&gt;Bank Indonesia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_Efek_Indonesia" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;Bursa Efek Indonesia&lt;/a&gt;, kantor-kantor pusat perusahaan nasional banyak berlokasi di Jakarta. Saat ini, lebih dari 70% uang negara, beredar di Jakarta. Jakarta juga salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas menengah cukup besar. Pada tahun 2009, 13% masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas US$ 10.000. Jumlah ini, menempatkan Jakarta sejajar dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shanghai" title="Shanghai"&gt;Shanghai&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mumbai" title="Mumbai"&gt;Mumbai&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007, tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta memiliki 5 wilayah administrasi dan satu kabupaten, yakni&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Administrasi_Kepulauan_Seribu" title="Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu"&gt;Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Administrasi_Jakarta_Barat" title="Kota Administrasi Jakarta Barat"&gt;Kota Administrasi Jakarta Barat&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Administrasi_Jakarta_Pusat" title="Kota Administrasi Jakarta Pusat"&gt;Kota Administrasi Jakarta Pusat&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Administrasi_Jakarta_Selatan" title="Kota Administrasi Jakarta Selatan"&gt;Kota Administrasi Jakarta Selatan&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Administrasi_Jakarta_Timur" title="Kota Administrasi Jakarta Timur"&gt;Kota Administrasi Jakarta Timur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Administrasi_Jakarta_Utara" title="Kota Administrasi Jakarta Utara"&gt;Kota Administrasi Jakarta Utara&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tapi yang jelas, kita harus mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi. Karena, UUD 1945 telah mengamanatkan kepala daerah dipilih secara demokratis. Maka seyogyakan, DKI Jakarta pun harus menerapkan pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada), untuk lima kotamaya dan satu kabupaten.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Untuk itu menurut saya, DPR RI harusnya melakukan inisiatif untuk merevisi UU Nomor 29 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ini perlu dilakukan, agar seluruh kepala daerah di Indonesia dipilih secara demokratis.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/jika-lima-kotamadya-di-jakarta-menggelar-pilk"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-821383585562240153?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/821383585562240153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=821383585562240153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/821383585562240153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/821383585562240153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/jika-lima-kotamadya-di-jakarta.html' title='Jika Lima Kotamadya di Jakarta Menggelar Pilkada…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-139720174312036381</id><published>2010-12-03T12:25:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T12:25:12.948+07:00</updated><title type='text'>RUU DIY: Presiden Vs Raja ?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-02/obxFFfBtlkhBEllmuFxDzesrlEiwxdjDDjaayFxfiHBHFGtDxkBIgboqduGC/4800.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-02/obxFFfBtlkhBEllmuFxDzesrlEiwxdjDDjaayFxfiHBHFGtDxkBIgboqduGC/4800.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="387"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;ldquo;BADAI&amp;rdquo;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, masih belum berlalu.&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/02/11024990/SBYSultan.Akan.Beri.Pernyataan.Bersama"&gt;Hari ini&lt;/a&gt;, rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menjelaskan secara detail pernyataan sebelumnya, yang menuai kontroversi publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Dalam Rapat Terbatas Kabinet 26 November 2010, Pak Beye menyebutkan ada tiga pilar yang harus diperhatikan dalam penyusunan RUU ini, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, keistimewaan DIY berkaitan dengan sejarah dari aspek-aspek lain yang harus diperlakukan sesuai dengan UU, serta aspek Indonesia sebagai negara hukum dan negara demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Sebenarnya, polemik keistimewaan DIY sudah ditulis dan dikupas dalam berbagai artikel di surat kabar maupun buku. Salah satunya,&amp;nbsp;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/07/26/17054377/Menggugat.Keistimewaan.Yogyakarta"&gt;Menggugat Keistimewaan Jogjakarta&lt;/a&gt;, Tarik Ulur Kepentingan, Konflik Elite, dan Isu Perpecahan karya Suryo Sakti Hadiwijoyo. Buku ini, dari sisi waktu, terasa pas untuk dibaca karena hingga kini perdebatan isi keistimewaan terus berlangsung. Nasib RUUK DIY pun belum jelas benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Pada bukunya, Suryo-yang pegawai negeri sipil pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Salatiga-menuliskan, tersendat- sendatnya penyelesaian UUK DIY tak semata-mata berkutat masalah hukum, namun lebih kental nuansa politis. Hal itu karena DIY mempunyai posisi tawar cukup kuat di hadapan pemerintah pusat. Itu tak terlepas dari peran pemimpin Kasultanan dan Pakualaman dalam proses dinamika ketatanegaraan di masa kemerdekaan dan reformasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Saya sepakat dengan analis dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Mutahdi yang mengatakan, SBY kali ini melakukan kesalahan strategi komunikasi dalam menyampaikan persoalan RUUK DI Yogyakarta kepada publik. Karena tidak langsung menyasar kepada pokok persoalannya, SBY malah melukai hati rakyatnya dan menimbulkan dampak yang kontraproduktif terhadap dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Akibat pernyataan kontroversi Pak Beye, di Yogyakarta bermunculan aksi&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/07/20210727/Wah....Yogya.Minta.Referendum"&gt;perang spanduk pro-referendum&lt;/a&gt;. Mayoritas spanduk dipasang di perempatan jalan raya yang banyak dilalui masyarakat. Melalui spanduk, warga DIY menyatakan siap menyukseskan referendum. Tulisan yang terpampang di spanduk antara lain: &amp;ldquo;Masyarakat DIY Siap Referendum&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Penetapan Gagal, Referendum Siap!&amp;rdquo;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Kubu pemerintah pusat pun, mulai beraksi. Kali ini, Menteri Dalam Negeri&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/01/13333853/Mendagri.Referendum.Terlalu.Jauh"&gt;Gamawan Fauzi&lt;/a&gt;menegaskan, usulan referendum atau jajak pendapat yang diajukan sejumlah pihak untuk mengetahui aspirasi masyarakat terkait mekanisme pemilihan kepala daerah Daerah Istimewa Yogyakarta terlalu jauh. Mungkin, istilah populernya yaitu: &amp;ldquo;lebay&amp;rdquo;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Sedangkan Juru Bicara Kepresidenan&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/01/07195876/Salah.Paham.soal.Yogyakarta"&gt;Julian Aldrin Pasha&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengakui, ada kesalahpahaman pengertian para pihak yang mendengar pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, Presiden akan menjelaskan pernyataannya itu,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/12/02/11024990/SBYSultan.Akan.Beri.Pernyataan.Bersama"&gt;hari Kamis ini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Benarkah publik sepekan terakhir ini telah melakukan salah tafsir?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Bagi saya, satu-satunya cara menyelesaikan perbedaan pandangan menyangkut keistimewaan Yogyakarta adalah membicarakannya di antara pemerintah, DPR, dan pihak terkait. Pembicaraan bersama itu untuk mengambil pilihan politik hukum untuk disepakati bersama. Jangan sampai kasus ini berlarur-larut, sehingga mengorbankan kepentingan yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Masih banyak agenda pembangunan daerah yang harus segera dilakukan. Penanganan masalah kemiskinan, pengangguran dan kesehatan, seharusnya menjadi topik pembicaraan yang dilanjutkan dengan kebijakan strategis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Pembahasan RUU DIY memang penting, apalagi hal ini bisa berdampak ke daerah lain. Tapi, kedua kubu yang bertikai harus legowo mengakhiri pertikaian secara cepat dan damai. Tak ada gunanya meluapkan kemarahan. Sama seperti pendiri negeri ini, kaum elit memegang peran penting dalam menyusun rencana masa depan negara dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ruu-diy-presiden-vs-raja"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-139720174312036381?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/139720174312036381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=139720174312036381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/139720174312036381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/139720174312036381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/ruu-diy-presiden-vs-raja.html' title='RUU DIY: Presiden Vs Raja ?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5978484497823654559</id><published>2010-12-03T12:20:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T12:20:41.365+07:00</updated><title type='text'>Seandainya Tak Ada Agus Condro dan Gayus Tambunan…</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-02/gxCzcDchxyFwvjgaBwBlvlEndsIoJgAjyoumltamjcztzlGCEwpsifebsvDo/0825022p.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;div class="img310"&gt;&lt;strong&gt;MANTAN&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Anggota DPR RI dari Partai Golkar&lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/p/paskah-suzetta/index.shtml"&gt;Paskah Suzetta&lt;/a&gt;, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/11/30/hari-ini-paskah-suzetta-diperiksa-kpk"&gt;hari ini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Tentu ini jadi kabar baru aksi KPK. Paskah yang juga Mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), diperiksa KPK sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom.&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Seberapa pentingkah berita ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Mungkin secara awam, ini adalah kasus biasa yang hadir di media massa, khususnya di bidang hukum dan kriminal. Tapi bagi sebagian orang, berita ini lumayan hot karena ini adalah kali pertama Paskah Suzetta diperiksa oleh KPK. Sebelumnya, ia berstatus tersangka bersama serombongan mantan anggota DPR lainnya, sejak Agustus lalu. Paskah adalah pejabat negara yang kiprahnya naik daun saat pemerintahan SBY-Jusuf Kalla, periode 2004-2009.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dalam persidangan sebelumnya terungkap, Paskah Suzetta menerima sejumlah lembar cek senilai Rp 600 juta yang diduga suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 dari mantan Hamka Yandhu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tim jaksa menguraikan, khusus untuk Fraksi Golkar, alokasi cek senilai Rp 7,3 miliar dari pengusaha bernama&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/10/09/14490692/Istri.Adang.Darajatun.Diperiksa.KPK"&gt;Nunun Nurbaeti&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(istri Adang Darajatun) yang disampaikan melalui anak buahnya, Ahmad Hakim Safari MJ alias&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.primaironline.com/berita/hukum/arie-malangjudo-akui-dapat-perintah-dari-nunun-bagi-cek-lawat"&gt;Arie Malangjudo&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hal yang menarik adalah, bagaimana kasus ini muncul. Berita tersebut &amp;lsquo;hanya&amp;rsquo; mencerminkan sebuah informasi follow up yang sudah mengalir ke hilir. Dan berita &amp;lsquo;hot&amp;rsquo;-nya adalah ketika mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan Agus Condro buka suara soal suap Bank Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;KPK telah menetapkan 26 tersangka dari anggota DPR RI periode 1999-2004, terkait dugaan suap pemilihan DGS BI yang saat itu memunculkan nama Miranda Goeltom sebagai terpilih. Sedangkan empat&amp;nbsp;anggota dewan dari komisi yang sama telah mendapat vonis dari pengadilan Tipikor. Nah uniknya, Agus Condro merupakan salah satu dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://hukum.tvone.co.id/berita/view/43299/2010/09/01/panda_nababan_paskah_max_moein_jadi_tersangka_kasus_pemilihan_miranda/"&gt;para tersangka koruptor di kasus ini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Agus Condro adalah sumber berita itu. Bagi saya, peran dan posisi Agus sama seperti Gayus Tambunan. Keduanya yang pernah berada di lingkungan kotor korupsi, kini menjadi juru kunci di persidangan. Jika Gayus tak tertangkap, bisa jadi tak muncul mantan pengacara Gayus,&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/12/20220725/Terlalu.Terburu.buru.Haposan.Tersangka"&gt;Haposan Hutagalung&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di kursi pesakitan. Polisi pun menetapkan&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/12/19314816/Jaksa.Cirus.Sinaga.Tersangka"&gt;Cirus Sinaga&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai tersangka, karena diduga terlibat jual-beli rencana tuntutan (rentut).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dalam beberapa kesempatan, Gayus mengakui bahwa uangnya diperoleh saat menguruskan pajak perusahaan-perusahaan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1719"&gt;Grup Bakrie&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Yaitu PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Gayus dan Agus memang sedang terlibat perkara hukum, dan layak mendapatkan hukuman setimpal jika nanti didakwa bersalah. Saya hanya bisa berharap, jika negeri ini banyak figur yang menyerupai Agus dan Gayus, tentunya &amp;lsquo;kawanan srigala berbulu domba&amp;rsquo;, bisa segera dijerat hukum. Sebagai warga negara yang baik, apapun profesi dan kapasitasnya, dibutuhkan keberanian mengungkap kebenaran. Meski ini harus membutuhkan pengorbanan.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/seandainya-tak-ada-agus-condro-dan-gayus-tamb"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5978484497823654559?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5978484497823654559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5978484497823654559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5978484497823654559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5978484497823654559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/seandainya-tak-ada-agus-condro-dan.html' title='Seandainya Tak Ada Agus Condro dan Gayus Tambunan…'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-938955940026802769</id><published>2010-12-03T11:59:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T11:59:20.853+07:00</updated><title type='text'>Arab Saudi Sekutu AS, Fakta atau Fitnah?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-02/kErImjdnrGrqFzbxhvlBsJhsJEqaoCbsJzwDBglydAqAysneBEIEuwwHElxg/1335077620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-12-02/kErImjdnrGrqFzbxhvlBsJhsJEqaoCbsJzwDBglydAqAysneBEIEuwwHElxg/1335077620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;SEBUAH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;berita yang dilansir&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.wikileaks.org/"&gt;wikileaks&lt;/a&gt;, kembali menuai kontroversi. Kali ini sebuah dokumen rahasia tentang&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/11/29/13402872/WikiLeaks:.Saudi.Minta.AS.Serang.Iran"&gt;permintaan Raja Abdullah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari Arab Saudi, agar Amerika Serikat menyerang dan menghancurkan fasilitas nuklir Iran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tapi, benarkah berita itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Entahlah. Terlepas dari benar-tidaknya sumber berita, yang jelas info ini menarik untuk dicermati. Media wikileaks memang dikenal bikin sensasi. Beberapa waktu lalu, pengelola situs&amp;nbsp;WikiLeaks,&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/11/29/04061724/WikiLeaks.Tetap.Rilis.Dokumen.Rahasia.AS"&gt;Julian Assange&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengeluhkan serangan cyber. Bisa jadi ada pihak tertentu yang gusar ketika dokumen diplomatik rahasia AS, dimuat di media internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Malah, pejabat AS pernah mengirim surat ke WikiLeaks, yang isinya mengingatkan agar tidak menyiarkan dokumen rahasia negara, karena akan berisiko luar biasa. Surat dari Harold Hongju Koh, pengacara top Kementerian Luar Negeri AS, itu menyatakan, publikasi dokumen rahasia itu akan mengancam operasi kontra terorisme dan membahayakan hubungan AS dengan para sekutunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;WikiLeaks juga pernah mengungkap&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/10/25/0756278/WikiLeaks:.Warga.Sipil.Disiksa.di.Irak"&gt;fakta yang menyedihkan dari Perang Irak&lt;/a&gt;. Warga sipil menjadi obyek pembunuhan, penyiksaan, dan bentuk kekerasan lain oleh aparat keamanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Media sekaliber&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/10/25/0756278/WikiLeaks:.Warga.Sipil.Disiksa.di.Irak"&gt;Al Jazeera&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mencatat, lebih dari 300 warga sipil terluka terkena pantulan (&lt;em&gt;ricochet&lt;/em&gt;) peluru tembakan peringatan dari pasukan penjaga pos pemeriksaan. Saya masih ingat, Al Jazeera pernah mengutip beberapa&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/08/05/00115652/Inilah.Ringkasan.Laporan.WikiLeaks"&gt;sumber data dari WikiLeaks&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk informasi ke publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika info itu tidak benar, lantas kenapa&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/10/26/15384722/AS.Bantah.WikiLeaks"&gt;Militer Amerika Serikat membantah pernah membuat laporan&lt;/a&gt;, yang mengurangi jumlah korban tewas warga sipil dalam di perang Irak? Ribuan pejabat telah dimutasi dari Kementerian Dalam Negeri Irak, setelah kejadian bocornya dokumen ini. Dari sinilah kecurigaan saya muncul.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Selama ini, memang sebagian besar media hanya menyajikan sebagian kecil informasi ke publik. Karena alasan kerterbatasan ruang media dan sumber yang akurat, info kesewenangan penguasa seringkali terabaikan. Patut disayangkan, jika teknik pencitraan akhirnya ambruk, karena ada dukumen-dokumen rahasia yang selama ini disembunyikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kini kembali ke salah satu dokumen resmi yang dibocorkan Wikileaks yakni&amp;nbsp;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2010/11/29/13402872/WikiLeaks:.Saudi.Minta.AS.Serang.Iran"&gt;permintaan Raja Abdullah dari Arab Saudi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kepada Amerika Serikat agar menyerang dan menghancurkan fasilitas nuklir Iran.&amp;nbsp;Saya sepakat, bahwa dokumen-dokumen itu ingin menunjukkan, AS memata-matai sekutu-sekutunya dan PBB, menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dokumen tentang permintaan Saudi dan berbagai pesan penting lain dimuat oleh lima surat kabar, di antaranya oleh&amp;nbsp;&lt;em&gt;The New York Times&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di AS dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;The Guardian&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di Inggris.&amp;nbsp;Wartawan bidang Timur Tengah BBC&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/11/101129_wikileaks_saudi.shtml"&gt;Jeremy Bowen&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengatakan kecurigaan Saudi, Yordania, dan beberapa negara lain di Timur Tengah tentang program nuklir Iran telah lama diketahui. Yang mengejutkan adalah, permintaan beberapa negara agar AS mengambil tindakan militer terhadap Iran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Semoga pers di Tanah Air juga memiliki keberanian seperti Wikileaks, untuk mengungkap dokumen-dokumen sejarah, yang selama ini sengaja ditutup-tutupi oleh penguasa. Dokumen tersebut tentunya sangat penting untuk mengungkap kebenaran dan pelurusan fakta sejarah.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/arab-saudi-sekutu-as-fakta-atau-fitnah"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-938955940026802769?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/938955940026802769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=938955940026802769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/938955940026802769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/938955940026802769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/12/arab-saudi-sekutu-as-fakta-atau-fitnah.html' title='Arab Saudi Sekutu AS, Fakta atau Fitnah?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8943807993668848310</id><published>2010-11-25T09:35:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T09:35:22.259+07:00</updated><title type='text'>Mungkinkah Masih Ada Satu Indonesia?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;[[posterous-content:pid___0]]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;KEHIDUPAN&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;berbangsa dan bernegara di Bumi Pertiwi, masih menghadapi ancaman serius berkaitan dengan mengerasnya konflik-konflik dalam masyarakat, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal. Bisa jadi, konflik-konflik itu pada dasarnya merupakan produk dari sistem kekuasaan Orde Baru yang militeristik dan sentralistik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Dalam perjalanannya hingga di era reformasi ini, kemajemukan bangsa yang seharusnya dapat kondusif bagi pengembangan demokrasi, justru terhambat oleh ideologi harmoni sosial yang mengedepankan ideologi keseragaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Untuk itu, penyelenggara negara perlu menyeragamkan setiap elemen kemajemukan dalam masyarakat sesuai dengan karsanya, tanpa harus merasa telah mengingkari prinsip dasar hidup bersama dalam kepelbagaian. Kasus konflik di Poso, Papua, antar-etnis di Kalimantan dan konflik antar-kelompok di kota-kota besar, sebenarnya menjadi cermin amburadulnya sistem yang diterapkan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.cKonflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tapi saya yakin, konflik adalah sesuatu yang wajar terjadi di masyarakat. Sedangkan konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. Di bidang politik misalnya, konflik telah mengajarkan banyak orang tentang pentingnya demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Meskipun demikian, konflik tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi liar dan kemudian merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, apalagi tatanan berbangsa dan bernegara yang telah menjadi konsensus nasional. Karena itu, manajemen politik yang ada seharusnya mampu mengendalikan konflik, sehingga dapat menjadinya sebagai kekuatan yang mencerahkan, bukan kekuatan yang menghancurkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Kenapa konflik begitu melekat dengan bangsa ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Itu karena belum adanya&amp;nbsp;&lt;em&gt;political will&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan konsistensi pemerintah. Selain itu, masyarakat belum diajak oleh pemerintah dalam mempercepat jalannya agenda reformasi. Menurut saya, pemerintah maupun masyarakat bertanggung jawab untuk membongkar struktur dan kultur dalam masyarakat yang masih diskriminatif. Kita tidak boleh lagi menyerahkan segala urusan kepada pemerintah sebagaimana yang sudah-sudah. Karena dengan begitu kita sebagai warga negara akan semakin kehilangan peran strategis, sementara pemerintah akan semakin dominan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Semoga, masih ada waktu bagi seluruh warga negara Indonesia, untuk berpartisipasi semaksimal mungkin dalam mengarahkan dan mengendalikan proses transisi bangsa dan negara ini menuju demokrasi yang sejati, atau minimal demokrasi Pancasila yang stabil. Untuk menciptakan Indonesia sebagai negara yang&amp;nbsp; maju, dibutuhkan komitmen satu visi, tujuan dan kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/11/24/mungkinkah-masih-ada-satu-indonesia/" title="Jackson Kumaat (kompasiana.com)" target="_blank"&gt;Selengkapnya....&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/mungkinkah-masih-ada-satu-indonesia"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8943807993668848310?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8943807993668848310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8943807993668848310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8943807993668848310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8943807993668848310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/mungkinkah-masih-ada-satu-indonesia.html' title='Mungkinkah Masih Ada Satu Indonesia?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4976013739696066247</id><published>2010-11-25T09:32:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T09:32:45.441+07:00</updated><title type='text'>Lho, Kok TKI Dilarang ke Luar Negeri? Lantas Mau Kerja Dimana?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-24/HxugxlawqucbqqCslpEmdHHzxJykciFrhfsAuuAAbCJkzaeipqlJndbjFlEE/bnp2tki5.jpg.scaled500.jpg" width="320" height="240"/&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;SAYA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;merasa heran dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/20/02511472/Stop.Segera.TKI.ke.Arab.Saudi"&gt;usulan penghentian pengiriman tenaga kerja Indonesia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(TKI) ke luar negeri, meski hanya sementara waktu. Apa jadinya ribuan TKI yang sudah antre berangkat ke luar negeri, harus menundanya? Dan bagaimana dengan jutaan TKI di luar negeri, jika harus dipaksa pulang ke Tanah Air?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Yang jelas, usulan yang didukung pula oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/20/14244586/Demokrat.Setuju.Pengiriman.TKI.Dihentikan"&gt;Anas Urbaningrum&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu, tak masuk akal dan di luar logika. Bagi saya, kasus penganiayaan Sumiati di Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan pembenahan sistem dan perlindungan TKI. Pengusutan hukum tetap jalan terus, dan penempatan TKI di luar negeri juga tak boleh berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Negeri ini masih berkutat dengan masalah pengangguran dan kemiskinan.&amp;nbsp;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, sudah selayaknya memikirkan program jangka panjang untuk mengatasi penempatan angkatan kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Data kepulangan TKI bermasalah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) menunjukkan, 48 persen dari 45.626 TKI bermasalah yang pulang lewat Bandara Soekarno-Hatta, Banten, tahun 2008 berasal dari Arab Saudi. Sementara setiap bulan sekitar 17.000 TKI berangkat ke Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Saya sepakat, untuk mencegah berulangnya tragedi kemanusiaan terhadap tenaga kerja Indonesia, khususnya pembantu rumah tangga migran di Arab Saudi seperti yang menimpa Sumiati, pemerintah harus membenahi sistem perlindungan terhadap TKI di Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tapi saya tak sepakat pernyataan Kepala BNP2TKI&amp;nbsp;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/20/08194277/MoU.Tak.Jamin.TKI.Terlindungi#"&gt;Jumhur Hidayat&lt;/a&gt;, bahwa TKI tidak harus tinggal di rumah majikan selama 24 jam melainkan hanya pada jam bekerja. Selebihnya, mereka ditempatkan di asrama atau mess khusus. Lha, di Indonesia saja pembantu rumah tangga (PRT) itu tinggal serumah dengan majikan. Kok malah mau bikin aturan aneh?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Saya curiga, jangan-jangan memang benar TKW terutama yang bekerja sebagai PRT di luar negeri, tidak dibekali keahlian khusus terutama kemampuan berbahasa asing di negera tujuan. Ini kan repot! Miss-komunikasi inilah yang konon menyebabkan sang majikan terutama warga Arab Saudi melakukan tindak kekerasan terhadap PRT asal Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar TKI PRT dilengkapi dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/22/09524698/Jumhur.Saya.Senang.Keputusan.Presiden"&gt;telepon genggam&lt;/a&gt;, belum tentu mengatasi masalah. Bukannya saya pesimis, tapi menurut saya, persoalan utama adalah sistem yang belum berjalan di sektor penempatan tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Untuk apa melindungi TKI secara hukum, jika TKI tersebut belum pernah mengenal hukum negara di mana ia ditempatkan? Dan saya pikir, pembenahan internal di Kementerian Tenaga Kerja RI harus segera dilakukan. Bukan saja melindungi TKI di luar negeri, tapi juga melatih&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/20/15171942/Nasib.TKI.Seperti.LayangLayang..."&gt;seluruh tenega kerja&lt;/a&gt;, agar mampu bekerja sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/lho-kok-tki-dilarang-ke-luar-negeri-lantas-ma"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4976013739696066247?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4976013739696066247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4976013739696066247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4976013739696066247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4976013739696066247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/lho-kok-tki-dilarang-ke-luar-negeri.html' title='Lho, Kok TKI Dilarang ke Luar Negeri? Lantas Mau Kerja Dimana?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7235250501536193917</id><published>2010-11-25T09:29:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T09:29:02.394+07:00</updated><title type='text'>Puji Tuhan! Emas Pertama dari Cabang Perahu Naga</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-24/BmxccuJivjwnlzbdmkChkAskrgAwwaJJhGdmbnpkehFmDtwDryDpqjjdEJfy/4073714p.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-24/BmxccuJivjwnlzbdmkChkAskrgAwwaJJhGdmbnpkehFmDtwDryDpqjjdEJfy/4073714p.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="299"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Akhirnya, lagu kebangsaan &amp;rdquo;Indonesia Raya&amp;rdquo; berkumandang di pentas Asian Games XVI/2010. Bukan dari cabang olah raga primadona bulu tangkis, tapi justru dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/11/19/04233131/Tim.Putra.Perahu.Naga.Sumbang.Emas.Pertama.bagi.Indonesia"&gt;cabang perahu naga&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Bahkan, Tim Perahu Naga menyumbang&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2010/11/19/10332321/Luar.Biasa.Emas.Kedua.dari.Perahu.Naga-8"&gt;medali emas kedua&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dari nomor 500 meter di Danau Zengcheng, Guangzhou. Tim Indonesia yang dimotori Abdul Aziz sebagai drumer mencatat waktu tercepat satu menit 44,506 detik (1:44,506). Hasil ini terpaut sekitar satu detik dari pesaing utama, Myanmar dan tuan rumah China.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Bagi saya, ini adalah prestasi yang menggembirakan. Di tengah kondisi memprihatinkan di Tanah Air, mulai dari bencana tsunami Mentawai, letusan Merapi dan banjir bandang Wasior, atlit Indonesia masih mampu membuktikan diri bersaing dengan tim kuat negara lain. Indonesia pun masih menjadi bahan perbincangan hangat media massa, terutama berita-berita negatif seputar pemberantasan korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tentunya, hasil gemilang pimpinan tim Tono Suratman ini, bagaikan &amp;lsquo;angin segar dan hujan yang diidamkan ketika musim kemarau berkepanjangan&amp;rsquo;. Saya sempat tak habis pikir, apa pula cabang olag raga ini? Karena yang saya tahu hanya sebatas cabang olah raga dayung saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Apalagi, cabang perahu naga ini sempat tidak dimasukkan Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam daftar kontingen Indonesia ke Asian Games XVI 2010 di Guangzhou, China. Nasib tragis justru dialami&amp;nbsp;&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2010/11/19/11015028/Sayang..Taufik.Gagal-4"&gt;Taufik Hidayat&lt;/a&gt;, yang gagal melaju di partai perempat final cabang bulutangkis. Tampaknya, KONI harus mempertimbangkan untuk melakukan regenerasi di cabang olah raga ini, sekaligus menyusun rencana program jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Rupanya, Tuhan berencana lain. Pemerintah dan masyarakat harus membaca peluang di banyak cabang olah raga, bukan sebatas bulu tangkis dan sepak bola. Meski banyak lapangan olah raga yang digusur menjadi mall dan gedung perkantoran, setidaknya masih ada harapan di cabang olah raga air. Tapi jika danau dan laut juga digusur, ya alangkah bodohnya pemimpin negeri ini !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/balap/2010/11/19/puji-tuhan-emas-pertama-dari-cabang-perahu-naga/" title="Jackson Kumaat (kompasiana.com)" target="_blank"&gt;Selengkapnya.....&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/puji-tuhan-emas-pertama-dari-cabang-perahu-na"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7235250501536193917?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7235250501536193917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7235250501536193917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7235250501536193917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7235250501536193917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/puji-tuhan-emas-pertama-dari-cabang.html' title='Puji Tuhan! Emas Pertama dari Cabang Perahu Naga'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6915292099953712324</id><published>2010-11-22T13:49:00.001+07:00</published><updated>2010-11-22T13:49:10.435+07:00</updated><title type='text'>Siapa Penguasa Kawasan Bisnis Jakarta? (http://bisnis.vivanews.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-21/gpDEbnCbfxsoAGEoGGfAvqBpJiqinfCJkrsyHAAsfgIaHGCIAawnyidIiEoc/55141_jalan_sudirman_jakarta_300_225.jpg.scaled500.jpg" width="300" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 18px;"&gt;Kawasan segi tiga emas (CBD) Ibu Kota Jakarta sepertinya tak pernah mati dari pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 18px; color: #000000;"&gt;&lt;span style="font-size: 12px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;- Kawasan segi tiga emas (&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;central business distric&lt;/em&gt;/CBD) Ibu Kota Jakarta sepertinya tidak pernah mati dari pembangunan proyek-proyek properti para pengembang besar. Meski lahan semakin menyempit, para pebisnis properti tak pernah berhenti melebarkan usahanya.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Namun, siapa saja pengembang-pengembang yang saat ini terbilang menjadi penguasa di kawasan CBD yang terbagi menjadi kawasan Sudirman, Kuningan, Thamrin, dan Gatot Subroto, serta Satrio?&lt;p /&gt;Menurut Arief Rahardjo,&amp;nbsp;&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;associate director&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Grup PT Cushman &amp;amp; Wakefield Indonesia, Artha Graha masih tercatat sebagai penguasa Sentra Kawasan Bisnis Sudirman. "Meski di situ ada Tan Kian, dengan proyek Pacific Place tapi ia tetap menggandeng Grup Artha Graha," ujarnya kepada&amp;nbsp;&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews&amp;nbsp;&lt;/em&gt;di Jakarta, Senin 22 November 2010.&lt;p /&gt;Sedangkan di bilangan kawasan Sudirman lainnya, kata dia, di situ ada Tri Hatma atau Grup Agung Podomoro (APG) dengan Plaza Semanggi yang dibangun menjadi satu dengan Gedung Veteran Republik Indonesia.&lt;p /&gt;Untuk kawasan Kuningan, dia mengaku terdapat sejumlah pengembang besar seperti PT Bakrieland Development Tbk dengan proyek besarnya Rasuna Epicentrum Kuningan, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) dengan Plaza Setibudi dan Setiabudi One Entertainment Centre, serta Tan Kian dengan Ritz Calton dan JW Marriot.&lt;p /&gt;Di kawasan Thamrin, Arief menyebut terdapat Grup Djarum yang membangun Grand Indonesia, mal paling mewah di Indonesia. Serta Plaza Indonesia, pusat perbelanjaan yang dikembangkan PT Global Property Development Tbk (sebelumnya bernama PT Kridaperdana Indahgraha Tbk).&lt;p /&gt;Sedangkan untuk kawasan Gatot Subroto, terdapat PT Mulia Indoland, yang membangun Wisma Mulia, Wisma GKBI, Mal Taman Anggrek, dan Hotel Mulia.&lt;p /&gt;Sementara itu, di kawasan bisnis Satrio diperebutkan sejumlah pengembang besar seperti Grup Agung Podomoro dengan proyek Kuningan City dan Grup Ciputra dengan proyek besarnya Ciputra World. "JSI juga ada di Satrio, tetapi lahanya belum dibangun," kata dia. (hs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/siapa-penguasa-kawasan-bisnis-jakarta-httpbis"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6915292099953712324?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6915292099953712324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6915292099953712324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6915292099953712324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6915292099953712324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/siapa-penguasa-kawasan-bisnis-jakarta.html' title='Siapa Penguasa Kawasan Bisnis Jakarta? (http://bisnis.vivanews.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7867499673332902497</id><published>2010-11-18T16:59:00.001+07:00</published><updated>2010-11-18T16:59:48.249+07:00</updated><title type='text'>Ribuan Ikan Mati: Ada Apa dengan Danau Tondano?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-18/qxjjpwydeBDfFibaHqckfnlenypzrIwomubGBDtpgAIEuscoCFfvcyllbrIp/tondano_jacksonkumaat.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="198"/&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ribuan ikan yang ada di Danau Tondano, tiba-tiba mati mendadak. Awalnya, saya tak tahu apa penyebabnya. Tapi menurut dugaan sementara, berton-ton ikan tersebut mati karena &lt;a href="http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/11059/ribuan-ikan-di-tondano-mati-karena-air-belerang"&gt;air tercemar &lt;/a&gt;oleh &lt;a href="http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/11247"&gt;belerang&lt;/a&gt;. Wajarkah fenomena alam ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Tondano"&gt;Danau Tondano&lt;/a&gt; adalah &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;danau&lt;/span&gt; terluas di Provinsi &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Sulawesi Utara&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Gunung Masarang&lt;/span&gt;. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan kota &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Tondano&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kecamatan Tondano Timur&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kecamatan Eris&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kecamatan Kakas&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kecamatan Remboken&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kecamatan Tondano Selatan&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Danau ini merupakan danau penghasil &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_air_tawar" title="Ikan air tawar"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;ikan air tawar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; seperti ikan mujair, pior/kabos, payangka wiko (udang kecil), nike dan lain-lain. Konon, sama seperti Danau Toba, Tondano terbentuk setelah gunung meletus yang terjadi ribuan tahun lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Jika dihubungkan dengan dengan aktivitas gunung purba yang pernah ada di tanah Minahasa atau disebut Gunung Tondano, kecil kemungkinan Tondano akan meletus. Menurut teori dalam ilmu vulakanlogi, dapur magma gunung tersebut sudah runtuh karena letusan yang hebat, jutaan tahun lalu. Tapi bisa jadi matinya ikan di Danau Tondano memang ada kemungkinan dari aktivitas gunung yang berada di pinggirannya, seperti Gunung Lokon, Mahawu dan Gunung Soputan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Fenomena &lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/11/12/12-ton-ikan-tondano-mati-dalam-semalam"&gt;kematian mendadak hampir 300 ton ikan&lt;/a&gt; beberapa hari terakhir,&amp;nbsp;diduga akibat aktivitas vulkanik gunung berapi. Dugaan tersebut didasarkan pada tingginya kandungan belerang yang umumnya ditemukan di sekitar Desa Kaweng dan Tolimembet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ribuan ikan yang mati di Danau Tondano bisa saja diakibatkan aktivitas gunung- gunung yang berada di sekitar danau tersebut. Tapi, hingga kini belum ada penelitian untuk mengetahui keterkaitan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Terus terang, saya baru pertama kali melihat ribuan bahkan jutaan ekor ikan mati dengan sendirinya. Rasanya, kasihan sekali melihat kondisi ikan tersebut. Bau amis pun menyengat, bahkan bisa tercium dari dalam mobil yang ber-AC.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dari segi ekonomi, kondisi ini memukul nelayan di pesisir Tondano. &lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/11/12/12-ton-ikan-tondano-mati-dalam-semalam"&gt;Maydi Paulus&lt;/a&gt;, misalnya, meratapi nasib karena usaha peternakan ikannya merugi. Sejumlah nelayan masih tampak membersihkan sisik dan isi perut ikan yang telah mati. Mereka berusaha mengais rejeki, agar bisa bertahan hidup dengan kondisi hasil kritis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Demikian pula dengan sektor pariwisata. Matinya ikan di Danau Tondano telah mempengaruhi kunjungan wisatawan, terutama di penginapan dan restoran di sepanjang tepi Tondano. Isu mistik pun muncul, sehingga banyak wisatawan terutama yang berasal dari luar Sulut. Mereka lebih memilih bertahan di Manado daripada mengunjungi Tondano.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Setiap tahun, &lt;a href="http://tondanokita.blogspot.com/2010/05/danau-tondano-yang-berada-di-kabupaten.html"&gt;debit air danau itu turun&lt;/a&gt; sekitar 40 hingga 50 Cm dan bisa kering 15 hingga 20 tahun mendatang. Hama enceng gondok pun sempat menjadi kambing hitam. Kondisi &lt;span&gt;Danau Tondano&lt;/span&gt; diperparah dengan ancaman pemanasan global, tidak adanya penghijauan, meningkatnya aktifitas masyarakat, pembalakan liar, kebakaran, konversi hutan, pertambangan golongan C yang mengakibatkan erosi dan sedimentasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Akibat degradasi lingkungan di danau itu, kedalaman danau menjadi sekitar 20 meter dari permukaan, padahal dalam &lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;sejarah tondano&lt;/span&gt; tercatat danau tondano tahun 1934 dalamnya mencapai 40 meter, sedangkan tahun 1983 sekitar 27 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Danau Tondano&lt;/span&gt; memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti menyuplai air bersih ke Perusahaan Air Minum di Minahasa, Minahasa Utara serta Kota Manado, menjadi media budidaya ikan tawar, pembangkit listrik Tanggari dan Tonsea serta pariwisata dan untuk kelangsungan &lt;a href="http://www.tondano.co.cc/2010/04/tondano-people.html"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;orang Tondano&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;yang hidup dari &lt;span&gt;danau Tondano&lt;/span&gt;. Jika kondisi ini tidak langsung ditanggulangi, mungkin akan berdampak pada masa depan &lt;span&gt;Tondano dan generasi kita berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ribuan-ikan-mati-ada-apa-dengan-danau-tondano"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7867499673332902497?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7867499673332902497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7867499673332902497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7867499673332902497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7867499673332902497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/ribuan-ikan-mati-ada-apa-dengan-danau.html' title='Ribuan Ikan Mati: Ada Apa dengan Danau Tondano?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-280201096593779988</id><published>2010-11-16T15:10:00.001+07:00</published><updated>2010-11-16T15:10:55.887+07:00</updated><title type='text'>Catatan Pilkada Bagian 11: Mendukung Pemerintahan yang Baru Terbentuk</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #888888;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-16/HctwCCbrapBChqHHfGusjpEhyhnethIwBceguCentJpusjpzyninDjBInolc/149279_1406380291300_1586193910_30885758_5773305_n.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-16/HctwCCbrapBChqHHfGusjpEhyhnethIwBceguCentJpusjpzyninDjBInolc/149279_1406380291300_1586193910_30885758_5773305_n.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="335"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; font-family: Times New Roman; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; line-height: normal; text-indent: 0px; font-size: medium; color: #888888;"&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong&gt;PASANGAN&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=1380338145&amp;amp;v=wall"&gt;Vicky Lumentut&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=1213429302&amp;amp;v=info"&gt;Harley Mangindaan&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Vicky-Ai) akhirnya memenangkan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin sore 15 November 2010. Pada&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/09/06/catatan-pilkada-bagian-6-ketika-hasil-pencoblosan-dianulir-mk/"&gt;tulisan saya sebelumnya&lt;/a&gt;, perjalanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Manado ini sempat terkatung-katung, setelah pada 3 September yang lalu,&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://manado.antaranews.com/berita/13421/manado-akan-gelar-pilkada-ulang"&gt;MK menganulir Pilkada Manado&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Saat itu, menurut Ketua MK&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://manado.antaranews.com/berita/13425/mk-perintahkan-coblos-ulang-pilkada-kota-manado"&gt;Mahfud MD&lt;/a&gt;, proses Pilkada Kota Manado, yang terdiri dari sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Wenang, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Wanea, Kecamatan Tikala, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Sario, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Tuminting, dan di Kecamatan Singkil, telah terjadi pelanggaran-pelanggaran yang serius, sehingga diperlukan pemungutan suara ulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;KPU pun menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Manado. Ironisnya bagi para kontestan termasuk saya, kegiatan ini dilakukan tanpa diwarnai aksi-kampanye, pemasangan baliho dan iklan di media massa. Saya nyaris putus asa karena sulit bertemu langsung dengan masyarakat menjelang PSU ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Tanpa bermaksud mengikuti jejak kompetitor saya lainnya, Pak&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/11466/hjp-selamat-buat-vicky-ai"&gt;Hanny Joost Pajouw&lt;/a&gt;, saya pun harus mengakui kemenangan pasangan pasangan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://manado.antaranews.com/berita/13654/mk-tetapkan-lumentut-mangindaan-peraih-suara-terbanyak"&gt;Vicky-Ai di MK&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Jakarta. Kebetulan saya berada di Jakarta dan mengikuti proses hukum di MK. Sore itu juga, saya langsung memberikan selamat kepada pasangan ini dan kepada tim sukses Vicky-Ai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Puaskah saya? Ya! Sebagai warga negara yang baik, proses ini harus dituntaskan. Harus diakui, proses ini menyita waktu, tenaga dan materi. Tapi harus diakui pula, bahwa proses demokrasi memang mahal harganya dan membutuhkan pengorbanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Terlepas dari itu semua, saya bersyukur karena sampai sejauh ini pendukung dan saksi dan teman-teman saya tetap memberikan komitmennya untuk menuntaskan proses Pilkada. Tanpa adanya komitmen bersama dan mengedepankan proses hukum, niscaya Pilkada tak berlangsung dengan aman dan damai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/catatan-pilkada-bagian-11-mendukung-pemerinta"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-280201096593779988?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/280201096593779988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=280201096593779988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/280201096593779988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/280201096593779988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/catatan-pilkada-bagian-11-mendukung.html' title='Catatan Pilkada Bagian 11: Mendukung Pemerintahan yang Baru Terbentuk'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5933852088577691345</id><published>2010-11-16T11:17:00.001+07:00</published><updated>2010-11-16T11:17:30.694+07:00</updated><title type='text'>SBY: Gayus Coreng Pemerintah RI (http://nasional.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-15/zpqCGstsdudugEjornhoBdwnGJJstCvruaizDFDEmEcxIGsEdxxptduneIoc/1751263620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-15/zpqCGstsdudugEjornhoBdwnGJJstCvruaizDFDEmEcxIGsEdxxptduneIoc/1751263620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 14px; color: #232323; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&amp;mdash; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, kasus melenggangnya tersangka pajak Gayus HP Tambunan telah mencoreng wajah Pemerintah Indonesia. Terlebih, Presiden, pada Pertemuan Puncak G-20, telah berbicara panjang lebar soal antikorupsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"(Kasus itu) sangat mencoreng. Sangat besar," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Heru Lelono kepada para wartawan seusai mengikuti rapat intern di Kediaman Presiden di Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin (15/11/2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Terkait rapat intern, kata Heru, Presiden menyampaikan banyak hal. Pertama, Presiden menjelaskan pencapaian dari kunjungannya ke Pertemuan Puncak G-20 di Seoul, Korea Selatan, dan APEC di Yokohama, Jepang. Presiden juga sempat membahas soal nasib pengungsi korban erupsi Gunung Merapi. Secara spefisik, Presiden meminta Heru terjun ke Yogyakarta untuk memantau kondisi di lokasi langsung. Presiden ingin mendapatkan informasi terkini mengenai situasi di lokasi pengungsian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Seperti diberitakan, Gayus pada hari Senin (15/11/2010) akhirnya mengaku bahwa dirinya memang pergi ke Bali, setelah sebelumnya menyangkal hal tersebut. Foto Gayus yang menyamar menggunakan kacamata dan rambut palsu&amp;nbsp;tertangkap kamera wartawan&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Kompas&lt;/em&gt;,&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Agus Susanto. Pengakuan Gayus ini juga mengungkapkan kebobrokan di tahanan Mako Brimbob yang, menurutnya, para tahanan bisa keluar masuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/sby-gayus-coreng-pemerintah-ri-httpnasionalko"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5933852088577691345?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5933852088577691345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5933852088577691345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5933852088577691345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5933852088577691345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/sby-gayus-coreng-pemerintah-ri.html' title='SBY: Gayus Coreng Pemerintah RI (http://nasional.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4855430987004255967</id><published>2010-11-10T14:02:00.001+07:00</published><updated>2010-11-10T14:02:22.739+07:00</updated><title type='text'>Obama: Bakso, Nasi Goreng, Semua Nikmat (http://nasional.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-09/jDBnekbgxBBsbfccrxbxEBubcaaioBaEsJnpyDlgdxEcGrigEGjvxFEEFDrH/1749273620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-09/jDBnekbgxBBsbfccrxbxEBubcaaioBaEsJnpyDlgdxEcGrigEGjvxFEEFDrH/1749273620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &amp;mdash;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan rasa terima kasih atas jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/11/2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000; font-size: small;"&gt;"Terima kasih atas bakso, nasi goreng, emping, dan kerupuk. Semuanya nikmat," ujar Obama di depan para tamu undangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000; font-size: small;"&gt;Obama menyampaikan pidato singkatnya setelah Presiden SBY. Selain nasi goreng, bakso, emping, kerupuk, pihak Istana Kepresidenan juga menghidangkan bakpao, bebek asap dengan asparagus, mi, telur ceplok, sate daging dengan bumbu kacang, udang galah goreng tepung dan acar, serta pisang bakar keju dan es krim kopyor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000; font-size: small;"&gt;Obama juga menyampaikan rasa terima kasih atas penganugerahan Bintang Jasa Utama yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada ibunya, Stanley Ann Dunham, atas dedikasi dan pengorbanannya di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi kaum perempuan. Sebelumnya, Dunham juga pernah mendapatkan penghargaan dari pihak Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/obama-bakso-nasi-goreng-semua-nikmat-httpnasi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4855430987004255967?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4855430987004255967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4855430987004255967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4855430987004255967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4855430987004255967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/obama-bakso-nasi-goreng-semua-nikmat.html' title='Obama: Bakso, Nasi Goreng, Semua Nikmat (http://nasional.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-8333275563316095280</id><published>2010-11-09T15:17:00.001+07:00</published><updated>2010-11-09T15:17:10.388+07:00</updated><title type='text'>Tiga Pesan Mbah Maridjan</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Mbah-Maridjan/39477319629"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-09/CCAdygBlyCtAczrwfcfuDCcGDpasCzestaeCGxyqGwEoqtykCvvmimlrlkBh/mbah_copy.jpg.scaled500.jpg" width="400" height="600"/&gt; Mbah Maridjan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;telah berpulang. Ada 1001 pertanyaan yang belum terjawab, sejak&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/27/07443517/Mbah.Maridjan.Tewas.di.Rumahnya."&gt;Mbah menghadap ke Sang Ilahi&lt;/a&gt;. Tapi ternyata, ada jutaan pesan dari &amp;lsquo;pemegang juru kunci&amp;rsquo; Gunung Merapi itu, yang nyaris tak terkuak di tengah-tengah hiruk-pikuk evakuasi warga di lereng Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sebelumnya saya pernah menulis berjudul &amp;ldquo;&lt;a href="http://unik.kompasiana.com/2010/10/25/apa-kabar-mbah-maridjan/"&gt;Apa Kabar, Mbah Maridjan?&lt;/a&gt;&amp;rdquo; di Kompasiana, yang intinya tentang kerinduan saya pada sosok Mbah yang &amp;lsquo;mengabdi&amp;rsquo; pada Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Apa saja&amp;nbsp;&lt;a href="http://tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/10/25/brk,20101025-286980,id.html"&gt;pesan-pesan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bagi saya yakni pertama, Mbah Maridjan tak akan turun gunung sebelum Merapi benar-benar akan meletus. Faktanya, Mbah telah wafat di rumahnya bersama sejumlah warga dan relawan, akibat turunnya awan panas dari puncak gunung. Rumah Mbah memang cukup dekat dengan puncak Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Bagi kalangan ilmuan, rumah tersebut masuk di zona paling bahaya dan harus dievakuasi. Tapi apa yang dilakukan Mbah dan sejumlah &amp;lsquo;pengikut&amp;rsquo;-nya menjelang wedhus gembel menerjang kawasan lereng Merapi? Ya, Mbah bergeming. Ia memiliki keyakinan, bahwa Merapi belum akan meletus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Di sinilah pesan tersirat itu. Mbah Maridjan wafat bersama sejumlah orang lainnya, menjelang letusan Merapi yang bertubi-tubi. [Baca:&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/27/05584666/Krisis.Letusan.Merapi.Belum.Berakhir"&gt;Krisis Letusan Merapi Belum Berakhir&lt;/a&gt;] Itu berarti, Merapi pasti akan meletus ketika Mbah wafat. Itulah sebuah pesan berharga yang seharusnya digunakan pemerintah untuk melakukan evakuasi massal. Minimal, pemerintah seharusnya langsung memberi pengumuman ke warga di radius 15-20 Kilometer, yang dianggap rawan dampak letusan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kedua, Mbah Maridjan memiliki sifat patriotisme. Sikap ini ditunjukkan Mbah sebagai orang yang dipercaya Sri Sultan Hemengku Buwono IX, untuk tinggal menetap di lereng Merapi. Mbah pun pernah menolak perintah Sri Sultan HB X, dan mengaku hanya tunduk pada Sri Sultan HB IX. Tentu, hanya Mbah yang punya cara sendiri sebagai bentuk komunikasi dengan Sri Sultan HB X. Pada 2006, Mbah nekat bertahan di kediamannya meski sudah dipaksa untuk mengungsi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ketiga, Mbah Maridjan setia pada tugas. Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut, Mbah selalu menjalankan tugas mengamankan Merapi. Mungkin info ini nyaris tak terdengar, ketika Mbah melarang pendaki naik ke Merapi atau ketika Mbah memarahi pengunjung membuang sampah sembarangan. Ia lebih mengenal kondisi dalam gunung, meski akhirnya ia harus mengakui keperkasaan Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya beranggapan, tiga pesan tersebut seharusnya menjadi modal bagi kita semua. Mudah-mudahan bisa teladan leluhur serta menjadi memacu semangat dalam aktivitas sehari-hari. Setidaknya, ini bisa jadi acuan bagi para relawan, yang masih terus berjuang bagi upaya penyelamatan umat manusia di lereng Merapi. Semoga tak jatuh korban lagi.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/tiga-pesan-mbah-maridjan"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-8333275563316095280?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/8333275563316095280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=8333275563316095280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8333275563316095280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/8333275563316095280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/tiga-pesan-mbah-maridjan.html' title='Tiga Pesan Mbah Maridjan'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7908506516696525965</id><published>2010-11-04T13:45:00.001+07:00</published><updated>2010-11-04T13:45:27.218+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Terlalu Puas dengan Ranking (http://bisniskeuangan.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-11-03/GcsEyyirhfubdolDszJwjqHEscwiFpEkhoHiGCDeJJplkmACvmyvFsnvyjel/0149278p.jpg.scaled500.jpg" width="298" height="225"/&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 14px; color: #232323; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;- Pemerintah dinilai terlalu mengagung-agungkan peringkat di tingkat internasional sebagai klaim atas keberhasilan negara. Celakanya, masyarakat cenderung percaya klaim yang didasarkan pada peringkat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atmajaya A Prasentyatoko, pemerintah dinilai terbuai dengan indikator-indikator jangka pendek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"Kami dijanjikan masuk dalam&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;investment grade&lt;/em&gt;portfolio yang sifatnya jangka pendek. Bukan jangka panjang seperti&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;foreign direct investment&lt;/em&gt;. Kami sudah cukup puas rating-rating&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;agency&amp;nbsp;&lt;/em&gt;itu menaikkan rangking Indonesia," ungkapnya di Hotel Paragon, Rabu (3/11/2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Prasentyatoko melihat bahwa sektor keuangan sesuai dengan sistem pemerintahan global, yang ditandai dengan keberadaan agensi dan&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;bassel accord&lt;/em&gt;. Menurutnya, sektor keuangan, seperti perbankan, seharusnya bisa mendorong sektor rill untuk lebih produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"Bank Indonesia yang juga ikut otak-atik enggak berhasil juga, misalnya dengan mendorong kredit. Karena bank lebih milih bayar denda daripada tingkatkan kredit," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Lagipula, lanjut Prasentyatoko, keberadaan bank, terutama bank-bank global di Indonesia terkonsentrasi di Jawa sehingga sulit untuk memikirkan kredit yang merata bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"Kalau kita masuk ke G-20 harusnya bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Bukannya cari utang baru, atau sekadar nambah portofolio, misalnya bagaimana meningkatkan tingkat intermediasi bank," tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/pemerintah-terlalu-puas-dengan-ranking-httpbi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7908506516696525965?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7908506516696525965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7908506516696525965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7908506516696525965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7908506516696525965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/11/pemerintah-terlalu-puas-dengan-ranking.html' title='Pemerintah Terlalu Puas dengan Ranking (http://bisniskeuangan.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4371028715318315611</id><published>2010-10-29T08:45:00.001+07:00</published><updated>2010-10-29T08:45:21.378+07:00</updated><title type='text'>Mana Lebih Buruk pada Anak, Internet atau TV?</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-28/ntkHkderjepFnnveCdkpIHrxpzFnxguJtfBevukCzCtDqlEfECEafuuauhef/68107_online_bersama_anak_300_225.jpg.scaled500.jpg" width="300" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;- Psikolog di Universitas negeri Ames, Iowa, Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap dampak media, termasuk di dalamnya jejaring sosial, terhadap anak. Dia menemukan bahwa jejaring sosial lebih merugikan daripada televisi bagi pendidikan si anak.&lt;p /&gt;Douglas Gentile, psikolog anak yang meneliti hal ini, mengatakan bahwa sebenarnya hal yang lebih merugikan dalam berkutat di jejaring sosial daripada menonton tv adalah&amp;nbsp;&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;cyberbullying&lt;/em&gt;. Namun, dia mengatakan kedua hal tersebut&amp;mdash;menonton TV dan jejaring sosial&amp;mdash;memengaruhi kinerja anak di sekolah.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Biasanya anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer atau handphone asyik di situs jejaring sosial memiliki kinerja yang buruk di sekolahnya.&lt;p /&gt;&amp;ldquo;Tidak semua anak seperti ini, namun masuk akal, ketika setiap jam si anak bermain video games atau komputer mereka tidak mengerjakan PR, membaca, menjelajah maupun mengerjakan sesuatu,&amp;rdquo; ujar Gentile seperti dilansir dari laman Associated Press, Kamis 28 Oktober 2010.&lt;p /&gt;Gentile menyebut hal ini sebagai hipotesis peralihan, di mana waktu mereka di depan layar menggantikan waktu mereka mengerjakan PR.&lt;p /&gt;Untuk kasus menonton TV, Gentile mengatakan secara sosial ini lebih baik ketimbang di depan layar menjelajah jejaring sosial. Biasanya, pada saat anak menonton TV, orang tua dapat ikut nimbrung dan berbagi pengalaman, namun tidak demikian jika anak di depan layar komputer.&lt;p /&gt;&amp;ldquo;Jika anak bermain handphone atau chatting dengan teman sekolahnya, maka itu adalah pengalaman pribadi. Mereka seperti membisikkan sebuah rahasia, dan itu tidak sopan,&amp;rdquo; ujar Gentile.&lt;p /&gt;Menurut poling dari Associated Press-mtvU, sepertiga mahasiswa responden menggunakan komputer, handphone, game selama lebih dari enam jam per hari.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Menurut Yayasan Keluarga Kaiser yang dikeluarkan pada bulan Januari, sarana media yang digunakan oleh anak usia 8-18 tahun&amp;mdash;TV, musik, komputer, video games, film-- meningkat dari enam jam, 21 menit perhari tahun 2004 menjadi tujuh jam, 38 menit pada tahun 2009.&lt;p /&gt;Gentile mengatakan bahwa dampak buruk dari hal ini dapat diatasi dengan apa yang dinamakannya faktor pelindung. Termasuk di antaranya guru yang baik dan sekolah yang bermutu, minat baca, keluarga dengan nilai-nilai pendidikan.&lt;p /&gt;&amp;ldquo;Jika kau mempunyai semua faktor pelindung ini, maka hal ini dapat diminimalisir,&amp;rdquo; ujar Gentile. (umi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;a href="http://teknologi.vivanews.com/news/read/185565-mana-lebih-buruk-pada-anak--internet-atau-tv-"&gt;lihat Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/mana-lebih-buruk-pada-anak-internet-atau-tv"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4371028715318315611?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4371028715318315611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4371028715318315611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4371028715318315611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4371028715318315611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/10/mana-lebih-buruk-pada-anak-internet.html' title='Mana Lebih Buruk pada Anak, Internet atau TV?'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-1990893258783209709</id><published>2010-10-26T16:00:00.001+07:00</published><updated>2010-10-26T16:00:07.701+07:00</updated><title type='text'>Negosiasi Klakson di Warung Buncit</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-26/dDngqqDbIfrvhGrGteCoaejrFkiAsuDnGxtxrqgBIFIioqninfjvaByHgpyf/0743385620X310.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-26/dDngqqDbIfrvhGrGteCoaejrFkiAsuDnGxtxrqgBIFIioqninfjvaByHgpyf/0743385620X310.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Banyak&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pengguna jalan mengeluhkan kemacetan lalu lintas yang terjadi kemarin malam (25/10/2010), akibat hujan deras yang turun menjelang jam pulang kantor. Saya menjadi salah satu warga yang turut menjadi korban&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2010/10/25/22234136/Banjir..Jalanan.Makin.Semrawut."&gt;kesemrautan lalu lintas ibukota&lt;/a&gt;. Malam itu, banjir memang membuat ibukota negeri ini&amp;nbsp;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/26/0746507/Tiga.Jam.Hujan..Jakarta.Kacaubalau"&gt;kacau-balau&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Antrian panjang di sepanjang Jalan Warung Buncit Raya Jakarta Selatan, mulai terjadi selepas pukul 17.00 WIB. Antrian semakin menggila, karena ratusan bahkan ribuan sepeda motor berusaha menyalip dari sela-sela mobil. Saat itu, saya hendak ke kantor di Jalan Warung Buncit, dari arah Ragunan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya pun berinisiatif membunyikan klakson, begitu kaca spion mulai bersentuhan dengan stang sepeda motor. &amp;rdquo;Lain kali hati-hati ya,&amp;rdquo; begitu saya bergumam dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Tentunya, suara saya tak terdengar oleh pengendara motor tersebut. Saya Cuma pasrah ketika sejumlah sepeda motor tampak ngotot menyalip dari sebelah kanan, padahal di situ tak cukup untuk lebar body motor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Ternyata, sepeda motor tersebut mulai ke arah kanan, karena ada genangan di sisi kiri jalan, yang biasa menjadi rute motor. Kini, benar-benar macet, dan berhenti sama sekali. Satu persatu mobil membuka kaca jendela, dan beberapa di antaranya turun untuk merokok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Sekitar 10 meter di depan saya ada genangan, di dekat putaran Warung Buncit. Saya ingat di sana ada sebuah kali kecil, entah apakah itu yang namanya Kali Krukut atau Kali Pulo. Beberapa sepeda motor nekat menerobos. Akibatnya bisa ditebak, mereka mogok di tengah genangan air yang mulai mengalir deras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Kini, pemandangan tragis terlihat. Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Sejumlah mobil mulai mogok di arah berlawanan. Kemungkinan mereka tak sabar menunggu genangan air surut. Sebenarnya, saya juga tak sabar, tapi saya tidak mau mengambil resiko.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Hingga pukul 9 malam, genangan air pun belum surut. Banyak mobil dan motor mematikan mesin. Saya makin jenuh dan bosan, sedangkan suara klakson bersahut-sahutan terdengar di ujung jalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Dan sekitar pukul 10 malam, barulah aksi nekat dilakukan. Sejumlah mobil di depan saya berupaya menerobos genangan dan berhasil sampai ke atas cekungan. Suara klakson makin hiruk-pikuk. Ada yang meminta didahulukan, ada juga yang sekedar asbun (asal-bunyi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Yang penting, saya berhasil tiba di kantor untuk memeriksa keadaan mesin, khususnya kondisi knalpot yang kemasukan air. Itulah sepenggal cerita saya saat hujan melanda di Jakarta. Praktis, biasanya dari rumah menuju kantor ditempuh 30 menit, kini saya tempuh selama 5 jam! Tabik!&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/negosiasi-klakson-di-warung-buncit"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-1990893258783209709?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/1990893258783209709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=1990893258783209709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1990893258783209709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1990893258783209709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/10/negosiasi-klakson-di-warung-buncit.html' title='Negosiasi Klakson di Warung Buncit'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5144949546918936112</id><published>2010-10-12T15:56:00.001+07:00</published><updated>2010-10-12T15:56:01.630+07:00</updated><title type='text'>350 Tahun Belanda Langgar HAM Bangsa Indonesia (http://politik.kompasiana.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-12/rgyejqAFaFCBjatljcFnCdgoCscEfbipelennnfttIqFlkrEbkGazmCvvFBA/kerja-paksa.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-12/rgyejqAFaFCBjatljcFnCdgoCscEfbipelennnfttIqFlkrEbkGazmCvvFBA/kerja-paksa.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="370"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;BATALNYA&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;kunjungan kenegaraan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, masih menimbulkan 1001 pertanyaan di kalangan masyarakat. Pro-kontra pun bermunculan, sehingga mulai terlihat beda kelompok yang pro-pemerintah dan kontra-pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Saya ingin coba mencermati sisi lain pembatalan kunjungan delegasi RI ke Belanda, ketika rombongan bersiap diri di Lapangan Udara Halim Perdana Kusumah Jakarta. Saat itu, Presiden mengkhawatirkan adanya ancaman dari kelompok Republik Maluku Selatan (RMS), yang berniat menyeret Presiden SBY ke Pengadilan HAM PBB di Den Haag.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Benarkah Presiden SBY melakukan pelanggaran HAM? Lantas, bagaimana dengan Belanda yang pernah melanggar HAM rakyat Indonesia selama 350 tahun?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Saya lebih memilih membahas pertanyaan kedua, karena sesungguhnya, pertanyaan pertama hanya bisa dijawab oleh pihak Pengadilan HAM PBB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Belanda menjadi salah satu negara penganut kolonialisme, yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Belanda pun berjaya di Bumi Nusantara dengan menerapkan sistem perdagangan, yang saat itu negara-negara Eropa sangat membutuhkan rempah-rempah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Keperkasaan Belanda atas raja-raja di wilayah Nusantara, juga diperhitungkan oleh Jepang, Amerika Serikat dan sekutunya, yang sama-sama tertarik atas produk hasil alam Indonesia. Sehingga, Indonesia menjadi rebutan para kolonialis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Salah satu keterpurukan dan sisi gelap bangsa Indonesia adalah sikap represif aparat pemerintahan Belanda di Indonesia. Banyak rakyat Indonesia tewas mengenaskan oleh kebijakan kerja paksa membangun sarana infrastruktur. Tak sedikit anak-anak dan perempuan menjadi korban pelecehan yang saat ini sulit dibuktikan secara dokumentasi sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Bahkan, ketika Bung Karno dan Bung Hatta memimpin masa kekosongan kekuasaan ketika Jepang meninggalkan Indonesia, Belanda kembali berulah. Mereka menganggap sebagian besar wilayah Indonesia masih menjadi daerah jajahan. Mereka menganggap Papua, Maluku, Minahasa, Tanah Batak dan Batavia, sebagai hak atas pengalihan kekuasaan dari Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Lantas, kenapa Pengadilan HAM PBB justru tak pernah menggugat Belanda? Apakah lantaran kantor Pengadilan HAM PBB yang berlokasi di Den Haag, sehingga mereka alergi mengungkit sejarah kelam Belanda? Apakah jika kantor pengadilan HAM PBB harus berada di Jakarta, maka baru ada niat mengadili Belanda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span&gt;Bagi saya, pertanyaan seperti itu harus mampu dijawab Pengadilan HAM PBB. Hukum harus ditegakkan secara jujur dan adil. Kebenaran harus diungkap, meski membuka luka lama. Inilah saatnya membuka fakta sejarah agar kejadian tersebut tak terulang kembali, di manapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/350-tahun-belanda-langgar-ham-bangsa-indonesi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5144949546918936112?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5144949546918936112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5144949546918936112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5144949546918936112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5144949546918936112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/10/350-tahun-belanda-langgar-ham-bangsa.html' title='350 Tahun Belanda Langgar HAM Bangsa Indonesia (http://politik.kompasiana.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5310269858481506207</id><published>2010-10-04T16:48:00.001+07:00</published><updated>2010-10-04T16:48:35.393+07:00</updated><title type='text'>Gus Dur Resmi Jadi Pahlawan Nasional (http://nasional.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-04/yfqmcCkbmtucrCIHsajBzidwcJhHCFGwDicikjtCnaeyGIosGonktCogtdem/2847747p.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-04/yfqmcCkbmtucrCIHsajBzidwcJhHCFGwDicikjtCnaeyGIosGonktCogtdem/2847747p.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="354"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: 14px; color: #232323; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;SURABAYA, KOMPAS.com &amp;mdash;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Kementerian Sosial telah menetapkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Mantan presiden ke-4 RI itu resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tanggal 1 Oktober 2010.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Senin (4/10/2010) di sela Sidang Paripurna DPRD Jatim, di Surabaya. "Tanggal 1 Oktober 2010 kemarin, Gus Dur resmi ditetapkan sebagai pahlawan. Harapan kami, gelar ini bisa diumumkan 1 November 2010," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Harapan masyarakat terhadap penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur sangat kuat. Setiap akhir pekan, makam mantan presiden yang terkenal pluralis ini dikunjungi sekitar 8.000 orang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Kini, kompleks makam almarhum Gus Dur sedang direnovasi. Disiapkan dana sekitar Rp 180 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Jombang, Pemerintah Provinsi Jatim, dan APBN untuk membangun fasilitas infrastruktur pagar dan jalan ke makam.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/gus-dur-resmi-jadi-pahlawan-nasional-httpnasi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5310269858481506207?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5310269858481506207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5310269858481506207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5310269858481506207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5310269858481506207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/10/gus-dur-resmi-jadi-pahlawan-nasional.html' title='Gus Dur Resmi Jadi Pahlawan Nasional (http://nasional.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-5553867349004202177</id><published>2010-10-01T14:35:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T14:35:36.005+07:00</updated><title type='text'>Jacko Tak Akan Langgar Aturan PSU (http://beritamanado.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-10-01/mExcjDlhrkAFaJAAIJunamsAmpvJBssbHxJuljIFjlBlxsfvBIFtdlxuaBfw/Jacko-Deklarasi2.jpg.scaled500.jpg" width="480" height="261"/&gt; &lt;span style="font-family: georgia, palatino linotype, palatino, times new roman, times, serif; line-height: 17px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Manado &amp;mdash; Masyarakat diharapkan tidak memancing kandidat calon walikota Manado untuk berkampanye, menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Manado pada 21 Oktober mendatang. Jika kandidat menggelar kampanye terbuka, maka akan terancam digugurkan oleh KPU-D Manado.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Demikian dikatakan calon walikota Manado Jackson Kumaat dan Helmy Bachdar (HBO) kepada pers di Manado (30/9), menanggapi persiapan tim suksesnya menjelang PSU Pilkada.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;&amp;rdquo;Kami akan menghormati mekanisme yang telah ditetapkan, yakni tidak menggelar kampanye hingga pencoblosan,&amp;rdquo; ujar Jacko, sapaan akrab Kumaat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Sebelumnya diberitakan, pemungutan suara dalam pemilihan kepala daerah Kota Manado, Sulawesi Utara, harus diulang. Mahkamah Konstitusi menilai ada pelanggaran yang bersifat masif, sistematis dan terstruktur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Lebih lanjut Jacko mengatakan, pihaknya berharap publik tidak merayu kandidat untuk berkampanye, karena hal itu melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan. Kehadiran kandidat di pertemuan kelompok-kelompok masyarakat, kata Jacko, bisa diartikan negatif oleh KPU.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;&amp;rdquo;Sampai saat ini, banyak simpatisan dan pendukung Jacko-HBO sangat mengharapkan kami berkampanye. Tapi dengan kerendahan hati, kami minta maaf harus menolaknya. Karena hal itu akan melanggar aturan PSU,&amp;rdquo; kata dia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Jacko mengakui, aturan PSU Pilkada Manado cukup memberatkan tim suksesnya dalam meraih simpati masyarakat. Namun demikian, ia memerintahkan tim kampanye di 87 kelurahan ke kota Manado, untuk tidak melakukan kegiatan yang mengarah aksi-kampanye.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;&amp;rdquo;Kita harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat, bahwa kampanye itu dilarang menjelang pencoblosan. Kami pun berkomitmen untuk tidak melakukan money politics (politik uang-Red),&amp;rdquo; kata dia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;Ia menjelaskan, kampanye yang dilakukan dengan cara-cara tak terpuji menggunakan uang dan barang, dikhawatirkan akan menciderai demokrasi. Apabila publik terbiasa dengan iming-iming pemberian dari kandidat, maka akan memicu kemarahan kandidat lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-color: transparent; margin: 0px;"&gt;&amp;rdquo;Jangan sampai Pilkada Manado diulang kembali gara-gara money politics. Cukup sudah Pilkada digelar 21 Oktober nanti. Kalau Pilkada diulang lagi, itu sama saja pemborosan uang negara. Kasihan nasib rakyat melihat kecurangan berlanjut terus,&amp;rdquo; ujar dia, prihatin. (*)&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/jacko-tak-akan-langgar-aturan-psu-httpberitam"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-5553867349004202177?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/5553867349004202177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=5553867349004202177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5553867349004202177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/5553867349004202177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/10/jacko-tak-akan-langgar-aturan-psu.html' title='Jacko Tak Akan Langgar Aturan PSU (http://beritamanado.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-7293278998435019933</id><published>2010-09-30T15:51:00.001+07:00</published><updated>2010-09-30T15:51:47.536+07:00</updated><title type='text'>Ditemukan, Planet Mirip Bumi yang Layak Huni (http://teknologi.vivanews.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-30/HagJbzmbznFpzDHAEnkHGCrCDAwxwaFijnzweptuajJrHfFAAtlHcGzBqbkA/70911_ilustrasi_planet_bumi_dunia_300_225.jpg.scaled500.jpg" width="300" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; color: #444444; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p style="margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;- Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Seperti dilansir&amp;nbsp;&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Telegraph.co.uk,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 15px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi,&amp;nbsp;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/173730-nasa-temukan--planet-alien---kembaran-bumi-" style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; color: #2d4d89; text-decoration: underline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Kepler 9.&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;"Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;p /&gt;&lt;span style="color: #000000;"&gt;Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam Jurnal&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Astrophysical&lt;/em&gt;. (kd)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ditemukan-planet-mirip-bumi-yang-layak-huni-h"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-7293278998435019933?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/7293278998435019933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=7293278998435019933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7293278998435019933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/7293278998435019933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/ditemukan-planet-mirip-bumi-yang-layak.html' title='Ditemukan, Planet Mirip Bumi yang Layak Huni (http://teknologi.vivanews.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-6834315672074419183</id><published>2010-09-29T15:26:00.001+07:00</published><updated>2010-09-29T15:26:45.046+07:00</updated><title type='text'>Bentrokan Tarakan Terjadi di Dua Lokasi (http://nasional.vivanews.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-29/aIyqBIiFJwJxlEoHnEiJrGmHBDCByhoCyxuyvvHopdkEqsgdqBlDBzbascAc/85691_bentrok_eksekusi_rumah_di_makassar_300_225.jpg.scaled500.jpg" width="300" height="225"/&gt; &lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; color: #444444; line-height: 20px;"&gt;&lt;strong style="font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;- Bentrokan di Kabupaten Tarakan, Kalimantan Timur yang terjadi pagi ini terjadi di lebih dari satu lokasi.&lt;p /&gt;"Iya pagi ini terjadi bentrok di kantung-kantung dua etnis yang bentrok. Pagi ini terjadi di Beringin dan Tarakan Plaza," kata Briptu Diki, petugas Polres Tarakan, Kalimantan Timur, saat dihubungi&amp;nbsp;&lt;em style="font-style: italic; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;VIVAnews.com,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Rabu 29 September 2010.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Menurut Diki, bentrokan pagi ini terjadi di lokasi-lokasi pemukiman dua etnis yang kemarin bertikai, yakni etnis dari Tidung asal Tarakan Utara dan Bugis dari Sulawesi.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; color: #444444; line-height: 20px;"&gt;Petugas sudah menuju lokasi kejadian. "Ini kondisinya konflik di mana-mana. Tidak berbeda jauh dengan yang diberitakan," kata dia lagi.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, Trebuchet MS; font-size: 12px; color: #444444; line-height: 20px;"&gt;Diki tidak dapat memberikan banyak informasi. Saat ini petugas sudah menuju lokasi bentrokan. Markas Besar Polri belum bisa dikonfirmasi terkait bentrokan ini.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Bentrokan yang menewaskan satu orang akhir pekan lalu berhasil diredam. Kericuhan tidak meluas. Bahkan pemerintah pusat memberikan pujian karena bentrokan antaretnis itu tidak meluas ke wilayah lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/bentrokan-tarakan-terjadi-di-dua-lokasi-httpn"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-6834315672074419183?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/6834315672074419183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=6834315672074419183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6834315672074419183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/6834315672074419183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/bentrokan-tarakan-terjadi-di-dua-lokasi.html' title='Bentrokan Tarakan Terjadi di Dua Lokasi (http://nasional.vivanews.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4039663873811267260</id><published>2010-09-28T16:36:00.001+07:00</published><updated>2010-09-28T16:36:23.922+07:00</updated><title type='text'>Apa Masalah Pembangunan di Indonesia? (http://bisniskeuangan.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-28/ycspBdbefGnqDhiuogqfrnjbfengnvpklFkflrfHdorFpcqdzCnArDdCqDkb/1427135620X310.JPG.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-28/ycspBdbefGnqDhiuogqfrnjbfengnvpklFkflrfHdorFpcqdzCnArDdCqDkb/1427135620X310.JPG.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 12px; color: #999999;"&gt;Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12px; color: #999999;"&gt;&lt;span style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&amp;mdash; Inti permasalahan pembangunan ekonomisi nasional terletak pada tingginya disparitas (kesenjangan) antarwilayah. Hal ini terlihat dari segi kegiatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, sampai tingkat kemiskinan yang begitu timpang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Selasa (28/9/2010), saat Seminar Akademik Pembangunan Ekonomi Indonesia Tahun 2010 di Hotel Nikko, Jakarta. "Kalau lihat lebih detail, pada tingkat regional provinsi, kabupaten, dan kota ada disparitas. Di satu sisi, banyak daerah yang mencapai peningkatan ekonomi signifikan, tetapi di lain pihak banyak daerah yang masih jauh, dipasritas sangat tinggi," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Adanya disparitas tersebut terjadi karena aktivitas ekonomi yang juga timpang. Di kota yang menjadi pusat bisnis, segala sarana dan prasarana tergarap dengan baik. Akan tetapi, di daerah yang bukan pusat bisnis, sarana dan prasarana tidak tergarap. "Hal ini kemudian yang membuat aktivitas ekonomi jadi rendah di banyak daerah. Aktivitas ekonomis rendah, tingkat kemiskinan pun menjadi tinggi," ujar Armida.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Oleh karena itu, Armida menilai kuncinya ada pada pemerintah yang berwenang besar dalam hal distribusi dan alokasi yang lebih adil. "Pemerintah harus berpihak di sini, nah makanya ini yang penting untuk diterapkan, yakni konektivitas domestik, sehingga kita bisa mencapai pembangunan yang impulsif dan berkeadilan," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;"Apalagi, Indonesia tengah mencapai MDGs untuk mengatasi kemiskinan di segala aspek, daerah atau domestik harus digerakkan agar tercipta pembangunan ekonomi yang merata atau terintegasi. Semua&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;stakeholder&amp;nbsp;&lt;/em&gt;harus mengembangkan konsep konektivitas ini," ungkap Armida.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/apa-masalah-pembangunan-di-indonesia-httpbisn"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4039663873811267260?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4039663873811267260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4039663873811267260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4039663873811267260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4039663873811267260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/apa-masalah-pembangunan-di-indonesia.html' title='Apa Masalah Pembangunan di Indonesia? (http://bisniskeuangan.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-2202387053230266656</id><published>2010-09-27T15:58:00.001+07:00</published><updated>2010-09-27T15:58:08.435+07:00</updated><title type='text'>Kita Membunuh Petani Kita Sendiri (http://sosbud.kompasiana.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;  &lt;p&gt;Tanggal 24 September lalu adalah hari yang ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional . Layaknya seperti hari peringatan, seharusnya ada yang diperingati. Nah pertanyaannya kemudian, apa yang diperingati di hari tani ini, khususnya bagi saya dan mungkin Anda semua yang notabene bukan petani?&amp;nbsp;&lt;span&gt;Apakah kita masih layak mengagungkan petani kita ataukah sebaliknya mengasihani petani kita? Dan kemudian sebagai kelompok yang sering dikategorikan &amp;rdquo;kelas menengah terdidik&amp;rdquo; ini, apa yang bisa kita lakukan untuk petani kita, kaum yang pernah mengharumkan Indonesia sebagai salah satu negara agraris terbesar di Asia saat jaman Suharto berkuasa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Marilah kita sejenak melihat diri kita sehari-hari mulai kita bangun sampai kita tidur lagi: Pagi-pagi sehabis bangun kita minum Aqua (Danone), lalu kita mandi pakai Lux dan menyikat gigi dengan Pepsodent (Unilever), habis mandi kita ngopi Nescafe (Nestle). Seusai ngopi, kita starter Supra (Honda) atau Kijang (Toyota) kita menuju tempat kerja. Sampai di kantor, mari kita buka dan hidupkan laptop (Acer) dan mulailah ketak-ketik&amp;hellip;entah kerja entah facebook-an dengan teman di Singapura. Pakaian kita bercap tiga huruf (GAP), dan sepatu kita bermerek &amp;rdquo;Nike&amp;rdquo;. Selepas kantor, sejenak mampir ke Carrefour untuk beli Coca Cola dan San Miguel untuk nanti diminum di rumah, tapi tak lupa juga beli tempe dan tahu (kedelainya impor dari Amerika lho..!). Tapi sebelum ke rumah, udah ada janji ketemu dengan teman-teman untuk ngopi di Starbucks. Malam sembari minum dan makan ayam goreng (McDonald) terasa asik banget sambil nonton saluran olahraga berbayar (ESPN). Sesekali kita diganggu oleh sms dari teman-teman di hape keren kita (Blackberry) yang dari Kanada itu, lalu tidur dan mimpi indah punya Mercedes Benz.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ilustrasi di atas digambarkan oleh I Wibowo dalam bukunya &amp;rdquo;Negara Centeng&amp;rdquo; tentu saja dengan tambahan sana-sini dan kebanyakan tulisan ini memang diambil dari buku tersebut. Dari ilustrasi tersebut, mari kita kembali ke pertanyaan di atas: Apa yang kita lakukan untuk petani kita? Akui saja mungkin cuma secuil yang kita nikmati yang merupakan hasil kerja petani kita di pedalaman Jawa atau dataran Brastagi sana. Begitu besarnya secara individual kita sudah masuk dan mau tak mau terseret oleh globalisasi ekonomi. Globalisasi atau wilayah konsumsi tanpa batas dimana apa yang kita makan sekarang juga yang dinikmati orang di seberang lautan sana telah begitu jauh masuk ke dalam hidup sehari-hari kita. Lipatkan jumlah kita dengan jumlah populasi, maka kita akan menemukan bahwa kita semua, negara kita adalah konsumen dari korporasi multinasional tadi. Indonesia adalah lahan subur bagi korporasi multinasional atau lebih dikenal dengan MNC (&lt;em&gt;Multinational Corporation&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-27/AqelJzsqcrfxmwxpECkEeobDzqteodceuIDmAlowkGmfFvcluBuhmoyrxtwu/petani-7juniperscom.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-27/AqelJzsqcrfxmwxpECkEeobDzqteodceuIDmAlowkGmfFvcluBuhmoyrxtwu/petani-7juniperscom.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="335"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Kekayaan sumberdaya alam Indonesia yang selama ini diagung-agungkan terbukti hanya menjadi kutukan (Humphreys, Macartan; Jeffrey Sach; Joseph Stieglitz (ed), Samdhana Institute, 2007) karena kekayaan kita tak mampu menyelamatkan para petani dan golongan miskin lain dari kemiskinan yang mencekik. Setiap tahun dilaporkan jumlah petani menyusut seiring dengan menyusutnya lahan dan produksi bahan pokok ini. Setiap tahun kita mendengar keluh kesah ini, dan setiap saat kita melihat bahwa negara membiarkan ini terjadi. Politisi yang sering tampil di TV dan sok pintar itu tak mampu menemukan solusi atas ini, entah bego entah sengaja membiarkan namun yang pasti ini lah gambaran kekalahan mutlak politik negara oleh para ekonom global. Para politisi dan negara tampak sebagai bebek lumpuh yang sok berkuasa dan sibuk membangun citra &amp;rdquo;pintar&amp;rdquo; di depan rakyatnya sendiri tapi tak punya kuasa untuk membela petaninya sendiri, bahkan lebih buruk lagi yakni &amp;rdquo;membunuh&amp;rdquo; petaninya dengan cara membiarkan petani berjuang sendiri melawan raksasa liberalisme ekonomi yang dirumuskan dan dipuja-puja oleh para ekonom pintar di Chicago, Harvard, atau bahkan pendukungnya dari UI (Rizal Mallarangeng dalam I. Wibowo, Kanisius, 2010, hal.51).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;I. Wibowo dengan sederhana menguraikan persoalan besar dan melangit seperti globalisasi dan neo-liberalisme menjadi hal yang tampak lebih sederhana yang bisa menjelaskan apa hubungannya antara petani Indonesia yang makin miskin dan kekuasaan global bernama Neo-liberalisme dalam ekonomi. Bahwa kemiskinan dan kejatuhan pertanian Indonesia memang sudah terencana dan menjadi keniscayaan&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;karena negara bernama Indonesia memang tidak berniat menyelamatkan mereka dalam pertempuran Mahabarata antara rakyat miskin melawan kekuatan korporasi internasional. Bahkan lebih buruk lagi dimana negara rela turun kasta dari entitas kekuasaan yang mulia menjadi hanya sebatas &amp;rdquo;centeng&amp;rdquo; atau tukung pukul bagi korporasi internasional. Negara menjadi tukang pukul yang tega menyiksa dan membunuh rakyatnya sendiri demi kejayaan GAP, Freeport, Newmont, Monsanto, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Terdapat tiga aktor dibalik cengkeraman globalisasi-kapitalisme-neoliberalisme-pasar bebas ini yakni Bank Dunia, IMF, dan WTO, dimana negara-negara besar dan maju seperti AS, Inggris, Jerman, Belanda dan Jepang adalah penyokong terbesarnya. Prinsip yang dijunjung tinggi adalah bahwa pasar bebas adalah syarat majunya peradaban menuju dunia yang sejahtera dan damai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Namun pada prakteknya ide ini cuma sebatas pepesan kosong karena ide ini dijalankan bukan atas dasar kesetaraan melainkan pemaksaan dan hipokrisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Cerita munculnya paham pasar bebas sebenarnya sangat panjang sejak Adam Smith membeberkan teorinya pada tahun 1776, namun bolehlah kita&amp;nbsp;&lt;em&gt;fast forward&lt;/em&gt;&amp;nbsp;saja ke tahun 80-an ketika pasar bebas menemukan kejayaannya. Mexico, negara tetangga AS dan negara-negara di Amerika Tengah dan Amerika Latin bangkrut akibat krisis utang. AS menawarkan sebuah obat bernama&amp;nbsp;&lt;em&gt;Washington Consensus&lt;/em&gt;, pinjaman yang bersyarat pada tiga hal: a. pasar bebas; b. deregulasi; dan c. privatisasi. Dokter dan perawatnya sudah bisa ditebak yakni IMF dan Bank Dunia. Sukses di sana, resep diterapkannya juga pada negara-negara lain yang dilanda krisis. Akhir 90-an Asia kolaps, Indonesia termasuk salah satu yang mengalami dampak parah. Kembali resep ini ditawarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pasar bebas meminta syarat agar barang-barang produksi korporasi bisa masuk ke negara penerima utang, deregulasi berarti negara penerima utang harus membuat peraturan perundangan yang memudahkan munculnya investasi asing dan mempermudah masuknya barang-barang korporasi, dan privatisasi adalah meminimalkan peran negara penerima utang untuk mengelola produksi serta memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi investasi asing untuk memasukkan modal. Sebagai negara yang hampir kolaps, Soeharto tak punya pilihan lain selain menandatangani MoU dengan IMF pada tahun 1998, jatuhlah Indonesia dalam jebakan utang tak berkesudahan. IMF memang sudah tak ada sekarang, tapi lewat Bank Dunia dan WTO Indonesia tetap mati kutu dalam ekonomi dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Hancurnya Petani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tiga pilar utama dalam Washington Consensus meminta konsekuensi bahkan sampai di desa-desa dan kampung-kampung kumuh di perkotaan. Bagaimana bisa? Kasus yang terjadi di Mexico bisa jadi contoh: Tahun 1940an sampai 1960an Mexico sudah swasembada pangan, lalu tiba-tiba terjadi krisis tahun 80an. Datanglah korporasi multinasional membawa investasi, tujuannya tentu saja adalah peningkatan ekspor. Maka berduyun-duyun para petani meninggalkan tanaman pokok yang selama ini mereka kembangkan dan berpindah untuk mengerjakan tanaman berorientasi ekspor karena dari ekspor lah negara bisa membayar utangnya. Subsidi pertanian dikurangi sampai 70% (ini juga adalah syarat dari pasar bebas). Akhirnya pada tahun 90an Mexico terpaksa harus mengimpor kedelai, jagung, dan gula karena produksi dianggap tak mencukupi lagi, harganya tentu saja mahal. Terjadilah masalah kelaparan. (I. Wibowo, 2001, hal.145).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kira-kira tampak tidak persamaanya dengan Indonesia? Pada kasus di Mexico dan Indonesia, petani menjerit, rakyat di banyak sektor lain pun menjerit. Dalam hal ini negara telah dengan sengaja menjerumuskan petaninya dalam kesengsaraan. Negara lah pihak yang mengkampanyekan pertanian berorientasi ekspor, selain itu negara pulalah yang memberi ijin masuknya korporasi industri pangan. Lalu mana hasil ekspor itu? Kebanyakan untuk membayar utang dan bunganya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Apa yang turun menetes di petani? Tak ada. Petani cuma makan tanahnya saja. Masuknya impor bahan pokok seperti beras dan gula lebih menyengsarakan lagi, gula murah menghambur di pasar karena bea impor rendah. Petani tak punya konsumen lagi, kelaparan, miskin dan akhirnya berpindah profesi, menjual tanahnya, menjadi buruh atau pengemis di kota-kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Neoliberalisme memang ekspansif dan mengerikan dampaknya, memang secara permukaan tampak indah, glamor, dan menyenangkan namun di bawahnya sangatlah buruk. Hancurnya petani disebabkan oleh satu aturan di WTO yang disebut&amp;nbsp;&lt;em&gt;Agreement on Agriculture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dimana isinya adalah sebagai berikut:a) membuka pasar domestik bagi komoditas pertanian dari luar; b) mengurangi subsidi domestik, dan c) mengurangi subsidi ekspor. Namun ironinya justru negara maju seperti AS sendiri melanggar aturan ini, AS sendiri membuat aturan proteksi dan memberi subsidi bagi produk pertaniannya! Jelas tak adil bagi petani di negara sedang berkembang. Jadi, prinsip kesetaraan dan perdagangan bebas itu sendiri ternyata tak setara dan tak bebas!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Apa peran kita dan negara kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Diakui bahwa negara Indonesia adalah negara yang telah mengorbankan petani dan rakyatnya sendiri ketika membiarkan IMF masuk. Bank Dunia malah dipuja sebagai penyelamat, korporasi dilindungi mati-matian, rakyatnya ditembaki dan dikorbankan. Musnah sudah konsep yang menyatakan bahwa Negara berkewajiban untuk mensejahterakan dan melindungi warganya. Bahkan pemerintahan Megawati yang menyatakan diri berideologi Nasionalis yang seharusnya membela kepentingan nasional pun justru jadi pendukung terkuat neoliberalisme global (entah karena naif atau memang sengaja, kita tidak tahu), apalagi yang saat ini sedang berkuasa. Pada tahun 2001 pemerintahan Megawati menerbitkan UU Migas yang mengijinkan swasta menguasai minyak, tahun 2003 keluar UU no 13 mengenai sistem kerja kontrak dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;outsourcing&lt;/em&gt;, tahun 2004 muncul UU no 7 tentang Sumber Daya Air yang mengijinkan swasta menguasai air. Perundangan ini jelas tidak memihak&amp;nbsp;&lt;em&gt;wong cilik&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Semasa SBY muncul UU no 25 tahun 2007 mengenai Penanaman Modal Asing. Semuanya mendukung ekspansi neoliberal. Jadi mengharapkan negara saat ini untuk membela rakyat tampaknya seperti pungguk merindukan bulan. Politisi terbukti kalah total dan bertekuk lutut di depan para ekonom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Jika negara kita saja sudah masuk jebakan globalisasi, maka otomatis warga negara juga masuk dalam jebakan itu kan, bahkan secara budaya kita semua sudah masuk dalam budaya global. Pada bagian akhir buku Negara Centeng, diuraikan pembagian kelompok yang berada dalam pusaran global ini menurut Peter Berger dan Samuel Huntington, yaitu: 1.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Business culture atau Davos Culture&lt;/em&gt;, yakni golongan pengusaha dan pebisnis yang jelas mendukung mekanisme pasar bebas ini yang berpakaian dan berperilaku sama; 2.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Faculty-club culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yakni para intelegensia yang membangun jejaring akademisi, di pemerintah, bahkan di Ornop; 3.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Popular Culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;alias orang kebanyakan yang berperilaku global seperti pengkonsumsi Coca Cola dan McDonald di awal tulisan tadi yang disatukan oleh perilaku yang sama meski tidak terorganisir; dan 4.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Activist Culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;em&gt;Social Movement&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yakni kelompok yang idealis yang memiliki cita-cita ingin memperbaiki dunia melalui isu kesetaraan gender, perlindungan lingkungan, fair trade, dll. Namun pembagian ini dikritik oleh penulisnya, menurut I. Wibowo pembagiannya tidak bisa dipandang dan dibedakan secara tegas seperti itu. Tawarannya adalah bahwa sebetulnya hanya ada dua kelompok saja yakni pro-globalisasi dan anti-globalisasi yang berdialektika secara permanen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kelompok&amp;nbsp;&lt;em&gt;business culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mungkin akan berdiri sendiri dengan budayanya, lalu sebagian dari faculty-club culture ada yang bersikap kritis dalam berperilaku menghadapi ekses global meskipun ada juga yang berperilaku sebagai pendukung neoliberal (INGO adalah salah satu elemen penunjang globalisasi seperti pada kasus USAID.lih. John Perkins &amp;ldquo;Confession of An Economic Hitman&amp;rdquo;, 2004).&amp;nbsp;&lt;em&gt;Popular culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau rakyat jelata tak semuanya tidak kritis, banyak petani dan buruh sadar akan isu penghancuran sistematis dari globalisasi dan neoliberalisme ini dan akhirnya bergabung dengan gerakan kritis anti-globalisasi atau&amp;nbsp;&lt;em&gt;social movement&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(ibid hal. 219).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Seperti layaknya ideologi komunisme yang juga menawarkan dunia yang indah, sejahtera, dan tanpa kelas, ideologi neo-liberalisme pasti juga memiliki keterbatasan dan masih mungkin dilawan. Negara yang kuat merupakan satu peluang, federasi negara-negara seperti PBB adalah peluang lain, sambil menunggu globalisasi menyerang dirinya sendiri. Selain itu kekuatan penyeimbang dari masyarakat sipil baik petani, buruh, mahasiswa, aktivis, dan LSM seperti yang tampak dalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;World Social Forum&lt;/em&gt;&amp;nbsp;semakin kuat menyuarakan suara-suara yang menentang globalisasi dan neoimperalisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Jadi masih ada celah untuk menghadapinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Lalu sekarang kita selaku individu bisa apa?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Melihat pembagian&amp;nbsp;&lt;em&gt;culture&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di atas, di mana posisi kita kemudian?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Silakan lihat diri sendiri dan kajilah. Selamat Hari Tani! (ll)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/kita-membunuh-petani-kita-sendiri-httpsosbudk"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-2202387053230266656?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/2202387053230266656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=2202387053230266656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2202387053230266656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/2202387053230266656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/kita-membunuh-petani-kita-sendiri.html' title='Kita Membunuh Petani Kita Sendiri (http://sosbud.kompasiana.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-1269560047080805121</id><published>2010-09-24T16:37:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T16:37:23.718+07:00</updated><title type='text'>Presiden Jangan Boroskan Duit Negara (http://nasional.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-24/ClbyeDkAsrGBEhIkBHooDCEaIDxymBeACijfFeaFnEeJDnitgatthmtfnjHe/3953178p.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-24/ClbyeDkAsrGBEhIkBHooDCEaIDxymBeACijfFeaFnEeJDnitgatthmtfnjHe/3953178p.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="295"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 11px; color: #808080;"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (18/8). Presiden dalam sambutannya juga menolak isu adanya usaha untuk menambah masa jabatan presiden. Peringatan Hari Konstitusi dipusatkan di Gedung Nusantara IV Gedung MPR/DPR/DPD, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Ke-65 MPR. Hadir juga Wakil Presiden Boediono dan tamu undangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11px; color: #808080;"&gt;&lt;span style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &amp;mdash;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Junto menilai anggaran belanja baju Presiden yang nyaris mencapai Rp 1 miliar seperti yang dilansir LSM Fitra tidaklah wajar. Menurut dia, Rp 80 juta saja sudah cukup untuk Presiden belanja pakaian sepanjang masa jabatannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;"Itu sudah bikin satu pabrik baju. Presiden sedang bisnis pakaian dan atau apa? Seharusnya Presiden jangan jadi salah satu pelaku pemborosan uang negara," katanya seusai menghadiri diskusi DPD di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Jika pun memang ada jatah anggaran belanja pakaian sedemikian besar, kata Emerson, Presiden yang katanya prorakyat seyogianya bisa mengembalikan jika dirasa anggaran tersebut terlalu besar. "Presiden kan harusnya jadi panutan mendorong efisensi penggunaan anggaran," tambahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kata Emerson, jika Presiden menggunakan jatah belanja pakaiannya untuk membeli produk luar negeri sehingga total belanjanya sedemikian tinggi. "Kita khawatir yang dibeli Presiden bukan produk dalam negeri, harganya jadi lebih mahal," ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Sebelumnya diberitakan, lembaga swadaya masyarakat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyampaikan, anggaran pakaian dinas,&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;furniture&lt;/em&gt;, dan rumah dinas Presiden mencapai puluhan miliar. Rinciannya, antara lain, alokasi pembelian baju Presiden Rp 839 juta, furnitur rumah dinas Rp 42 miliar, dan pengamanan VVIP Presiden Rp 52 miliar.&amp;nbsp;&lt;p /&gt;Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi membantah soal anggaran ini. Menurut dia, Presiden sama sekali tidak pernah meminta negara menganggarkan hal yang aneh-aneh untuk kepentingan pribadinya selama menjabat sebagai kepala negara hingga jabatannya pada kali kedua ini, apalagi untuk alokasi dana bagi pakaian dan&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;furniture&amp;nbsp;&lt;/em&gt;rumah dinasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;"Mana mungkin Presiden meminta-minta anggaran untuk pakaian,&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;furniture&lt;/em&gt;, dan lain-lainnya? Satu sen pun Presiden tidak pernah memakainya untuk kepentingan pribadinya. Jadi, data lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu sama sekali tidak benar," papar Sudi.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/presiden-jangan-boroskan-duit-negara-httpnasi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-1269560047080805121?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/1269560047080805121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=1269560047080805121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1269560047080805121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/1269560047080805121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/presiden-jangan-boroskan-duit-negara.html' title='Presiden Jangan Boroskan Duit Negara (http://nasional.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3125625873421554968</id><published>2010-09-23T15:26:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T15:26:52.347+07:00</updated><title type='text'>Densus 88, Antara Prestasi, Arogansi, dan Penegak Hukum yang Tertumbalkan (http://hankam.kompasiana.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p&gt;&amp;ldquo;Tindakan seperti ini menunjukan sikap arogan, mereka (Densus 88) merasa seperti polisi nomor satu di republik ini,&amp;rdquo; kata Presidium IPW Neta S Pane (Detikcom). Komentar itu keluar dari Neta sehubungan dengan penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap kelompok bersenjata di Medan. Pasalnya Densus 88 tidak melakukan koordinasi dengan Polda Sumut terkait Penggerebekan tersebut.&lt;br /&gt;&amp;ldquo;Dimana pun, kalau ada satuan Kepolisian yang akan melakukan aktivitas di daerah, mereka harus lapor dan koordinasi dengan Kapolda setempat,&amp;rdquo; imbuh Neta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Densus 88 mulai tenar sejak kasus terorisme merebak di Indonesia. Bak film-film holywood mereka beraksi menumpas kejahatan teror. Para teroris mereka tumpas satu demi satu. Dr. Azhari dan Nurdin M Top adalah gembong teroris yang berhasil mereka lumpuhkan. Mulai saati itu Densus 88 mulai tenar dan dielu-elukan sebagai wajah baru polisi yang akan dicintai rakyat Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum lebih jauh mari kita kupas siapa itu Densus 88, yang saya ambil dari forumkami.com :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/756/X/2005, tentang Pengesahan Pemakaian Logo Densus 88 Anti Teror, tanggal 18 Oktober 2005, maka berikut ini adalah LOGO DENSUS 88 ANTI TEROR.&lt;br /&gt;Logo dapat dideskripsikan sebagai berikut:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/vkdvAqyChJyaxvqzqlJnDavEFBfBIBGbioCjjgxatqdEqdhDiyeugqEbJjwA/logo-densus88.jpg.scaled500.jpg" width="200" height="200"/&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Berupa desain lingkaran dengan garis warna hitam dengan tulisan &amp;ldquo;DETASEMEN KHUSUS 88 ANTI TEROR&amp;rdquo; dengan latar belakang warna merah marun dan di tengah-tengah lingkaran terdapat gambar burung hantu warna hitam dan abu-abu dengan latar belakang warna kuning terang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;ARTI LOGO&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Burung Hantu&lt;br /&gt;Burung hantu merujuk pada spesies burung &amp;ldquo;nocturnal&amp;rdquo; (aktif waktu malam) dan mempunyai bentuk muka yang berbeda dengan burung biasa. Muka burung hantu berbentuk rata seperti muka manusia dengan kedua belah matanya menghadap ke depan. Burung hantu juga mempunyai paruh bengkok kebawah yang tajam, dan mempunyai bulu jambul yang lembut.&lt;br /&gt;Burung hantu adalah binatang pemangsa yang efisien karena dilengkapii perlengkapan yang memadai sebagai predator. Matanya yang terletak dibagian depan memberi kesan burung ini pandangan &amp;ldquo;menyatu&amp;rdquo; yang hebat. Dimana seekor burung hantu mempunyai kemampuan penglihatan secara binokuler (melihat sebuah obyek dengan kedua mata secara bersamaan), sehingga burung hantu dapat melihat obyek secara tiga dimensi dengan wilayah penglihatan 110 derajat, 70 derajat diantaranya dapat dilihat secara binokuler. Namun ia bisa memutar kepalanya 270 derajat sehingga bisa melihat ke belakang dengan mudah.&lt;br /&gt;Karena sering berburu dimalam hari, burung hantu dilengkapi dengan sistem pendengaran yang sagat baik. Telinga terletak di dekat mata dan dilingkupi oleh wajah yang lebar. Wajah yang lebar ini berfungsi seperti radar menangkap suara yang menyalurkan gelombang suara melaui otot-otot wajah ke telinga. Daya penglihatannya dan pendengarannya pada malam hari sangat tajam, mampu mendengar cicitan tikus pada jarak 500 m. Cakarnya yang tajam akan keluar memanjang saat menyerang sehingga meningkatkan keberhasilan serangan.&lt;br /&gt;Burung hantu juga dilengkapi sepasang sayap yang cukup spesial karena mampu meredam gerakan udara yang membuatnya tidak bersuara saat terbang dan menangkap mangsanya dengan kejutan. Itu juga membuatnya mampu mendengar pergerakan buruannya dengan jelas sambil terbang.&lt;br /&gt;Semuanya itu membuat Burung Hantu memiliki kemampuan berburu yang sangat tinggi, tangkas, cekatan dan disamping menyambar juga mengejar mangsanya di atas tanah. Penelitian pada jenis tertentu, kotoranya menunjukkan 99% memangsa tikus sedangkan 1% memangsa serangga. Mengkonsumsi tikus lebih banyak 2-3 ekor per hari namun daya membunuh lebih dari yang dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;FILOSOFI&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Burung hantu dengan kemampuan penglihatan yang tajam, pendengaran yang kuat karena &amp;ldquo;radar&amp;rdquo; yang ada pada wajahnya, kemampuan bergerak tanpa bersuara di malam hari, dan kecepatan terbang yang tinggi akan memburu tikus (yang dimanapun selalu mengganggu dan merusak) kemanapun bersembunyi secara cepat dan akurat. Tikus dapat diartikan sebagai teroris yang selalu mengganggu umat manusia. Kemampuan burung hantu tersebut dapat melambangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat bergerak dengan sangat rahasia digunakan sebagai logo Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk memburu teroris kemanapun berada.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Arti angka 88&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna &amp;ldquo;88&amp;Prime; berikutnya adalah, angka &amp;ldquo;88&amp;Prime; tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka &amp;ldquo;88&amp;Prime; juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/wyFkHEyIJmjuvgodiuDvazxiBdtpvHlhjwzBsihwoDjjCjDnfsdxuBDingtx/20081219034115ENLUS0158128512296580.jpg.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/wyFkHEyIJmjuvgodiuDvazxiBdtpvHlhjwzBsihwoDjjCjDnfsdxuBDingtx/20081219034115ENLUS0158128512296580.jpg.scaled500.jpg" width="500" height="353"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Meski sudah terjadi ratusan pengeboman di Indonesia sejak tahun 1999, pemerintah Republik Indonesia belum menyadari akan adanya aktivitas terorisme di Indonesia. Kasus pengeboman di Bali tanggal 12 Oktober 2002 telah membuka mata pemerintah Republik Indonesia dan dunia pada umumnya bahwa di Indonesia benar telah terjadi aktivitas terorisme yang sangat serius.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Perundang-undangan pemberantasan terorismepun segera dibentuk, bahkan diberlakukan surut untuk penanggulangan terorisme tersebut. Untuk dapat menanggulangi terorisme di Indonesia,segera dibuat naskah kerjasama internasional di bidang kepolisian, teknik dan intelijen dengan negara negara di dunia. Untuk dapat segera mengungkap kasus bom Bali tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia membentuk satuan tugas yang anggota-angotanya dipilih dari polisi-polisi terbaik dari seluruh Indonesia. Tugas pokok satuan tugas yang baru dibentuk adalah untuk dapat segera mengungkap kasus pengeboman,menangkap pelaku dan membongkar jaringan teroris yang ada di belakangnya. Cara kerja satuan tugas tersebut agar lebih efektif, maka diberi keleluasaan untuk memotong segala bentuk hambatan birokratis di lingkungan Polri.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Persenjataan Densus 88&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Dikedepan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/sDzBenqwEfudiCnyuBgthFyBxsyuEmdgilIekjcbafsEhEnoFDFdrJcIjDim/tacstar45.jpg.scaled500.jpg" width="320" height="193"/&gt; &lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/AEbgippelzwqvhaqanzkecjIfxlevqipJjGApberDtjdmzesswsGxehybdfp/ar10.jpg.scaled500.jpg" width="320" height="187"/&gt; &lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-23/lyJqhlwwuDiBxfghrFuBIDdtbJkmevxucqpDerlojElwxmBcncsccwsocuyl/colt-m4-sopmod-accessories.jpg.scaled500.jpg" width="200" height="150"/&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;  &lt;p&gt;Seperti diberitakan, minggu 19 september 2010 lalu, Densus 88 berhasil menangkap 18 tersangka terkait perampokan CIMB Bank Niaga Medan. 3 diantara pelaku ditembak mati. Para pelaku disinyalir terkait dengan jaringan terorisme yang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak kalangan yang menilai Densus 88 bertindak ceroboh dalam hal ini. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyesalkan tindakan Densus 88 ini. Semestinya Densus bisa melakukan langkah pelumpuhan lebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;ldquo;Kontras mempertanyakan apakah benar tindakan Densus 88 di Tanjung Balai, Sumut, menembak mati secara brutal,&amp;rdquo; kata Ketua Dewan Pembina Kontras, Usman Hamid.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tampaknya posisi Densus 88 yang menjadi primadona baru bagi masyarakat Indonesia telah ternodai. Keberhasilan mereka dalam menumpas gembong teroris membuat mereka seakan jumawa dan tinggi hati. Tak perlu lagi berkoordinasi. Mereka seolah adalah polisi ekslusif yang tindak tanduknya adalah spesial.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Densus 88 seperti remaja yang baru puber saja. Mereka seharusnya sadar, seberapa besarpun peran mereka memberantas terorisme, mereka harus tetap berpijak bumi. Tak boleh terbang ke awang-awang, sebab tugas masih panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak sampai disitu saja, Arogansi Densus 88 kembali terjadi di bandara Polonia Medan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Peristiwa itu dimulai ketika ada 20 personil Densus 88 Mabes Polri berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Udara Polonia Medan untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo. Kawasan itu tidak terbuka bagi sipil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anggota TNI AU yang bertugas keberatan. Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun para anggota Densus berkukuh dengan alasan demi tugas negara.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;ldquo;Kamu tahu, di depanmu itu jenderal bintang tiga,&amp;rdquo; tulis Prajurit Kepala Didik Suprihatin menirukan salah satu anggota Densus 88. Kala itu ia ditemani petugas pengamanan bandara, Joko Santoso. (Republika).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dampak dari arogansi densus 88 ini akan menciptakan konflik klasik antar TNI dan Polri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;rdquo;Konflik ini juga berpotensi berkelanjutan antara aparat tingkat bawah TNI-Polri,&amp;rdquo; ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang dikatakan Neta hanyalah sebatas konflik internal sesama penegak hukum. Namun lebih jauh, arogansi Densus 88 akan semakin menodai citra Polri di masyarakat. Masyarakat yang sempat memuja-muja Densus 88 seperti patah hati karena melihat tindakan Densus yang arogan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dampak yang paling fatal baru saja terjadi, kembali di Sumut, tepatnya mapolsek Hamparan Perak. Bripka Riswandi tewas bersama dua orang rekannya sesama polisi saat Mapolsek Hamparan Perak diserang sekelompok orang bersenjata, Rabu dini hari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kapolda Sumut langsung menuding penyerangan tersebut ada kaitannya dengan tindakan teroris yang juga merampok Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus lalu. &amp;ldquo;Jelas ada kaitannya dengan setan-setan terkutuk itu,&amp;rdquo; kata Oegroseno.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, dia menegaskan, pihaknya akan mengejar pelaku ke mana pun bersembunyi. &amp;ldquo;Mereka itu (yang melakukan serangan) adalah orang-orang terkutuk dan tidak beragama. Akan kita kejar ke mana pun,&amp;rdquo; tandasnya. (Kompas).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memang salut kita dengan kecepatan densus 88 dalammenangani kasus terorisme di negara ini. Tapi kecepatan mereka cenderung terasa menjadi sebuah kecerobohan yang harus dibayar mahal dengan nyawa penegak hukum lainnya. Mapolsek Hamparan Perak adalah pelampiasan dari dendam kawanan para perampok yang sakit hati karena 3 teman mereka ditembak mati.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita berharap semoga Densus 88 menemukan formula yang lebih jitu dalam menangani kasus terorisme yang tampaknya telah mengakar di Negeri Tercinta ini.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/densus-88-antara-prestasi-arogansi-dan-penega"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3125625873421554968?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3125625873421554968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3125625873421554968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3125625873421554968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3125625873421554968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/densus-88-antara-prestasi-arogansi-dan.html' title='Densus 88, Antara Prestasi, Arogansi, dan Penegak Hukum yang Tertumbalkan (http://hankam.kompasiana.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4944813855583302541</id><published>2010-09-20T12:30:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T12:30:53.844+07:00</updated><title type='text'>Ternyata Rakyat Indonesia Masih Miskin (http://bisniskeuangan.kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;  &lt;div class="isi_berita pt_5" style=""&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-19/EJmbcpwJrdEJzgbxkunvlxcdkirmxiikHwBsnqGzBImrcEdlyAvypmsFqHIn/1334262620X310.JPG.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-19/EJmbcpwJrdEJzgbxkunvlxcdkirmxiikHwBsnqGzBImrcEdlyAvypmsFqHIn/1334262620X310.JPG.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href='http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-19/nnCgphfBgCaIpAkaJavzusolpAiwJdHdkunAayhJprqzbpquFohpFiadsbAh/1334262620X310.JPG.scaled1000.jpg'&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-19/nnCgphfBgCaIpAkaJavzusolpAiwJdHdkunAayhJprqzbpquFohpFiadsbAh/1334262620X310.JPG.scaled500.jpg" width="500" height="250"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;a href='http://jacksonkumaat.posterous.com/ternyata-rakyat-indonesia-masih-miskin-httpbi'&gt;See and download the full gallery on posterous&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &amp;mdash;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Meski target pengurangan angka kemiskinan ekstrem dan kelaparan sebagai salah satu sasaran Tujuan Pembangunan Milenium tercapai, pada kenyataannya rakyat Indonesia masih miskin. Pendapatan 1 dollar AS (kurang dari Rp 9.000) per hari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Utusan khusus Tujuan Pembangunan Milenium (&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Millennium Development Goals&lt;/em&gt;/MDGs), Nila Djuwita Moeloek, mengemukakan hal tersebut seusai acara Parliamentary Stand Up For MDGs di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Jumat (17/9/2010) pekan lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Tanggal 20-22 September 2010, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan Pertemuan Tingkat Tinggi untuk mengecek kemajuan MDGs. Sekitar 150 kepala negara akan hadir. Delegasi Indonesia dipimpin Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Semua negara harus melaporkan tingkat pencapaian sasaran-sasaran MDGs.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Nila selanjutnya mengatakan, untuk pengurangan angka kemiskinan, Indonesia masih tetap pada jalurnya. Namun, dengan ukuran kemiskinan, yakni pendapatan di bawah 1 dollar AS per hari per orang, tentu dipertanyakan kualitas hidup yang dijalani masyarakat dengan pendapatan tepat di ambang batas itu, ataupun sedikit di atasnya yang menurut ukuran itu tidak tergolong miskin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Proyek global MDGs terdiri atas 8 sasaran yang mencakup pengurangan angka kemiskinan ekstrem dan kelaparan, peningkatan angka partisipasi pendidikan primer, peningkatan kesehatan ibu, pengurangan angka kematian anak, penyebaran HIV/AIDS, kesetaraan jender, kepastian lingkungan yang berkelanjutan, dan peningkatan kemitraan global.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Saat ini Indonesia memilih menetapkan ambang batas kemiskinan pada pendapatan 1 dollar AS per hari per orang. Angka yang dicapai Indonesia menunjukkan perbaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Tahun 1990, sekitar 20,6 persen penduduk pendapatannya di atas 1 dollar AS per hari. Tahun 2010, dari hasil sensus penduduk, menurut analis Kampanye dan Advokasi MDGs PBB di Indonesia, Wilson TP Siahaan, angka itu menjadi sekitar 13,33 persen jumlah penduduk, atau ada 31,02 juta penduduk miskin, dari data BPS per Maret 2010.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Menurut Nila, target-target yang dianggap telah&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;on track&amp;nbsp;&lt;/em&gt;sekalipun masih harus dilihat secara lebih detail. Di bidang pendidikan, misalnya, angka partisipasi murni (APM) untuk pendidikan dasar telah naik menjadi 95,14 persen pada tahun 2008 dibandingkan angka partisipasi murni tahun 1993 yang mencapai 91,23 persen.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Tak jauh beda dari pandangan Nila, Wilson melihat pencapaian MDGs Indonesia bagaikan potret bercampur. Di satu sisi, beberapa sasaran, seperti pengurangan kemiskinan, telah&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;on track&lt;/em&gt;. Namun, kinerja dalam pengentasan rakyat dari kemiskinan tetap menjadi masalah. Selama periode 1990-2010, kemiskinan hanya turun 1 persen.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Berdasarkan garis kemiskinan nasional, pada tahun 1990 kemiskinan 15,1 persen (27,2 juta orang miskin) dan pada tahun 2009 kemiskinan 14,15 persen (32,5 juta orang miskin), sementara tahun 2010 ada sekitar 31,7 juta orang miskin. &amp;rdquo;Memang ada penurunan karena saat krisis tahun 1998 kemiskinan sempat mencapai 24 persen. Hanya saja, penurunan tidak cukup kencang dalam waktu 11 tahun,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Masalah keadilan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;MDGs yang dikemas dengan bungkus globalisasi, menurut Ketua Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi, sebagai proyek internasional dan komitmen bersama guna mengurangi kemiskinan, MDGs seakan terlepas dari masalah ketidakadilan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Palupi mengungkapkan, hal yang paling mendasar untuk melihat MDGs adalah dengan perspektif hak asasi manusia. Menurut dia, kapabilitas orang miskin harus ditingkatkan melalui pendidikan, peningkatan kesehatan, dan penyediaan kesempatan bekerja. Dengan demikian akan muncul kemandirian menghidupi diri sendiri dan keluarganya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Ia mencontohkan, sejak tahun 2000 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya dinikmati 40 persen penduduk (golongan menengah) dan 20 persen (golongan terkaya). Sisanya yang 40 persen (penduduk termiskin) semakin tersingkir. Porsi pertumbuhan ekonomi yang dinikmati kelompok miskin menurun dari 20,92 persen pada tahun 2000 menjadi 19,2 persen tahun 2006.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Di samping itu, banyak kebijakan pemerintah dan target MDGs yang bertentangan. Di satu sisi, sasaran MDGs ialah menjamin kelestarian lingkungan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Namun, pemerintah justru melakukan perusakan sistematis terhadap lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;Pemerataan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Persoalan MDGs tidak bisa dipandang sebatas angka secara nasional, tetapi harus dilihat bagaimana pemerataan pencapaiannya di seluruh bagian Indonesia. Hal itu dikemukakan Divisi Monitoring Kebijakan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Ade berpendapat, di Indonesia bagian timur yang lebih tertinggal dibandingkan dengan bagian Indonesia lain, masalahnya akan sangat kompleks ditambah dengan kondisi geografis yang menjadi tantangan tersendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Perlu pemetaan daerah yang kaya dan minus sehingga kebijakan pemerintah bisa lebih tepat sasaran. &amp;rdquo;Selain itu, bias kebijakan juga harus dihindari. Permasalahan sebenarnya ada di daerah, tetapi penyelesaiannya menggunakan asumsi kota,&amp;rdquo; ujarnya. Menurut dia, penyelesaian masalah tidak bisa instan dan&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;top down&lt;/em&gt;. &amp;rdquo;Warga perlu terlibat dalam pembuatan kebijakan sehingga kebijakan dapat menjawab masalah-masalah mereka,&amp;rdquo; kata Ade.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Secara umum, menurut Wilson, Indonesia jelas lebih baik daripada negara-negara di Afrika dan India karena populasinya lebih sedikit. Di samping itu, Indonesia mempunyai potensi besar dalam hal pendanaan, institusi, dan sumber daya manusia. Persoalannya ialah memastikan di tingkat bawah akan efektivitas program dan kekonkretannya. Menurut Wilson, MDGs adalah alat untuk melihat akuntabilitas pemimpin kepada masyarakat dalam perbaikan kesejahteraan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; margin: 0px;"&gt;Sementara Nila menegaskan, arah pemerintah selama ini sudah benar karena pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki semangat&amp;nbsp;&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;pro-poor, pro-growth,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan&lt;em style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&amp;nbsp;pro-job.&lt;/em&gt;Rencana pemerintah untuk mencapai semua sasaran MDGs tergambar pula dalam rencana pembangunan berjangka yang telah disusun.&amp;nbsp;&lt;strong style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;(INE/ELN/WHY)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="padding: 0px; margin: 0px;"&gt;  &lt;div class="left c_abu w125 font11" style="float: left; color: #808080; font-size: 11px; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/09/20/08462544/Ternyata.Rakyat.Indonesia.Masih.Miskin-8#" rel="article_nav" style="text-decoration: none; color: #808080; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="right c_abu w125 font11" style="float: right; color: #808080; font-size: 11px; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/09/20/08462544/Ternyata.Rakyat.Indonesia.Masih.Miskin-8#" rel="article_nav" style="text-decoration: none; color: #808080; padding: 0px; margin: 0px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/ternyata-rakyat-indonesia-masih-miskin-httpbi"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-4944813855583302541?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/4944813855583302541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=4944813855583302541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4944813855583302541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/4944813855583302541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/ternyata-rakyat-indonesia-masih-miskin.html' title='Ternyata Rakyat Indonesia Masih Miskin (http://bisniskeuangan.kompas.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-3093980248791366638</id><published>2010-09-16T13:51:00.001+07:00</published><updated>2010-09-16T13:51:46.968+07:00</updated><title type='text'>Calon Wali Kota Manado Khawatirkan Politik Uang (http://www.antaranews.com)</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; color: #333333; line-height: 18px;"&gt;Jakarta (ANTARA News) - Calon wali kota Manado Jackson Kumaat mengkhawatirkan adanya politik uang dalam pemungutan suara ulang pemilihan kelapa daerah (Pilkada) Kota Manado karena jika hal itu terjadi maka hasil pilkada dapat digugat kembali oleh kandidat yang kalah.&lt;p /&gt;"Hentikan `money politics` (politik uang) dalam pilkada karena telah menciderai demokrasi," kata Jackson Kumaat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, menanggapi Pilkada Ulang Kota Manado yang akan berlangsung 12 Oktober 2010.&lt;p /&gt;Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Konstitusi (MK) pada 3 September 2010 memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se-Kota Manado. "Terjadi pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif," kata Ketua MK Mahfud MD, saat membacakan putusan.&lt;p /&gt;Dalam putusannya MK antara lain berkeyakinan adanya pertemuan-pertemuan yang merupakan bentuk mobilisasi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya para camat, lurah dan para guru untuk mendukung pihak terkait dalam Pilkada Kota Manado.&lt;p /&gt;Lebih lanjut Jackson mengatakan, KPU Kota Manado harus bersikap independen dalam melaksanakan tugasnya, dengan tidak memihak pada salah satu kontestan Pilkada.&lt;p /&gt;Ia juga berharap Panwas Pilkada Manado agar segera memberi sanksi tegas kepada kandidat manapun yang melakukan politik uang.&lt;p /&gt;"Jangan sampai ada lagi pengerahan massa untuk meraih dukungan dengan iming-iming uang, beras, minyak goreng hingga penurunan pangkat PNS," ujar Jackson yang akrab disapa Jacko.&lt;p /&gt;Ia menilai, pemungutan suara ulang mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat dan legitimasi dalam penyelenggaraan Pilkada di Kota Manado. Jackson mengaku siap menang ataupun kalah asalkan pilkada diselenggarakan dengan cara independen.&lt;p /&gt;"Pilkada yang diulang sama saja dengan pemborosan keuangan negara. Seluruh kandidat juga harus jujur dalam berkampanye dan tidak mengobral janji palsu," kata dia.&lt;p /&gt;Pilkada Kota Manado 2010 diikuti oleh delapan pasangan calon walikota. Pada penghitungan suara sebelumnya pasangan Djeli Wisye Massie-Harry Pontoh memperoleh 0,4 persen, Jackson Kumaat-Helmy Bachdar 8,01 persen, Burhanuddin-Ronald Mamentu 2,59 Persen, Louis Nangoy-Rizali M Noor 3,23 persen.&lt;p /&gt;Selanjutnya pasangan Hanny Joost Pajouw-Anwar Panawar memperoleh 22,52 persen, Wempie Fredrik-Richard Kaindage 4,25 persen, Vicky Lumentut-Harley Mangindaan 35,37 persen dan Marhany Pua-Richard Sualang memperoleh 12,66 persen.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10px;"&gt; &lt;a href="http://posterous.com"&gt;Posted via email&lt;/a&gt;  from &lt;a href="http://jacksonkumaat.posterous.com/calon-wali-kota-manado-khawatirkan-politik-ua"&gt;Jackson Kumaat&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625125085251317586-3093980248791366638?l=jacksonkumaat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/feeds/3093980248791366638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6625125085251317586&amp;postID=3093980248791366638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3093980248791366638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625125085251317586/posts/default/3093980248791366638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jacksonkumaat.blogspot.com/2010/09/calon-wali-kota-manado-khawatirkan.html' title='Calon Wali Kota Manado Khawatirkan Politik Uang (http://www.antaranews.com)'/><author><name>Jackson Andre Kumaat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11490716906225793626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0kX7wEOcbgg/SX_UJq7ZbRI/AAAAAAAAADg/HzUSAzdArJE/S220/JAN+09.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625125085251317586.post-4138798842445008719</id><published>2010-09-15T17:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-15T17:44:15.484+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Harus Cari Lokasi Gereja Alternatif</title><content type='html'>&lt;div class='posterous_autopost'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-09-15/avmeocsIaDEluBndzIphmkumBemllCmqfFrJDbCGFrHAneGkChgGmvFzpCdF/040810-CHN-b1.jpg.scaled500.jpg" width="390" height="250"/&gt; KEMERDEKAAN&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;beribadah di Tanah Air, kembali diuji. Kali ini, dua pengurus Gereja HKBP Ciketing di Pondok Timur Bekasi menjadi korban panganiayaan oleh orang tak dikenal. Kasus ini menyusul penolakan sebagian warga, atas rencana pembangunan gedung gereja di daerah yang penduduknya banyak beragama Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Perlukah mencari kambing hitam di kasus ini? Tentu tidak! Karena jawaban persoalan ini terletak pada kebijakan pemerintah, sebagai &amp;lsquo;operator&amp;rsquo; ibadah umat beragama di Indonesia. Jika saya diizinkan menyampaikan pendapat, mudah-mudahan solusi ini bisa menjadi alternatif penyelesaian kasus HKBP Ciketing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Pertama, Pemerintah harus segera membantu mencarikan lokasi tempat ibadah baru, jika warga sekitar keberatan berdirinya tempat ibadah. Setelah keluarnya Peraturan Besama Menteri tentang pendirian rumah ibadah, Pemerintah tidak boleh lepas tangan ketika warga Muslim menolak pembangunan gereja. Di sinilah pentingnya peran pemerintah sebagai mediator, dalam menengahi konflik antar-umat beragama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Semoga, aksi-kekerasan yang dialami pengurus HKBP Ciketing Pdt Luspida Simanjuntak dan St A Sihombing, bisa segera berakhir. Semua pihak harus mengakui dan memahami, kasus tersebut merupakan buntut dari penolakan sebagian warga sekitar atas berdirinya gereja. So, inilah fungsi mediasi yang harus dijalankan. Jangan malah berpolemik, bahwa kasus ini adalah kriminal murni. Cuma orang bodoh yang percaya statement seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Saya sendiri heran, kok di zaman modern begini, masih ada pihak yang melarang beribadah? Padahal, Pancasila dan UUD 1945 sudah men
